Ladiestory.id » Lifestyle » Review Film Detective Conan: The Fist Blue Sapphire yang Menegangkan

Review Film Detective Conan: The Fist Blue Sapphire yang Menegangkan

Sabtu, 27 Juli 2019 | 01:00:00
Durasi baca: 2 menit, 51 detik
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

 Review Film Detective Conan: The Fist Blue Sapphire yang Menegangkan

Setelah rilis di Jepang pada April 2019 lalu, film Detective Conan: The Fist Blue Sapphire akhirnya tayang di bioskop Indonesia mulai 24 Juli 2019. Film ke-23 Detective Conan seri Case Closed ini pun menjadi salah satu film yang paling ditunggu-tunggu oleh para penggemar di Indonesia. Bahkan, film ini berhasil mengalahkan Avengers: Endgame di Box Office Jepang, lho!

Menghadirkan tokoh dan nuansa film yang bikin penasaran, secara garis besar Detective Conan: The Fist Blue Sapphire masih mengisahkan tentang pengungkapan kasus pembunuhan. Menariknya, untuk pertama kalinya film Detective Conan mengambil setting di luar Jepang, tepatnya di Singapura. Sebelum menonton film Detective Conan, yuk simak review-nya dari Popbela berikut ini!

Sinopsis: Permata blue sapphire dari abad ke-19 yang diperebutkan banyak orang

Film ini akan menceritakan tentang sebuah permata yang dikenal dengan sebutan blue sapphire yang tenggelam ke dasar laut pada akhir abad ke-19. Permata tersebut akhirnya ditemukan oleh seorang jutawan yang kemudian menjadikannya sebagai hadiah dalam sebuah turnamen karate di Singapura. Ketika permata tersebut dipamerkan dalam acara di hotel Marina Sands Singapura, suatu pembunuhan terjadi. Kartu milik Kaito Kid yang berlumuran darah ditemukan di TKP.

Baca juga: Ask The Expert: 20 Tip Penting Perawatan Kulit Dasar

Sementara itu, Kogoro Mouri, Ran, dan Sonoko datang ke Singapura untuk menonton turnamen karate yang diikuti oleh kekasih Sonoko, Makoto Kyogoku. Conan Edogawa yang nggak memiliki paspor, akhirnya bisa sampai ke Singapura berkat trik ajaib dari Kaito Kid. Namun, untuk kembali ke Jepang, Conan harus mematuhi Kid dan ia pun berpura-pura menjadi seseorang bernama Artur Hirai.  

Kid yang menyamar sebagai Shinichi Kudo pun berencana mencuri permata blue sapphire yang berharga tersebut dari brankas bawah tanah milik jutawan. Namun, usahanya digagalkan oleh Leon Lowe, detektif Singapura dan psikolog perilaku kriminal ternama.  

Film Detective Conan pertama yang mengambil latar Singapura

Yang istimewa, film terbaru Detective Conan kali ini mengambil setting berbeda dari film-film sebelumnya. Jika biasanya petualangan Conan selalu berada di Jepang, kini setting filmnya bertempat di salah satu negara Asia Tenggara, yakni Singapura.

Gosho Aoyama yang menjadi visual dari film ini menggambarkan kawasan Marina Bay Sands di Singapura yang terkenal itu sebagai lokasi terjadinya kasus pembunuhan. Seperti film Detective Conan sebelumnya, latar tempat di film ini juga digambarkan dengan sangat detail dan tampak nyata. Tentu ini membuat saya sebagai penonton ikut terpukau dan berdecak kagum. Cerita yang tampak real juga berhasil membuat saya ikut tegang menyaksikan adegan demi adegan yang ditampilkan. 

Cerita film berpusat pada Kaito Kid, Conan Edogawa, dan Makoto Kyogoku

Detective Conan: The Fist Blue Sapphire masih konsisten dengan identitasnya sebagai film bertema detektif yang penuh dengan teka-teki. Di awal film, kita sudah mulai dibuat penasaran dengan kasus pembunuhan Sherylin Tan, seorang pengacara sekaligus sponsor Makoto Kyogoku dalam turnamen karate di Singapura.  

Baca juga: Jonah Hill Resmi Dinyatakan Tidak Main di Film The Batman


Secara garis besar cerita film ini berpusat pada Kaito Kid, Makoto Kyogoku, dan Conan Edogawa sendiri. Jika biasanya penonton disuguhkan dengan cerita cinta antara Ran dan Shinichi, maka kali ini berbeda. Dalam film ini, lebih banyak diceritakan soal kisah asmara Sonoko dan Makoto yang menggemaskan sekaligus bikin gregetan. Meski menegangkan dan penuh teka-teki, tapi banyak adegan yang cukup menggelitik dan membuat penonton tertawa.  

After credit yang nggak boleh dilewatkan

Untuk kamu yang biasanya langsung keluar saat film selesai, saat nonton Detective Conan: The Fist Blue Sapphire lebih baik sabar dulu. Sebab, film yang disutradarai oleh Tomoka Nagaoka ini memberikan after credit yang sayang untuk dilewatkan. Jadi, sabar ya dan jangan buru-buru keluar studio dulu. 

Itulah review Detective Conan: The Fist Blue Sapphire dari Popbela. Kamu sudah menontonnya? Jika sudah, bagaimana pendapatmu? Tulis di kolom komentar, ya! 

career inspiration

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

RELATED POSTS

TRENDING ON LIFESTYLE