?>
LADIESTORY.ID » COMMUNITY BLOG » HEALTH » 5 VAKSIN WAJIB UNTUK ANAK USIA 0 - 18 BULAN

5 Vaksin Wajib Untuk Anak Usia 0 - 18 Bulan

Kd Mumpuni
Penulis: Kd Mumpuni
Senin, 25 November 2019 | 01:15:18
Durasi baca: 2 menit, 18 detik
Dibaca: 13 kali
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

5 Vaksin Wajib Untuk Anak Usia 0 - 18 Bulan

Imunisasi sangat penting dan disarankan untuk dilakukan sejak lahir (0 bulan) hingga usia 6 tahun, sementara untuk remaja adalah pada rentang usia 7 hingga 18 tahun. 

Imunisasi penting terutama untuk anak-anak di bawah 7 tahun karena sistem kekebalan tubuh mereka belum membangun pertahanan yang diperlukan untuk melawan infeksi dan penyakit serius, sehingga akan berbahaya jika ada penyakit yang menyerang di usia muda tersebut. 

Walaupun sudah banyak yang tahu bahwa imunisasi itu penting, sayangnya masih ada beberapa orang tua di Indonesia yang masih percaya dengan desas-desus atau mitos yang mengatakan anak akan jatuh sakit setelah imunisasi. 

Baca juga: Berbagai Macam Tipe Kecerdasan Pada Anak

Di Indonesia, ada 5 jenis imunisasi wajib untuk bayi yang dapat diperoleh secara gratis di posyandu maupun rumah sakit swasta dan nasional :

1. Hepatitis B

Vaksin hepatitis B diberikan tiga kali. Yang pertama saat bayi baru lahir, paling lambat 12 jam setelah bayi lahir. Manfaatnya adalah untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke bayi saat proses persalinan. 

Vaksin kedua diberikan saat memasuki bulan pertama, kemudian yang ketiga diberikan antara bulan ke 3-6. Jika sampai usia 5 tahun anak belum mendapat imunisasi hepatitis B, maka dapat diberikan imunisasi susulan (catch-up vaccination) sebanyak 3 kali.

2. Polio

Polio dikenal juga dengan nama penyakit lumpuh layu. Penyakit menular ini disebabkan oleh virus dalam saluran pencernaan dan tenggorokan dan dapat mengakibatkan kelumpuhan kaki, tangan, maupun lumpuhnya otot pernafasan yang menyebabkan kematian. 

Baca juga: Mix and Match Pakaian Untuk Anak Kuliahan!


Vaksin polio diberikan sebanyak 4 kali sebelum bayi berumur 6 bulan, yaitu pada saat lahir, usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, kemudian diberikan lagi pada saat anak berusia 18 bulan dan 5 tahun.

3. BCG

Vaksin BCG berfungsi untuk mencegah anak terkena kuman tuberculosis yang dapat menyerang paru-paru dan selaput otak dan dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Vaksin BCG paling baik diberikan saat bayi berusia dua bulan.

4. Campak

Vaksin campak diberikan dua kali, yaitu pada usia 9 bulan dan 24 bulan. Jika anak sudah mendapat vaksin MMR saat berusia 15 bulan, maka vaksin campak yang kedua tidak perlu diberikan lagi. Manfaat dari vaksin ini adalah mencegah penyakit campak berat yang dapat menyebabkan pneumonia (radang paru), diare, dan bisa menyerang otak.

5. Pentavalen (DPT, HB, HiB)

Vaksin yang merupakan gabungan dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus), vaksin HB (hepatitis B), dan vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B) ini mampu mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri (infeksi selaput lendir hidung dan tenggorokan), pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak).  Vaksin pentavalen diberikan sebanyak 4 kali, yaitu pada usia 2,3,4, dan 18 bulan.

Baca juga: ASI yang Memiliki Peran Di 1000 Hari Kehidupan Pertaman Anak Didunia

Ketika Anda memilih membiarkan anak tidak mendapatkan imunisasi karena khawatir anak akan rewel, demam, menimbulkan ruam pada daerah bekas suntikan, atau alasan lainnya, pikirkanlah jangka panjang kesehatan anak Anda. 

Jika anak tidak menerima imunisasi secara lengkap, hal tersebut bisa berdampak pada kesehatan anak hingga remaja atau bahkan sisa hidupnya, karena tubuh mereka belum memiliki imunitas yang cukup kuat untuk melawan penyakit tertentu. Meskipun tubuh memiliki antibodi sendiri untuk melawan penyakit, imunisasi tetap harus dilakukan untuk mencegah segala kemungkinan buruk yang dapat menyerang.

vaksin wajib vaksin pentavalen vaksin imunisasi wajib imunisasi untuk bayi yang wajib

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

Tomy Dwi
Tomy Dwi
trims artikelnya
Tomy Dwi
Tomy Dwi
trims artikelnya

RELATED POSTS

TRENDING ON HEALTH