Ladiestory.id » Parenting » Penting Nih! Cara Ciptakan Rumah Aman dan Bebas Racun untuk Bayi

Penting Nih! Cara Ciptakan Rumah Aman dan Bebas Racun untuk Bayi

Jum'at, 06 September 2019 | 12:00:00
Durasi baca: 3 menit, 6 detik
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

 Penting Nih! Cara Ciptakan Rumah Aman dan Bebas Racun untuk Bayi

Momen saat bayi belajar merangkak dan berjalan adalah momen yang sangat membahagiakan. Tetapi, seiring dengan milestone tersebut, orangtua perlu menjaga keamanan ekstra. Bukan hanya menghindari anak terluka karena jatuh atau terbentur, melainkan juga menjaga anak agar tidak bersentuhan dengan benda-benda yang beracun.  Di usia mulai 10 bulan, bayi mulai mengeksplorasi sekitarnya dengan cara memasukkan benda-benda  ke dalam mulut, tanpa mengetahui risikonya.

Di antara semua ruangan yang ada di rumah, para ahli menyarankan untuk memberikan perhatian khusus pada dapur dan kamar mandi. Di kedua tempat itu, banyak disimpan benda-benda beracun, seperti produk pembersih kamar mandi, kosmetik dan produk perawatan pribadi, obat-obatan, baterai, gas hingga racun hama.

Baca juga: Tanda Bayi Sudah Siap untuk Menerima MPASI

Yuk, Ma, ciptakan rumah bebas jangkauan benda-benda beracun dari bayi. Berikut tips dari Popmama.com yang bisa Mama terapkan.

Baca juga: Enak, Ini 10 Makanan Ibu Hamil Supaya Bayi Terlahir Cerdas

1. Simpan bahan kimia berbahaya di tempat terkunci

Freepik/Zaikina

Simpan semua obat-obatan, deterjen, pestisida dan bahan-bahan kimia berbahaya lain di dalam lemari tertutup. Tak cukup hanya meletakkannya di tempat yang tinggi, karena anak masih bisa menggunakan akalnya memanjat dan mengambilnya. Sebaiknya pilih lemari yang dapat dikunci dan simpan kuncinya di tempat yang hanya diketahui orang dewasa di rumah.

2. Simpan obat-obatan di lemari terkunci

Freepik/Eva058929

Sama seperti bahan kimiawi, sebaiknya simpan obat-obatan di lemari khusus yang bisa dikunci agar anak tak bisa menjangkaunya. Seringkali obat-obatan memiliki bentuk dan warna yang membangkitkan rasa penasaran si Kecil. Mereka tergerak akan kemenarikan tersebut tanpa mengetahui obat-obatan bukanlah makanan yang bisa dikonsumsi dan memakannya tanpa sepengetahuan orangtua Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, singkirkan semua obat-obatan dari jangkauan si Kecil. 

Baca juga: Talkshow Hingga Pijat Bayi, Ini Aktivitas di Popmama Parenting Academy

Penting pula menghindari membuang obat-obatan kedaluarsa di tempat sampah. Jika Mama tidak dapat menemukan tempat pembuangan resmi, buang obat dengan cara mengguyurnya ke dalam toilet segera setelah obat-obatan itu tidak lagi digunakan. 

Cara ini mungkin bukan yang terbaik karena dapat mencemari air tanah. Namun, cara inilah yang lebih aman ketimbang membuangnya di tempat sampah yang berpeluang ditemukan anak.

3. Hindari menyimpan benda beracun dan obat-obatan dalam wadah makanan

Freepik

Simpan obat-obatan, pestisida dan deterjen dalam wadah aslinya. Para Mama biasanya menyimpan barang-barang tersebut dalam wadah bekas makanan karena lebih praktis. Tetapi, hal ini justru menimbulkan bahaya. Banyak kasus keracunan terjadi saat anak mengira cairan pembersih lantai adalah jus apel karena ditempatkan di wadah yang sama. 

4. Jauhkan baterai dari anak-anak

Freepik/freepic.diller

Jangan biarkan anak-anak bermain dengan baterai atau perangkat elektronik, seperti remote control yang mengandung baterai. Baterai berukuran kecil seringkali tak sengaja tertelan anak yang dapat meningkatkan risiko terjebak di tenggorokan atau usus anak. Hal ini tak dapat disepelekan begitu saja lho, Ma, karena dapat menimbulkan luka parah, bahkan kematian.

Baca juga: Aturan Memberikan MPASI Pertama untuk Bayi Usia 6 Bulan

5. Jangan menyebut obat sebagai permen

Freepik/Zilvergolf

Tak dipungkiri, orangtua seringkali kewalahan saat anak menolak minum obat. Akhirnya orangtua mengalihkan perhatian anak dengan menyebut obat sebagai permen. Bahayanya, anak bisa saja menganggap semua obat sebagai permen dan menganggapnya bisa dimakan dengan bebas. Ini sangat berbahaya karena anak bisa memakannya dalam jumlah banyak karena dianggap seenak dan seaman makan permen yang sebenarnya. 

6. Pastikan semua benda berbahan gas di rumah dalam keadaan aman

Freepik/Navintar

Untuk mencegah penyebaran gas yang mengandung karbon monoksida, pastikan semua peralatan yang mengandung gas dalam keadaan aman. Pasang detektor yang berbunyi jika tingkat karbon monoksida dalam ruangan meningkat. Penting dipahami, kebocoran gas karbon monoksida seringkali tak disadari karena gas tersebut tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Tetapi dapat mengakibatkan kematian.

Jika anak ketahuan menelan benda beracun, segera bawa ke rumah sakit. Sekalipun tampak baik-baik saja, tetapi zat beracun perlu segera dikeluarkan dari tubuh anak. Terlebih jika anak tidak sadar, kejang dan sulit bernapas. 

Baca Juga:

Baca juga: Agar Tidak Gumoh, Ini 4 Cara Menyendawakan Bayi yang Tepat

  • Apa yang Harus Dilakukan Jika Bayi dan Anak Makan Tinta Spidol?
  • Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Menelan Koin dan Benda Asing Lain?
  • Penting Diketahui! Menjaga Obat-obatan Jauh dari Jangkauan si Kecil

baby 7-12-months

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

RELATED POSTS

TRENDING ON PARENTING