Ladiestory.id » Travel » Para Travelers, Ini 5 Risiko Kesehatan Terlalu Sering Bepergian Menggunakan Pesawat

Para Travelers, Ini 5 Risiko Kesehatan Terlalu Sering Bepergian Menggunakan Pesawat

LS Travel
Penulis: LS Travel
Senin, 06 Januari 2020 | 03:25:56
Durasi baca: 3 menit, 1 detik
Dibaca: 5 kali
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

Para Travelers, Ini 5 Risiko Kesehatan Terlalu Sering Bepergian Menggunakan Pesawat

Menggunakan moda transportasi pesawat ketika bepergian menjadi alternatif utama ketika kita bepergian ke tempat yang lumayan jauh, namun butuh waktu perjalanan yang sangat singkat. Misalnya saja, penerbangan dari Lampung ke Jakarta membutuhkan waktu tidak sampai 1 jam, jika tak ada kendala cuaca. Berbeda jika kita menggunakan moda transportasi laut seperti feri untuk menyebrang ke Jakarta yang memakan waktu 2-3 jam, belum lagi harus menaiki bus yang tentunya akan berkutat pada kemacetan. Namun, di balik kemudahan menggunakan pesawat sebagai transportasi tercepat, tentu ada kekurangannya juga, Ladies. Berikut ini ada 5 risiko kesehatan terlalu sering bepergian menggunakan pesawat yang perlu kamu tahu.

1. Jet lag

Jet lag
sumber: freepik.com

Salah satu risiko yang paling sering dialami para travelers ketika bepergian menggunakan moda transportasi pesawat adalah jet lag. Seperti yang kita tahu, jet lag adalah semacam gangguan tidur sementara yang kerap dialami oleh pelancong yang melakukan penerbangan panjang dengan melewati satu atau beberapa zona waktu yang berbeda. Misalnya saja, penerbangan antar negara atau penerbangan antar benua. Uniknya, semakin banyak zona waktu yang akan kita lalui, maka semakin besar juga risiko kita mengalami jet lag. Gejalanya berupa kelelahan, perubahan mood, mual, dehidrasi, dan kesulitan dalam berkonsentrasi. Biasanya, kita membutuhkan waktu 1-2 hari untuk menyembuhkan jet lag jika kita melintasi 1 zona waktu, Ladies.

2. Gangguan pendengaran sementara atau ear barotrauma

Gangguan pendengaran sementara atau ear barotrauma
sumber: freepik.com

Menurut The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), rata-rata tingkat kebisingan suara dalam setiap penerbangan bisa mencapai 110 desibel (dB). Nah, masalahnya batas aman kebisingan suara yang bisa diterima telinga manusia adalah 88 desibel (dB) dalam waktu 4-5 jam penerbangan. Jika kamu terlalu sering menggunakan moda transportasi pesawat hingga mencapai atau melebihi rata-rata tingkat kebisingan suara itu, maka akan ada kemungkinan kamu akan mengalami gangguan pendengaran sementara atau tuli. Untuk mengatasi gangguan pendengaran sementara itu, kamu bisa mengunyah permen karet atau meminum air. Supaya gangguan pendengaran tidak berangsur lama.

Baca juga: Masalah Kesehatan jadi Alasan Lain Raffi Ahmad Pamit dari Dunia Hiburan

3. Mengalami flu

Mengalami flu
sumber: freepik.com

Biasanya, moda transportasi pesawat tidak memiliki ruang lingkup sirkulasi udara yang cukup, Ladies. Sehingga, akan mudah bagi virus influenza yang keluar ketika seseorang bersin untuk menyebar dan berpindah, lantas hinggap di beberapa tubuh orang lain di dalam pesawat. Tak cuma itu, menurut Journal of Environmental Heart Research, flu yang dialami bisa terjadi karena rendahnya kelembapan di dalam pesawat. Maka itulah, jika kamu berencana menggunakan moda transportasi pesawat baik untuk perjalanan jarak jauh maupun dekat, kamu harus menjaga sistem imunitas tubuh sebelumnya. Agar kamu tak mudah terserang berbagai macam penyakit.

4. Terjadinya penggumpalan darah

Terjadinya penggumpalan darah
sumber: freepik.com

Gangguan kesehatan yang satu ini adalah yang paling penting untuk dihindari, yaitu terjadinya penggumpalan darah. Biasanya, bagian tubuh yang mengalami kondisi ini adalah kaki atau disebut deep vein thrombosis. Kondisi ini bisa terjadi apabila kita terlalu lama berada dalam kabin yang sempit, sehingga kaki kita sulit bergerak dan hanya diam saja di satu tempat yang sama selama berjam-jam. Lebih parah, jika kita terus membiarkan kondisi seperti ini terlalu lama, bisa menyebabkan emboli paru atau suatu kondisi ketika satu atau lebih arteri di paru-paru terhalang oleh penggumpalan darah. Untuk mengatasinya, kamu bisa mengambil beberapa waktu untuk sekadar berjalan-jalan di sekitar kabin serta kenakanlah pakaian yang nyaman dan cukup longgar.

5. Dehidrasi

Dehidrasi
sumber: freepik.com

Bagi kamu yang malas minum air putih di manapun dan kapanpun, kamu harus mulai sering-sering menenggak air putih, terlebih sebelum melakukan penerbangan yang terlalu sering, Ladies. Sebab, ruangan dalam pesawat biasanya memiliki tingkat kelembapan yang sangat rendah, sehingga kamu perlu meminum air lebih banyak agar terhindar dari dehidrasi, baik untuk organ dalam tubuh maupun untuk kulitmu. Beberapa gejala yang akan muncul ketika kamu mengalami dehidrasi adalah kulit kering, masalah pernapasan, sakit kepala, mata cekung, dan sembelit.

Itulah 5 risiko kesehatan yang bisa menyerangmu jika terlalu sering menggunakan moda transportasi pesawat untuk bepergian.

sumber foto cover: magazin.123optic.de

Baca juga: Berbagai Cara Menjaga Kesehatan Anggota Keluarga


travel. traveling perjalanan health pesawat risiko kesehatan terlalu sering naik pesawat kesehatan traveler

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

RELATED POSTS

TRENDING ON TRAVEL