?>
LADIESTORY.ID » LIFESTYLE » LEWAT PAMERAN KARYA DIVINE TOUCH RAYAKAN USIA 25 TAHUN INTERNI ASIA

Lewat Pameran Karya Divine Touch Rayakan Usia 25 Tahun Interni Asia

Jum'at, 11 Oktober 2019 | 01:20:21
Durasi baca: 1 menit, 38 detik
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

Lewat Pameran Karya Divine Touch Rayakan Usia 25 Tahun Interni Asia

Sudah seperempat abad berlalu sejak Rika Thohir mendirikan Interni Asia pada tahun 1994. Sebagai distributor kain spesialis interior kala itu, merek-merek yang dihadirkan tidak sembarangan, meliputi Robert Allen dan Beacon Hill. Kualitas bertaraf internasional menjadi standar yang tak dikompromikan.

Baca juga: Mix and Match Pakaian Untuk Anak Kuliahan!

interni asia - divine touch

Kini, kiprahnya telah sampai di era perak. Kuantitas pilihan berkualitas yang ditawarkan kian beragam. Para pelanggan bisa menemukan nama-nama premium penyedia bahan material untuk produk interior mulai dari Armani/Casa, Dominique Kieffer, James Hare, Jim Thompson, Nitas, Rubelli, Sandberg, Thibaut, hingga VC.

Baca juga: Langkah diet untuk anak muda usia 20an


Perjalanan panjang Interni Asia dipestakan bulan September 2019 silam. Bersituasikan di showroom-nya di Jalan Barito, Jakarta, sebuah pameran artistik dibuka untuk publik selama tujuh hari (13-19 September 2019). 10 karya meliputi lima instalasi desain perabot dan lima rancangan gaun malam nan megah ditampilkan dalam tema Divine Touch, 25 Years of Weaving Luxury yang terinspirasi legenda King Midas, seorang raja yang mampu mengubah setiap benda menjadi emas hanya dengan menyentuhnya.

Baca juga: Kartini Modern: Azalea Ayuningtyas bersama Du Anyam Bawa Anyaman Karya Perempuan Indonesia Timur Mendunia

Interni Asia menggandeng lima desainer interior serta lima perancang busana Indonesia untuk berkreasi menggunakan kain ruangan. Ruang pameran terbagi dalam dua zona. Menyambut para pengunjung di lantai dasar showroom , empat kursi berwajah atraktif ditata berbaris mujur ke belakang. Shirley Gouw, Sammy Hendramianto, Agam Riadi, dan Prasetio Budhi, masing-masing merancangnya dengan mengaplikasikan kain wallpaper merek Jim Thompson dalam interpretasi gaya pribadi.

Baca juga: Ini Daftar Rekomendasi Merek Lipstik Terbaik Sesuai dengan Usia

Di dekat tangga, sebuah patung kuda menopang tiang besi bercabang serupa ranting dan tersarung kain berserat mencuri perhatian. Karya Thommas Elliott itu mengantarkan para pengunjung menuju lantai atas yang telah disulap menjadi galeri mode. Manekin-manekin berbalut gaun malam bersiluet megah rancangan Adrian Gan, Didi Budiardjo, Eddy Betty, Rinaldy A.Yunardi, dan Sebastian Gunawan ditata menyebar di lantai dua.

Baca juga: Tampil Cantik Dengan Mix and Match Celana Kulot Kesayangan Di Segala Suasana, Bikin Penampilan Terlihat Menarik!

Para desainer mode ditantang mengubah kain wallpaperyang pernah digunakan membuat kostum serial televisi Games of Thronedari Rubelli dan Dedar menjadi adibusana nan ekspresif. Pengunjung pameran yang hadir pada malam pembukaan dapat menawar gaun-gaun tersebut dalam kegiatan lelang yang digagas demi mengumpulkan donasi sosial.

Harapan saya karya-karya ini mampu menginspirasi sekaligus membuktikan bahwa kain interior mampu merepresentasikan cita rasa dan gaya hidup, ujar Rika Thohir.

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

RELATED POSTS

TRENDING ON LIFESTYLE