LADIESTORY.ID | LIFESTYLE | FAKTA PSIKOLOGI TENTANG JATUH CINTA

Fakta Psikologi Tentang Jatuh Cinta

LS Lifestyle
Durasi baca: 2 menit, 11 detik
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

Fakta Psikologi Tentang Jatuh Cinta

Rasa cinta adalah perasaan yang bisa dirasakan oleh semua orang, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Masing-masing orang mungkin memiliki pemahaman yang berbeda-beda tentang apa itu arti cinta sebenarnya. Hal ini seringkali membuat bingung dan bertanya-tanya mengenai apa itu arti cinta sebenarnya.Mengapa kamu bisa mencintai orang tersebut dengan begitu hangat dan dalam? Tentunya di dalam psikologi terdapat fakta menarik mengenai cinta yang perlu diketahui. Berikut adalah fakta psikologi tentang jatuh cinta.

5 Fakta Psikologi Tentang Jatuh Cinta

Cinta Bukanlah Hasrat dan Nafsu

Baca juga: 5 Karya Pengrajin Lokal Yang Akan Membuat Kamu Cinta Produk Lokal

Fakta psikologi tentang cinta yang pertama adalah kamu harus mampu membedakan antara cinta, hasrat dan nafsu. Tidak dipungkiri bahwa fisik menjadi salah satu faktor seseorang tertarik untuk menunjukkan cintanya padamu. Meski fisik menjadi faktor pemicunya, namun cinta, hasrat dan nafsu adalah hal yang berbeda. Dari segi neuropsikologi perbedaan hasrat nafsu dan cinta bisa dilihat dari areanya. Hasrat dan nafsu terdapat pada area motivasi dan reward dalam otak. Sedangkan cinta berada dalam area yang memiliki hubungan dengan kepedulian dan empati.

Dibutuhkan Kerja Keras Bersama Dalam Membangun Cinta

Cinta itu seperti rumah yang harus dibangun bersama dan dijaga keutuhannya. Seperti kelengkapan keluarga yang dapat menghangatkan diri individu di dalamnya. Untuk itu, membangun cinta membutuhkan kerja keras agar rasa cinta dapat abadi. Inilah mengapa cinta memiliki hubungan dengan pemikiran jangka panjang. Pasangan yang menyatu dalam cinta akan memunculkan pola perilaku seperti berpikir positif kepada pasangannya ketika sedang tidak bersama, saling mendukung situasi perkembangan pasangannya, mengusahakan berbagi pengalaman sehingga dapat saling belajar dan berkembang ke arah yang lebih baik.

Cinta Itu Menguatkan

Penguatan diri dipengaruhi secara reciprocal terhadap pasangan dan akan terjadi satu sama lain. Saling menguatkan diri dengan pasangan dapat menjadi motivasi tersendiri untuk memberikan dorongan individu dalam melakukan sesuatu. Misalnya dalam bekerja, kamu akan lebih bersemangat sehingga pekerjaan yang sedang dilakukan akan cenderung lebih sukses.

Jatuh Cinta Hanya Perlu Waktu Sebentar Saja

Mungkin ini adalah fakta cinta dalam psikologi dengan tagline cinta datang tiba-tiba. Hal ini berhubungan dengan waktu yang dibutuhkan seseorang untuk dapat jatuh cinta. Area saraf otak yang terlibat pada saat proses jatuh cinta berlangsung hanya terjadi sekitar seperlima detik saja.

Cinta Adalah Hal Yang Dilakukan Tanpa Syarat

Jika hal lain seperti rasa nyaman dan kepercayaan adalah bentuk prasyarat dari cinta, cinta sendiri adalah hal yang dilakukan tanpa syarat. Fakta psikologi tentang cinta ada pada bagian faal dapat dijelaskan dengan adanya pengiriman sinyal ke amygdala di bagian prefrontal cortex untuk dapat mematikan respon fight or flight. Hal ini dapat memengaruhi terhubungnya empati dan cinta. Namun jika seseorang memiliki pengalaman masa lalu yang pahit seperti adanya pengabaian, penyiksaan dan pengalaman mengancam lainnya akan lebih sulit untuk mematikan respon tersebut.

Sumber Foto Utama: istockphoto.com

Baca juga: Koleksi The Love Box Dari Frank & Co. Yang Penuh Makna Cinta

Fakta Psikologi Tentang Jatuh Cinta Jatuh Cinta Perasaan Jatuh Cinta Falling In Love Love

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

Related Posts

Trending On Lifestyle