Ladiestory.id » Parenting » 5 Tips untuk Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak. Coba Cara Ini, Yuk!

5 Tips untuk Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak. Coba Cara Ini, Yuk!

Rabu, 04 September 2019 | 02:50:00
Durasi baca: 2 menit, 34 detik
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

 5 Tips untuk Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak. Coba Cara Ini, Yuk!

Setiap orangtua menginginkan anaknya tumbuh menjadi sosok penuh percaya diri. Sikap ini akan memicu hal-hal baik lainnya seperti mandiri, bertanggung jawab, dan mau bekerja keras. Dilemanya, orangtua juga ingin selalu melindungi anak. Memastikan yang terbaik untuk mereka sehingga anak terbiasa mengandalkan orangtua.

Lalu bagaimana caranya menumbuhkan sikap percaya diri pada anak, tanpa membuatnya merasa jauh dari orangtua? Coba yuk, terapkan 5 langkah ini agar anak mama percaya diri. Simak bareng  Popmama.com  ya.

Baca juga: FIMELA FEST 2019: Stop Body Shaming, Mulai Cintai Diri Sendiri dengan 5 Cara Ini

1. Arahkan minat dan bakatnya agar anak percaya pada kemampuan dirinya

maxpixel.freegreatpicture

Minat dan bakat anak adalah bentuk ekspresi kecerdasan yang dibawanya sejak lahir. Jika anak mama bisa menemukan minatnya sejak kecil lalu mendapat arahan yang tepat, dewasa kelak tinggal menikmati pencapaian prestasi atas bakatnya. Hal ini sangat baik dalam menumbuhkan rasa percaya diri.

Anak yang merasa memiliki keahlian di suatu bidang, lebih percaya diri saat tampil di muka umum. Ia merasa sudah punya modal yang bisa dibanggakan dari dirinya. Untuk itu penting sekali bagi Mama dan Papa membantunya menemukan minat bakat sejak dini.

Baca juga: Cara Mudah Jika Ingin Memiliki Brand Kecantikan Sendiri

2. Biarkan Si Anak berusaha sendiri

Publicdomainpictures/ Peter Griffin

Anak mama masih minim pengetahuan sehingga sering melakukan kesalahan. Kadang ia mengulang satu kesalahan yang sama sampai beberapa kali. Mama dan Papa mungkin gemas dan rasanya ingin menegur.

Tapi, selama kesalahan yang ia lakukan tidak berbahaya, sebaiknya biarkan ia menemukan jalan keluar sendiri. Cukup amati saja dari kejauhan sambil mengawasi. Ketika ia berhasil menemukan jalan keluar, rasa percaya diri akan muncul dengan sendirinya.

Baca juga: Bukan Gaya, Andien Prioritaskan Kenyamanan untuk Pakaian Anak

Misalnya si Anak sedang asyik memasang lintasan mobil mainan. Sudah berkali-kali dicoba tapi tidak pernah sesuai dengan gambar petunjuk. Mama mungkin gemas ingin membantu, tapi coba biarkan ia menyelesaikan sendiri.

3. Jangan terlalu banyak menegur secara kasar

Pixabay/ Ales Kartal

Terlalu sering menegur dan menyalahkan dengan kalimat kasar anak bisa menurunkan rasa percaya dirinya. Maka dari itu Mama perlu mengurangi dari sekarang.

Jika ia memang melakukan kesalahan, pertimbangkan apakah benar-benar perlu memberinya peringatan keras.

Anak yang sering menjadi sasaran kemarahan orangtua, tumbuh dalam ketakutan dan intimidasi. Ia menjadi kurang percaya diri karena takut salah. Atau bisa jadi ia tetap berani melakukan banyak hal, namun dalam keadaan sembunyi-sembunyi.

Baca juga: Anak Rewel dan Tantrum, Zaskia Adya Mecca Butuh Me Time 10 Menit

Ini sama buruknya dengan tidak memiliki kepercayaan diri.

4. Biarkan anak curhat dan Mama jadi pendengar saja

maxpixel.freegreatpicture

Orangtua yang baik harus bisa menjadi pendengar yang baik pula bagi anak. Terutama Mama yang lebih banyak berinteraksi dengan si Anak. Cukup dengan didengarkan ceritanya, membebaskan ia mengemukakan pendapat, sama dengan memupuk rasa percaya diri.

Langkah ini bisa dimulai dari menanyakan ada cerita apa di sekolah hari ini. Biarkan ia menceritakan semua yang terjadi di sekolah, barangkali termasuk prestasinya bisa menjawab soal sulit yang diberikan guru matematika.

5. Hindari membandingkannya dengan anak lain

Pixabay/ ambermb

Hal yang satu ini sering orangtua lakukan tanpa sadar. Ketika melihat anak lain seusia anak mama memiliki prestasi membanggakan, Mama secara refleks menceritakannya. Kadang dengan nada yang amat mengunggulkan dan menyuruh anak mama untuk bisa meniru.

Baca juga: FIMELA FEST 2019: Menjadi Diri Sendiri, Kebahagiaan yang Disarankan Aristoteles Sejak Zaman Dulu

Mungkin bagi Mama dan Papa, hal ini seperti sedang memberinya motivasi. Padahal ini sama saja mematikan semangatnya. Membuatnya merasa tidak memiliki kapabilitas dan minim prestasi. Lama-lama, ia makin merasa kurang percaya diri saat mengerjakan sesuatu atau tampil di depan banyak orang.

Duh, susah-susah gampang ya, membentuk kepribadian anak? Semangat Mama!

big-kid 6-9-years-old

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

RELATED POSTS

TRENDING ON PARENTING