Ladiestory.id » Lifestyle » 18 Bulan, Wanita Ini Turunkan Berat Badan hingga 27 Kg

18 Bulan, Wanita Ini Turunkan Berat Badan hingga 27 Kg

Rabu, 22 Mei 2019 | 08:00:05
Durasi baca: 5 menit, 42 detik
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

18 Bulan, Wanita Ini Turunkan Berat Badan hingga 27 Kg

KOMPAS.com - Banyak orang berjuang keras untuk mendapatkan berat badan ideal. Perjuangan itu seringkali membutuhkan waktu yang panjang. Courtney Ball (34) salah satunya.

Perjuangan Courtney dengan kesehatan dan kebugaran sudah menjadi perjuangan seumur hidup.

Baca juga: Pengaruh Metabolisme Tubuh Terhadap Berat Badan Anda

Ia mengalami kenaikan dan penurunan berat badan berkali-kali sepanjang hidupnya.

Namun baru di tahun 2016 ia bertekad untuk merawat tubuhnya lebih baik. Courtney ingin menjadi lebih sehat dan kuat.

Baca juga: Gaya OOTD Ini Simpel tapi Profesional: Wajib Dikuasai oleh Setiap Wanita Karir!

"Sekarang dengan bangga aku mengatakan, aku adalah seorang ibu yang sangat sehat," kata dia.

Courtney tumbuh besar sebagai seorang perempuan gemuk. Ia bahkan pernah mengonsumsi pil diet di usia sekolah, dan menjauhi makanan.

Baca juga: Turunkan Berat Badan Memang Turunkan Risiko Diabetes, Menurut Studi

Hubungannya dengan makanan selalu menjadi pertarungan paling berat.

"Aku tidak tahu bagaimana makan untuk mengisi bahan bakar bagi tubuh."

"Yang aku tahu hanyalah itu rasanya enak," kata Courtney yang dulu menilai bahwa makanan sehat tidak pernah enak.

Ia selalu mencari solusi-solusi instan, seperti "program menurunkan 13 kg berat badan dalam lima hari".

Baca juga: Wow, Ini Dia 5 Bidang Pekerjaan Modern yang Paling Banyak Digeluti Wanita

Baca juga: Lakukan 4 Hal Ini Agar Lari Efektif Menurunkan Berat Badan

Namun sejak 2016 ia mencoba mengubah pola pikirnya. Saat itu Courtney mencoba untuk menerapkan pola makan sehat.

Setelah memiliki dua orang anak, keluarga Courtney pindah ke negara bagian lain di Amerika Serikat.

Di tempat yang baru itu, dia merasa benar-benar terisolasi. Dalam kondisi tersebut ia menyadari bahwa dirinya memiliki dua pilihan.

Baca juga: Menjadi Momok Bagi Wanita, Ini Penyebab Keguguran Kandungan

"Aku bisa sedih, depresi, cemas, dan sendiri bahkan di rumahku meski ada dua orang anak (pasangannya berada di luar kota)."

"Atau, aku bisa membantu diriku dan menjadi orang yang selalu aku impikan. Aku tahu aku bisa," kata dia.

Dia merasa lelah karena sulit menemukan baju yang muat di tubuhnya. Apalagi, dia juga merasa menggunakan celana jins adalah hukuman baginya.

Ia ingin bisa mengejar anaknya yang berlari-larian tanpa harus kehabisan nafas. Courtney pun merasa dirinya harus berubah.

Baca juga: 9 Tanda Kamu Bukan Satu-satunya Wanita yang Ia Puja

"Aku ingin anak-anakku punya orangtua yang aktif, tidak hanya menonton mereka main dari pinggir. Aku ingin bisa melihat dari luar bagaimana perasaanku di dalam," ujar dia.

 

Courtney BallVIA POPSUGAR Courtney Ball
Perjalanan Courtney dimulai

Dengan tinggi badan 157 cm, Courtney pernah mencapai berat badan terberat 108 kg.

Ia memulai perjalanan penurunan berat badannya dengan perubahan sederhana.

Kala itu, dia mulai pergi ke kelas zumba di dekat rumahnya, dan rajin jalan kaki pada lintasan.

Courtney juga menemukan CrossFit . Lalu, dia mendengarkan podcast dan membaca apapun yang bisa membantunya mencapai tubuh yang lebih bugar.

Saat itu, Courtney tahu usaha yang dilakukannya akan memberikan sebuah hasil yang berbeda.

"Setelah kehilangan berat badan 6,8 kg, aku mengambil foto 'tubuh lamaku' untuk pertama kali," ucapnya.

Lalu, dengan dorongan salah satu sahabatnya, Courtney mendaftarkan diri untuk half marathon, meskipun dia bahkan tak bisa lari untuk jarak dekat sekalipun. 

Baca juga: Pahami, 2 Hal Utama Agar Sukses Turunkan Berat Badan

Setelah satu setengah tahun dari awal memulai perjalanan penurunan berat badan, Courtney berhasil menurunkan berat badan hingga 28 kg.

Ukuran pakaiannya juga berubah dari  size 18 menjadi 10.

Kini, hampir tiga tahun berlalu, Courtney sudah berhasil menyelesaikan sejumlah perlombaan half marathon , marathon, dan bahkan lari 50 kilometer.

Lalu, dia pun sekarang melakukan latihan CrossFit empat hari dalam seminggu.

 

Pola makan Courtney

Di awal diet, Courtney menjalani diet Paleo setelah mendengar podcast Fat-Burning Man.

Awalnya, dia memandang pola tersebut sangat masuk akal, karena ia tetap bisa makan makanan apa pun yang diinginkannya. 

Selain itu dia hanya merupakan perubahan pola hidup, bukan diet ketat.

Kemudian ia mulai menjalani intermittent fasting dengan pola 16:8, di mana ia makan antara Pukul 11.30-19.00.

Jenis makanan yang ia konsumsi berkisar pada makanan alami, makanan bersih, daging, dan sayur-sayuran. Ia juga minum segalon air setiap harinya.

Setelah menjalani pola tersebut, Courtney tak percaya bahwa energinya mulai berubah seiring turunnya berat badannya.

Begitu pula dengan mood -nya.

Untuk satu setengah tahun pertama, ia tidak mencatat asupan atau berat makanannya.

Baca juga: 4 Pembeda yang Bikin Wanita Sulit Turun Berat Badan Dibanding Pria

"Makanan sesekali masih menjadi godaan bagiku, tapi secara umum aku tahu bagaimana memilahnya dengan bijak," kata dia.

Untuk pola makan, Courtney biasa memulai hari dengan kopi dan bubuk kolagen protein dengan krimer vanilla. Kemudian ia berpuasa hingga pukul 11.30.

Menu makanan yang dikonsumsinya bervariasi dari minggu ke minggu.

Namun, ada beberapa contoh menu untuk sarapan, misalnya, antara lain telur, sosis dan sayuran.

Sesekali, dia menggantinya dengan ubi jalar, alpukat, apel hijau, anggur, pancake pisang, dan daging ayam organik.

 

Pola olahraga

Courtney memulai perjalanan penurunan berat badannya dengan ikut kelas zumba, jalan kaki di lintasan dan CrossFit tiga kali seminggu.

Menyeimbangkan waktunya dengan mengurus dua anak, Courtney membuat perencanaan.

Pada hari Senin, misalnya, ia melakukan CrossFit selama 1,5 jam.

Selasa lari (3-6 kilometer), dan angkat beban atau burpees di halaman belakang setelah selesai lari.

Pada hari Rabu dan Jumat ia kembali melakukan CrossFit, sementara Kamis beristirahat.

Di hari Sabtu ia menjalani lari jarak jauh di lintasan, biasanya hingga 16 kilometer, untuk kemudian beristirahat di hari Minggu. 

Kini, ia mulai menjalani CrossFit empat kali seminggu.

Baca juga: Benarkah Puasa Dapat Menurunkan Berat Badan?

Menjaga motivasi

Motivasi Courtney rupanya sederhana, yaitu kedua anaknya. Mereka selalu menyaksikan Courtney menjalani hidup sehatnya dan meniru apa yang mereka lihat.

"Anak-anak tahu apa yang kita tunjukkan pada mereka. Motivasiku adalah mereka mengetahui aku berlatih keras dan (ketika berlari) mereka selalu menunggu di garis finish ."

"Motivasi haruslah dipacu oleh sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri," kata dia.

Motivasi lainnya adalah selalu mencoba olahraga baru. Courtney mencoba panjat tebing dan panjat dinding.

Ia menyukai kegiatan luar ruangan, kemudian pernah mencoba paddleboard untuk pertama kalinya dan langsung jatuh cinta.

"Saranku, terus bergerak dan jangan berhenti," kata dia.

Satu pencapaian terbesar Courtney adalah selama CrossFit Open Workout 19.3, di mana salah satu gerakannya adalah melakukan pushup handstand 50 kali berturut-turut.

Gerakan itu dilatihnya selama beberapa bulan, dan dulu ia tak pernah bisa melakukannya.

Ia bahkan pernah berpikir untuk berhenti dan tidak lagi mencoba. Jadi jelas, sukses melakukannya adalah pencapaian tersendiri bagi Courtney.

Pelatih Courtney adalah orang yang benar-benar mendorongnya sehingga ia bisa melakukannya.

Dulu, ia juga kerap membandingkan dirinya dengan orang lain dan berpikir dirinya berbeda. Seperti, ia tidak bisa lari, tidak bisa CrossFit seperti orang-orang lain.

"Dulu aku mengatakan pada diri sendiri begitu banyak kebohongan selama bertahun-tahun. Seandainya aku bisa mengembalikan waktu," katanya.

Courtney menyarankan agar kita percaya dengan diri kita sendiri.

Baca juga: Jangan Asal Makan, Ini Tips Sehat Menambah Berat Badan

"Kamu mencintai dirimu sendiri jika bisa mengatakan, 'aku akan berubah, aku berubah, aku akan mencoba CrossFit dan hal-hal lainnya yang aku tidak bisa'," katanya.

Bahkan jika kamu orang terakhir mencapai titik finish, hal terpenting adalah kamu bergerak.

Menurut dia, penting bagi kita untuk mengatur target yang ingin dicapai. Tulislah pada sebuah jurnal atau catatan lainnya untuk menjagamu tetap pada jalurnya.

Temukan sesuatu atau seseorang yang bisa memotivasimu, entah pelatih, teman berolahraga atau olahraga yang sangat kamu sukai yang membuatmu semangat bangun di pagi hari untuk melakukannya.

Ingatlah bahwa kegagalan bukanlah masalah, yang menjadi masalah adalah jika kamu berhenti. Mencapai target memang sulit dan butuh waktu.

"Dulu, aku selalu berpikir bahwa aku ingin terlihat menarik (dengan menurunkan berat badan), hingga aku menyadari bagaimana rasanya menjadi seseorang yang kuat," kata dia.


lifestyle look good fashion & beauty

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

RELATED POSTS

TRENDING ON LIFESTYLE