?>
LADIESTORY.ID | PARENTING | SEGALA HAL YANG HARUS KAMU TAHU TENTANG 3 FASE MAKANAN BAYI

Segala Hal yang Harus Kamu Tahu tentang 3 Fase Makanan Bayi

LS Parenting
Durasi baca: 2 menit, 27 detik
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

Segala Hal yang Harus Kamu Tahu tentang 3 Fase Makanan Bayi

Sudah berapa usia bayimu yang menggemaskan itu? Agar proses pertumbuhan dan makannya lancar, coba ikuti fase-fase makanan bayi berikut ini. 

Fase 1: Bubur dengan Satu Bahan (Usia 4-6 Bulan)

Kamu bisa memulai fase ini jika ada persetujuan dari dokter. Biasanya, dokter akan menyarankan ini begitu bayimu bisa duduk dengan sedikit atau tanpa topangan, memiliki kendali atas kepalanya dan membuka mulut ketika ditawarkan makanan. 

Makanan dalam fase ini harus dimasak sampai halus, lalu dibuat menjadi bubur dengan tambahan air dengan konsistensi tipis dan lembut. Kamu bisa membekukan makanan ini, dan dipanaskan begitu akan diberikan kepada si bayi. 

Baca juga: Harga 5 Makanan Termahal di Dunia Ini Bikin Kaget

Lalu, beri makan bayi di kursi tinggi di mana dia bisa duduk tegak tanpa merosot. Jika memungkinkan, pastikan kakinya juga diberikan penopang. Dan tidak perlu khawatir jika bayimu sedikit batuk atau meludahi makanan. Jika hal ini terjadi, usahakan untuk tetap tenang dan perhatikan apabila ada tanda-tanda tersedak. 

Di fase ini kamu bisa mencoba memberi bayi makanan seperti alpukat, pisang, wortel rebus, sereal masak dan lembut. 

Fase 2: Makanan Tumbuk Lebih Tebal (6 - 9 Bulan)

Bayi siap memasuki fase dua, yakni mengonsumsi makanan tumbuk yang terbuat dari beberapa bahan makanan yang berbeda, setelah satu atau dua bulan menjalani fase pertama dan tidak ada masalah dalam mengunyah dan menelan. Atau, jika doktermu bilang bahwa si bayi sudah bisa memasuki fase dua. 

Saat memasuki fase kedua, bayi kamu mungkin sudah bisa menyuapi diri sendiri, entah itu dengan menyambar sendok atau memasukkan makanan ke dalam mulut melalui tangannya. Dan di fase ini biasanya dia juga akan belajar bagaimana memegang gelas plastik. 

Selain itu, di fase ini kamu juga akan mendapati bahwa ada makanan yang disukai dan tidak disukainya. Namun, tidak perlu khawatir. Biasanya, bayi membutuhkan waktu untuk menyukai sebuah makanan. Sebuah studi menyebutkan bahwa sejumlah bayi harus mencoba sebanyak delapan kali sebelum menyukai sayuran. 

Di fase ini, kamu bisa memperkenalkan makanan seperti kuning telur, mentega kacang, brokoli, dan labu tumbuk. 

Fase 3: Potongan Makanan yang Bisa Dikunyah (10 - 12 Bulan) 

Fase ini bisa dimulai saat bayi berusia 9 sampai 12 bulan. Fase ini melibatkan makanan tebal yang dipotong kecil-kecil dan bisa dikunyah dengan mudah.

Di fase ini, kamu biasanya sudah mengetahui apa yang si bayi suka dan tidak. Selain itu, dia juga sudah bisa memegang potongan makanan kecil yang diambil dari piring dan dimasukkannya ke dalam mulut. 

Dan sekarang adalah saatnya untuk mencoba lebih banyak makanan kombinasi. Meski memang tidak disarankan untuk menambahkan garam ke dalam makanannya, bukan berarti makanannya harus hambar. Cobalah menambahkan bumbu-bumbu seperti kunyit, mint, basil, atau oregano ke dalam menu makanannya. Bahkan, mungkin dia suka dengan makanan yang lebih panas, dengan menambahkan jinten atau paprika bakar. 

Di fase ini kamu bisa menambahkan makanan baru ke dalam menunya, seperti irisan kecil tahu, keju lembut, daging cincang, atau buah-buahan lembut yang ditumbuk atau dipotong-potong kecil. 

Baca juga: Di Balik Pemakaian Perhiasan Emas Pada Bayi

Bagaimana Ladies, semoga informasi tadi berguna, ya? Jangan lupa mencuci tanganmu dengan benar sebelum menyiapkan makanan dan memberi makan si bayi, ya. 

Sumber foto utama: Freepik.com

makanan bayi pencernaan dan pola makan bayi kesehatan bayi fase makanan bayi

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

Related Posts

Trending On Parenting