Ladiestory.id » Lifestyle » Pentingnya Pengembangan Diri di Usia 20-an untuk Beberapa Tujuan di Hidup Ini

Pentingnya Pengembangan Diri di Usia 20-an untuk Beberapa Tujuan di Hidup Ini

LS Lifestyle
Kamis, 28 November 2019 | 04:57:22
Durasi baca: 3 menit, 51 detik
Dibaca: 2 kali
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

Pentingnya Pengembangan Diri di Usia 20-an untuk Beberapa Tujuan di Hidup Ini

Usia 20-an adalah fase pertama menuju kedewasaan hidup, terlebih bagi seorang wanita. Biasanya, pada usia inilah kita mulai mencari dan memahami makna hidup agar mendapat keselarasan antara logika dan hati, serta jiwa dan raga. Tak jarang, di usia ini pula lah kita semakin selektif ketika memilih teman, pasangan, guru, orang yang dipercaya, serta pekerjaan.

Jika di zaman dulu kita kerap mengikuti kemauan orang tua agar mau mengambil profesi yang mereka harapkan atau mereka tanamkan kemampuannya di dalam diri kita, sekarang kita bisa menepis permintaannya dengan sopan. Misalnya saja, ketika orang tua berharap kita menjadi pekerja kantoran, dokter, manajer, dan pekerjaan besar lainnya, namun di dalam lubuk hati yang terdalam, kita malah ingin menjadi entrepreneur, content creator, influencer, vlogger, dan lainnya. Lantas, kita bisa menolaknya perlahan sembari menunjukkan bukti hasil kerja keras kita mewujudkan impian. Namun, nyatanya proses mengembangkan diri tak hamya sampai di situ saja, Ladies. Sebab masih ada 5 tujuan pengembangan diri yang mesti kita wujudkan sebelum puas dengan yang ada.

1. Membangun prinsip hidup

Membangun prinsip hidup
sumber: freepik.com

Jika di awal menginjak usia belasan tahun yang kamu lakukan adalah mencari jati diri, maka di usia 20-an kamu akan mulai mencari prinsip hidup. Seorang yang patuh akan prinsip pribadinya akan memegang nilai hidupnya secara teguh dan tak akan mudah terusik pengaruh dari orang lain. Di fase inilah kamu akan mulai menyusun tujuan hidupmu perlahan. Dimulai dari menuliskan hal-hal apa saja yang kamu sukai dan tidak sukai, apa saja yang akan kamu lakukan dan tinggalkan, dan bagaimana strategi untuk mencapainya, serta rencana cadangan apabila kamu gagal meraihnya. Kamu bisa memulainya dengan menuliskannya di dalam sebuah jurnal. Ketika kamu sudah selesai menuliskannya, kamu akan melihat secara jelas, bagaimana kepribadian dan karaktermu yang sebenarnya. Biasanya, hal ini bisa membantumu mengurangi jumlah kegagalan lho, Ladies.

Baca juga: Ini 7 Quotes yang Mampu Membuatmu Menghargai Diri Sendiri

2. Menemukan apa yang membuatmu bahagia

Menemukan apa yang membuatmu bahagia
sumber: freepik.com

Hidup tak melulu soal karir, kejayaan, atau kesuksesan secara materi, tetapi juga kebahagiaan lahir dan batin. Terkadang, keberhasilan terasa sia-sia saja kalau kita tidak memiliki ketenangan dan kegembiraan hati dan pikiran setiap saat. Sebab itulah, penting banget untukmu agar dapat menemukan segala hal yang bisa membuatmu bahagia. Misalnya, sekadar me time di rumah, ngopi dengan sahabat atau pasangan di kafe kecil yang cozy, atau bermain alat musik bersama anak-anak panti asuhan. Hal-hal yang dibutuhkan batin agar kesehatan mental tetap terjaga. Serta membuat kita bisa mengurangi stres dan terhindar dari ketidakseimbangan rasa di dalam tubuh. Selain itu, perasaan bahagia juga bisa mengurangi pikiran negatif lho, Ladies. Sehingga, kamu pun juga akan terhindar dari serangan beragam penyakit.

3. Mencari dan menerima kelemahan dan kekuatamu

Mencari dan menerima kelemahan dan kekuatamu
sumber: freepik.com

Ketika kita mengetahui apa saja hal yang menjadi kelemahan kita, bukan berarti kita adalah manusia yang lemah, Ladies. Begitu pula ketika memahami apa yang menjadi kekuatan kita, bukan berarti pula kita adalah superwoman. Tetapi, kita tetaplah manusia yang wajar-wajar saja jika memiliki keduanya. Kelemahan harus bisa kita terima dengan lapang dada dan justru bersyukurlah ketika telah menyadarinya. Sebab, jika kita sudah tahu apa kelemahan kita, maka kita akan lebih mudah untuk mengontrol segala sesuatu yang mungkin terjadi dan menyerang sisi lemah kita. Kita pun juga akan terhindar dari sifat sombong. Sedangkan, kalau kita sudah mengetahui apa yang menjadi kekuatan kita, tentu kita bisa mengasahnya lebih tajam agar bisa menjadi ladang penghasilan dan kebahagiaan yang tak pernah habis.

4. Berusahalah untuk tetap melakukan perawatan diri dan menerapkan self love

Berusahalah untuk tetap melakukan perawatan diri dan menerapkan self love
sumber: freepik.com

Ketika kita sudah mulai sibuk dengan berbagai kegiatan, pekerjaan, pertemuan dengan rekan kerja dan teman-teman nongkrong, seringkali kita melupakan kebutuhan diri sendiri dan lebih mementingkan keberadaan orang lain demi membuat mereka bahagia. Sebaiknya, kita tetap tidak melupakan diri sendiri yang juga butuh nutrisi, tidur yang cukup, skincare yang rutin di malam hari, serta me time untuk membahagiakan diri sendiri. Sebab, kebutuhan diri sendiri harus tetap terpenuhi agar kita terhindar dari berbagai penyakit. Tentu, tak hanya penyakit fisik, tetapi juga mental. Bagaimanapun, satu-satunya manusia yang paling setia kepadamu adalah dirimu sendiri, Ladies.

5. Menjadi orang yang berguna untuk orang lain

Menjadi orang yang berguna untuk orang lain
sumber: freepik.com

Setelah kita menemukan kedamaian di dalam diri, sebaiknya kita juga bisa menularkannya kepada orang lain. Sebab, tak ada yang lebih membahagiakan selain bisa berguna untuk orang lain, Ladies. Nyatanya, berbagi bisa membuat kita lebih bahagia dan merasa menjadi manusia yang berguna. Berbagi di sini tak cuma sekadar membagikan rezeki, tetapi juga berbagi ilmu, pengalaman, membantu dalam bentuk jasa, mendengarkan curahan hati teman, dan lain sebagainya. Pastinya, tak cuma kebahagiaan yang bisa kita rasakan, tetapi juga pengalaman yang semakin melimpah. Terlebih ketika kita bertemu, bersahabat, dan saling berbagi dengan orang-orang baru.

Pentingnya pengembangan diri di usia 20-an ini tentu akan menjadikanmu manusia yang lebih bijak, bersikap sederhana, dan mampu menerima kekurangan orang lain ketika kamu beranjak dewasa seiring berjalannya waktu.

Baca juga: Membangun Ikatan Batin dengan Anak Sesuai Tahapan Usia (Bagian 3-habis)


lifestyle gaya hidup usia dua puluh pengembangan diri self care self love hidup tujuan hidup

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

RELATED POSTS

TRENDING ON LIFESTYLE