?>
LADIESTORY.ID » LIFESTYLE » REVIEW BUKU BOY TOY: KISAH CINTA BEDA USIA DAN KEPERCAYAAN DIRI

Review Buku Boy Toy: Kisah Cinta Beda Usia dan Kepercayaan Diri

Sabtu, 05 Oktober 2019 | 09:30:00
Durasi baca: 2 menit, 16 detik
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

 Review Buku Boy Toy: Kisah Cinta Beda Usia dan Kepercayaan Diri

Kisah cinta beda usia kadang masih menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat Indonesia. Terlebih lagi jika yang lebih tua adalah sosok perempuannya, pasti akan ada saja komentar negatif tentang hubungan pasangan tersebut.

Padahal hubungan yang berbeda usia sangat tak masalah. Selagi keduanya bahagia menjalaninya, tak perlu ada yang diributkan bukan?

Kisah itulah yang menjadi tema besar dalam novel Boy Toy. Novel yang masih menjadi satu kesatuan dengan novel The Wanker ini menghadirkan kisah cinta unik antara sosok dosen dan member boyband. Bagaimana review buku ini? Simak yuk!

Baca juga: Resep Body Lotion Untuk Kulit Kering Buatan Sendiri

Sinopsis: Dari Benci Jadi Cinta, Kisah Cinta Unik Antara Member Boyband dan Dosen

Lea sangat tak suka boyband. Apapun itu. Sebab menurutnya, boyband identik dengan laki-laki muda yang populer dan digilai oleh banyak perempuan yang usianya jauh di bawahnya. Lea juga tak pernah menyangka akan berpacaran dengan brondong. Apalagi brondong itu adalah member boyband Pentagon, boyband paling hits saat ini.

Suatu hari, Lea tak sengaja bertemu dengan para member Pentagon dan salah satu dari mereka menarik perhatiannya. Taran namanya.

Sebuah insiden terjadi di hotel tempat Taran dan Lea menginap. Insiden itu membuat Taran jatuh hati dengan Lea. Lea yang mengetahui kalau Taran menyukainya, mati-matian menghindari Taran.

Bukan hanya karena usianya yang jauh lebih muda dari dirinya. Lea bahkan merasa hatinya sudah mati dan tak bisa membuka hati lagi untuk pria mana pun karena masa lalunya yang kelam.

Kisah yang Sarat Kepercayaan Diri dan Girl Power

Membaca kisah Lea dan mengetahui bagaimana karakternya membuat saya menyukai sekaligus sebal dengan sosoknya. Saya menyukai Lea karena ia sosok yang mandiri, punya kekuatan dan percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Ya meskipun di sisi lain saya sebal dengannya. Sebab, kekuatannya itu justru membuatnya nyaris kehilangan cinta sejatinya.

Baca juga: Mudah! Yuk Buat Sendiri DIY Eyeshadow dengan Bahan Alami


Terlepas dari kisahnya bersama Taran, saya salut dengan Alia Azalea, sang penulis bisa menggambarkan sosok Lea dengan begitu baik yang saya rasa merupakan hasil dari riset yang cukup mendalam. Sebab, mengetahui sosok Lea yang berprofesi sebagai dosen, penggambaran pola pikir Lea dituliskan dengan cukup dalam. Hal ini membuat saya teryakinkan kalau Lea memang benar-benar dosen di kehidupan nyata.

Setting Lokasi di Jakarta yang Dekat dengan Pembaca

Bagi saya yang juga merupakan salah satu pembaca novel Boy Toy, setting lokasi dari kisah ini benar-benar dekat dan saya mengetahui di mana lokasi tersebut. Misalnya saja lokasi kampus Lea di kawasan Grogol, apartemen Taran di Permata Hijau, dan rumah sahabat Taran di Tangerang Selatan. Membaca setting lokasi ini membuat saya bertanya, apakah jika saya melewati lokasi ini saya akan bertemu dengan mereka (tentu saja tidak karena Lea dan Taran hanyalah fiksi).

Masih sama dengan kisah The Wanker, di Boy Toy juga tersisip adegan dewasa yang tersirat. Meski tak sebanyak di The Wanker, adegan dewasa di Boy Toy justru membuat kisah Lea dan Taran semakin romantis dan membuat kita gregetan.

Kalian sudah membaca bukunya?

Baca juga: Sandal Jepit cantik Kreasi DIY Sendiri. Pas Banget Buat Kegiatan di Rumah

career inspiration

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

RELATED POSTS

TRENDING ON LIFESTYLE