Ladiestory.id » Travel » Legenda dan Mitos Pantai Parangtritis yang Penuh Misteri

Legenda dan Mitos Pantai Parangtritis yang Penuh Misteri

Rabu, 24 Juli 2019 | 06:00:00
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

 Legenda dan Mitos Pantai Parangtritis yang Penuh Misteri

Beberapa hari belakangan beredar poster yang berisikan ajakan untuk datang ke Pantai Selatan Yogyakarta atau Pantai Parangtritis sembari mengenakan baju berwarna hijau. Ajakan ini berhasil mengundang ribuan orang yang berminat akan datang.

Alasan ajakan ini adalah untuk membuktikan apakah mitos menggunakan baju hijau di Pantai Selatan dapat membuat si pemakai hilang atau tidak. Padahal mitos larangan menggunakan baju hijau di Pantai Selatan sudah ada sejak lama.

Baca juga: Anak Sulung akan Lebih Sukses dari Adik-adiknya? Mitos atau Fakta, Sih?

Bukan hanya mitos menggunakan baju hijau, masih ada mitos lain dan legenda Pantai Parangtritis yang lekat dengan Nyi Roro Kidul. Seperti apa legenda dan mitos tersebut?

Legenda Kanjeng Ratu Kidul dan Nyi Roro Kidul

Banyak anggapan kalau Kanjeng Ratu Kidul dan Nyi Roro Kidul adalah sosok yang sama. Padahal menurut legenda Kejawen, Kanjeng Ratu Kidul dan Nyi Roro Kidul adalah orang yang berbeda.

Baca juga: 8 Mitos Seks yang Masih Dipercaya Banyak Orang

Menurut legenda, Kanjeng Ratu Kidul mempunyai kuasa aras ombak di Samudera Hindia dengan istana yang terletak di jantung samudera. Di mitologi Jawa, Kanjeng Ratu Kidul adalah ciptaan Dewa Kaping Telu dan mengisi kehidupan sebagai Dewi Sri atau Dewi Padi.

Berbagai kisah dan kabar beredar kalau Kanjeng Ratu Kidul adalah pasangan spiritual dari para raja-raja di Kerajaan Mataram dan Yogyakarta. Wujud dari Kanjeng Ratu Kidul pun berbeda mengikuti waktu.

Baca juga: Updated : 4 Mitos Mengenai Sunscreen Yang Perlu Kamu Ketahui!

Konon, Sri Sultan Hamengkubuwono IX pernah bertemu dengan Kanjeng Ratu Kidul. Menurut pengakuannya, Kanjeng Ratu berwujud perempuan muda saat bulan purnama dan menjadi perempuan tua di waktu yang lain.

Kanjeng Ratu Kidul memiliki pembantu yang sangat setia, yakni Nyi Roro Kidul. Nyi Roro Kidul sangat menyukai warna hijau. Bahkan dalam legenda, kebaya dan kemben yang dikenakannya pun selalu berwarna hijau. 

Mitos Larangan Menggunakan Pakaian Warna Hijau di Pantai Selatan

Karena kesukaan Nyi Roro Kidul dengan warna hijau itulah, maka berkembang mitos kalau kita dilarang menggunakan pakaian berwarna hijau saat mengunjungi Pantai Selatan. Alasannya? Nyi Roro Kidul akan suka kepada mereka yang berpakaian warna hijau dan akan mengambil orang tersebut untuk dijadikan abdi atau pengikutnya. Atas dasar itulah banyak kasus orang hilang di Pantai Selatan selalu dikaitkan dengan mitos tersebut.

Selama ini kita mengira mitos larangan menggunakan pakaian warna hijau hanya berlaku di Pantai Parangtritis Yogyakarta. Padahal mitos ini nyatanya juga berlaku di sepanjang garis pantai selatan Pulau Jawa. Misalnya Pantai Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Cilacap, pantai-pantai di selatan Yogyakarta, hingga Semenanjung Purwa di Jawa Timur.

Baca juga: Anak Berisiko Stunting Bisa Dipicu dari Mitos Seputar Kehamilan

Pantai Parangtritis, Gerbang Menuju Kerajaan Dunia Lain

Meski garis pantai selatan terbentang dari ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa, namun Pantai Parangtritis menjadi pantai paling banyak menyimpan kisah mistis dibandingkan pantai lainnya. Banyak yang percaya kalau Pantai Parangtritis merupakan gerbang menuju kerajaan dunia lain.

Menurut pengakuan warga di sekitar Pantai Parangtritis setiap malam sekitar pukul 1-2 dini hari, sayup-sayup akan terdengar suara gamelan dari arah pantai. Padahal pantai sedang sepi. Jika kamu mendengarnya, konon rombongan Nyi Roro Kidul sedang lewat dari Pantai Parangtritis menuju Gunung Merapi.

Entah hal ini betul atau tidak, yang jelas banyak saksi sudah mendengar sendiri suara gamelan di tengah malam. Kamu sendiri pernah dengar suara gamelan tersebut?

Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, ada baiknya kita menghormati budaya masyarakat lokal di sana. Jangan sampai menantang atau merusak alam hanya karena kebutuhan konten di media sosial saja ya.

Baca juga: Ini 3 Mitos Skin Care yang Tidak Perlu Kamu Percaya Lagi

lifestyle travel

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

RELATED POSTS

TRENDING ON TRAVEL