?>
LADIESTORY.ID | PARENTING | TANDA ANAK MENGALAMI DEHIDRASI

Tanda Anak Mengalami Dehidrasi

LS Parenting
Durasi baca: 2 menit, 3 detik
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

Tanda Anak Mengalami Dehidrasi

Tanda Anak Terkena Dehidrasi. Dehidrasi mungkin terdengar sepele, tapi kondisi ini bisa jadi sangat berbahaya. Saat anak dehidrasi, itu artinya anak nggak punya cairan yang cukup di tubuhnya. Dehidrasi disebabkan oleh paparan sinar matahari. Hal ini wajar terjadi apabila kita mengunjungi daerah tropis. Dibandingkan orang dewasa, anak-anak lebih sering mengalami dehidrasi.

Hal ini disebabkan perbandingan besar tubuh anak dengan kamu yang akhirnya menyebabkan tubuhnya memproduksi suhu tubuh yang cukup tinggi namun sedikit memproduksi keringat di banding kamu. Bayi dan anak-anak rentan mengalami dehidrasi. Saat anak mengalami dehidrasi, ia tidak bisa berbicara pada kamu. Padahal, kondisi kekurangan cairan tubuh ini bisa berbahaya baginya, terlebih jika tidak ditangani dengan benar. Yuk, ketahui tanda anak mengalami dehidrasi.

Tanda Dehidrasi Ringan sampai Sedang Pada Anak

Perhatikan Kondisi Anak

Biasanya pada dehidrasi ringan, anak masih sadar dan sangat rewel. Anak masih mau untuk minum karena sangat haus. Bila dehidrasi berlanjut ke derajat sedang, anak masih bisa terlihat rewel, gelisah, namun sudah malas untuk minum. Kadang-kadang anak juga terlihat mengantuk, namun tidak sering. Tapi, waspadalah, jika saat diare anak terlihat lebih banyak mengantuk, tertidur, lemas, berkeringat, dan kaki-tangannya dingin sampai terlihat kebiruan, itu artinya keadaan tersebut sudah masuk derajat berat.

Baca juga: Mengenal 5 Organisasi Yang Peduli Pada Anak dan Perempuan

Ubun-ubun Cekung

Ubun-ubun besar pada bayi dan anak berusia < 2 tahun belum menutup sempurna. Oleh sebab itu, derajat dehidrasi bisa terlihat cukup jelas dari bentuk ubun-ubun besar. Pada dehidrasi ringan, bentuk ubun-ubun besar (UUB) anak masih tampak normal. Sedangkan pada dehidrasi sedang, UUB tampak mulai cekung dan semakin mencekung saat dehidrasi berat.

Frekuensi Buang Air Kecil Berkurang

Buang air kecil berkurang adalah salah satu tkamu anak kekurangan cairan. Kurangnya cairan seperti saat tidak mendapat asupan ASI yang cukup, bisa membuat bayi kamu mengalami dehidrasi. Beberapa kemungkinan yang membuatnya menolak untuk minum adalah sedang tumbuh gigi, pilek, sariawan, atau penyakit mulut lainnya. Kondisi tersebut bisa membuat mulut dan tenggorokannya nyeri dan tidak nyaman saat minum.

Menangis Tanpa Air Mata

Gejala lain dehidrasi pada anak adalah ketika ia menangis tidak tampak air mata yang mengalir. Nah, ini perlu diwaspadai ya, sebab menangis tanpa air mata adalah salah satu tkamu dehidrasi pada anak yang cukup serius.

Warna Urine Menjadi Lebih Pekat

Pada dehidrasi ringan, air seni berwarna kuning, namun anak masih sering buang air kecil. Pada dehidrasi sedang, anak sudah jarang buang air kecil dan warna air seni semakin pekat. Anak tidak lagi dapat buang air kecil pada dehidrasi berat.

Jadi, jika ada tkamu-tkamu yang mengarah anak terkena dehidrasi segera hubungi dokter untuk penangan lebih lanjut.

 

Sumber foto utama: freepik.com

Cara Mengatasi Dehidrasi pada Anak Tanda Dehidrasi Dehidrasi Anak Kesehatan Anak

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

Related Posts

Trending On Parenting