Ladiestory.id » Lifestyle » Kehilangan Orang Tersayang, Hati-Hati dengan Sindrom Patah Hati yang Kamu Alami

Kehilangan Orang Tersayang, Hati-Hati dengan Sindrom Patah Hati yang Kamu Alami

Kamis, 10 Oktober 2019 | 02:30:00
Durasi baca: 1 menit, 31 detik
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

Kehilangan Orang Tersayang, Hati-Hati dengan Sindrom Patah Hati yang Kamu Alami

Fimela.com, Jakarta Sindrom patah hati atau yang dikenal broken heart syndrome adalah kondisi sementara yang terjadi akibat rasa stres terhadap situasi kehilangan orang tersayang. Seperti yang dilansir dari Self.com, kondisi ini biasanya dipicu oleh physical illness yang dialami seseorang.

Di saat kamu merasakan sindrom ini, maka hal yang dirasakan adalah rasa sakit pada dada seperti sedang mengalami heart attack! Dalam sindrom patah hati , biasanya jantung akan berdebar lebih cepat, dan kontraksi yang membuat dada terasa sesak. Broken heart syndrom kerap dipicu oleh reaksi dari stress dan juga hormon.

Sindrom ini juga kerap disebut dengan takotsubo cardiomyopathy, atau stress cardiomyopathy. Gejala ini sangat erat hubungannya dengan kondisi patah hati yang terjadi dan bisa dialami selama berhar-hari hingga berminggu-minggu.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Perempuan Indonesia Soal Urusan Kecantikan, Mana Nih yang Kamu Banget?

Sindrom patah hati

Gejala

Sindrom patah hati biasanya menyebabkan rasa sesak pada dada dan kamu akan mengalami nafas yang pendek. Jika ini berlangsung lama, waspadalah, karena bisa jadi akan berdampak serius.

Baca juga: 5 Bahan Alami yang Membantu Mengatasi Masalah Kulit Tubuh yang Kering


Di saat kamu mersa terlalu sesak dengan jantung yang berdebar tidak normal, maka segeralah hubungi dokter untuk diberikan tindakan penyelamatan yang tepat.

Beda broken heart syndrom dan sernagan jantung?

Serangan jantung secara umum disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh arteri. Hal ini menyebabkan pembuluh darah tersumbat dan aliran darah serta oksigen jadi kurang maksimal.

Risiko broken heart syndrom

Faktor risiko dari broken heart syndrom adalah:

Baca juga: Keindahan Destinasi Wisata Bak Surga Tersembunyi di Indonesia

Sex: Kondisi ini memiliki efek di saat seornag jauh dari pasangannya terlalu lama, maka akan mengalami sindrom ini.

Age: Hal ini sering dialami oleh orang yang berusia 50 tahun ke atas.

Psychiatric disorder: Jika kamu kerap merasa depresi, cemas berlebih, maka cenderung akan mengalami broken heart syndrom secara lebih mudah.

#GrowFearless with FIMELA

Baca juga: Seksi! Aksi Para Selebgram Indonesia saat Memakai Bikini

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

RELATED POSTS

TRENDING ON LIFESTYLE