Ladiestory.id » Community Blog » Lifestyle » Menikah Tanpa Pacaran Bisa Bahagia? Percaya atau Tidak?

Menikah Tanpa Pacaran Bisa Bahagia? Percaya atau Tidak?

Lela Ummu Husna
Senin, 07 Oktober 2019 | 08:45:42
Durasi baca: 3 menit, 30 detik
Dibaca: 166 kali
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

Menikah Tanpa Pacaran Bisa Bahagia? Percaya atau Tidak?

Mustahil kata anak jaman sekarang! Menikah tanpa pacaran artinya menjerumuskan diri kedalam penderitaan. Sehingga kebanyakan mereka memilih untuk pacaran terlebih dahulu untuk saling mengenal satu sama lainnya. Mereka selalu beropini bahwa "yang diawali dengan pacaran bertahun-tahun saja bisa berpisah, apalagi jika tanpa pacaran? Sungguh mustahil".

Pada akhirnya, hanya cinta yang tuluslah yang bisa langgeng hingga akhir hayat. Dan tidak mustahil jika pernikahan itu tidak diawali dengan pacaran. Pada jaman dahulu, orang tua kita banyak yang menikah dikarenakan perjodohan, kenyataannya mereka bahagia hingga tua walau sebelumnya tidak saling cinta. Dalam Islam juga ada yang namanya taaruf, yakni proses saling mengenal sebelum pernikahan yang metode nya jauh dari berdua-duaan layaknya pacaran.

Lalu bagaimana caranya kita bisa bahagia menjalin pernikahan tanpa pacaran terlebih dahulu? Simak tips nya berikut ini:

Baca juga: Segera Menikah, Ini 10 Potret Perjalanan Cinta Adly Fairuz dan Kekasih

Sebelum menikah tentunya harus mengenal terlebih dahulu calon pasangan kita, tapi mengenal calon pasangan tidak melulu harus pacaran loh!

Dalam Islam, taaruf adalah proses saling mengenal antara pria dan wanita dengan perantara dari masing-masing pihak. Bisa meminta orang tua langsung sebagai mediatornya, atau bisa melalui guru atau Ustadz yang kita percayai. Cara ini bisa menjadi pilihan terbaik agar hubungan pernikahan dijauhkan dari hal yang buruk misalnya perzinahan dan maraknya aborsi dikarenakan hamil diluar nikah.

Selain taaruf ada lagi cara yang bisa dipilih, yakni meminta orang tua kita untuk mencarikan jodoh yang sesuai kriteria kita. Bicarakan baik-baik dengan ayah dan ibu ya. Tidak perlu sungkan dan malu, meminta kepada orang tua justru lebih baik karena mereka tentunya tidak ingin anaknya menderita. Pastinya mereka akan mencarikan jodoh terbaik untuk anak tercintanya. 

Mempunyai visi dan misi yang sama dalam pernikahan. Apa tujuan kalian menikah?

Semua yang menikah tentu tujuannya ingin bahagia, namun untuk mencapai kebahagiaan yang kita tuju itu perlu langkah-langkah kecil yang dibuat bersama, agar bisa seirama dan satu jalan dengan pasangan. Bukan hal aneh jika suami dan istri selalu ada perbedaan pendapat, oleh karena itu tugas keduannya lah yang harus menyatukan visi dan misi agar sejalan untuk mencapai bahagia dalam biduk rumah tangga.

Baca juga: Sempat Pacaran Diam-Diam, Begini Kisah Cinta Ussy dan Andhika Pratama


Percaya dengan cinta setelah akad? Jika tidak, sekaranglah waktunya kamu untuk percaya dan yakin. 

Cinta itu milik tuhan, Dia lah yang menyuburkan benih cinta pada setiap insan. Cinta akan lahir diwaktu yang tepat yakni setelah akad itu terucap. Cinta sebenarnya bukan sekedar harapan dan gombalan, tapi ketika kamu dan dia berada di pelaminan, itulah bukti cinta sebenarnya.

Menyadari bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan, begitupun dengan pasanganmu 

Tidak ada manusia sempurna, begitupun dengan pasanganmu. Ia hanyalah manusia biasa dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Menikah itu saling melengkapi, tutupi kekurangannya dengan kelebihanmu dan jadikanlah pula kelebihannya untuk menutupi kekuranganmu. Jika kekurangan itu bisa dirubah, maka bantulah ia untuk memperbaikinya.

Pernahkah kamu jatuh cinta? Pernahkah pula kamu mendengar bahwa “cinta itu buta”? percaya? Ketika kamu merasakan jatuh cinta, tentu yang terlihat hanyalah kelebihannya saja, bahkan kekurangan yang nampakpun kamu tidak akan menghiraukannya karena semua kekurangan itu tertutupi dengan cinta. Maka dari itu, buatlah dirimu untuk terus jatuh cinta dengan pasanganmu, maka yang ada hanyalah kata syukur dengan segala kelebihannya yang paling nampak dimatamu. 

Baca juga: Ini 7 Quotes yang Mampu Membuatmu Menghargai Diri Sendiri

Belajarlah untuk tidak saling menuntut, pelajarilah bersama-sama mengenai hak dan kewajiban suami istri. 

Ketika kita memutuskan untuk berlayar mengarungi bahtera rumah tangga, kita akan dihadapkan dengan berbagai hak dan kewajiban sebagai pasangan suami dan istri. Pelajarilah hak dan kewajibanmu, jika kamu seorang istri fokuslah kepada kewajibanmu kepada suamimu saja, jika kamu memaksimalkan diri dalam menjalankan kewajibanmu sebagai istri niscaya suamimu pun akan memaksimalkan diri pula melaksanakan kewajibannya sebagai suami tanpa harus selalu fokus pada hak hak yang harus diterima olehnya. 

Jangan pelit dengan 3 kata berikut ini, yakni “maaf”, “tolong”, dan “terimakasih” 

Sebagai manusia yang beretika dan beradab, kita diajarkan untuk saling menghargai sesama. Jika kepada orang lain saja kita wajib beretika yang baik maka kepada pasangan haruslah lebih beretika dan beradab. Kata maaf, tolong dan terima kasih sering sekali terlupakan jika sudah berhadapan dengan orang terdekat. Namun jika 3 kata tersebut kamu biasakan, maka akan berdampak baik bagi hubunganmu. Ucapan yang ringan namun akan terasa berat jika kamu selalu mengedepankan gengsi dan keegoisan yang akan menghancurkanmu dan menghancurkannya. Mulai sekarang biasakan mengucapkan 3 kata tersebut dan lihatlah respon positif yang akan kamu terima dari pasanganmu.

Ingatlah, kebahagiaan milik mereka yang ingin bahagia. Berbahagialah dengan caramu masing-masing, dan jadikanlah pasanganmu sebagai raja dan ratu dalam hidupmu.

Baca juga: Pacaran Naik Motor Itu Jauh Lebih Romantis, Tapi Ingat 5 Hal Ini Ya

pernikahan bahagia tips bahagia tips pernikahan cinta tanpa pacaran menikah tanpa pacaran hukum pacaran

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

RELATED POSTS

TRENDING ON LIFESTYLE