Ladiestory.id » Parenting » Tips Mudah Mengajarkan Anak Ikutan Berpuasa

Tips Mudah Mengajarkan Anak Ikutan Berpuasa

LS Parenting
Jum'at, 24 April 2020 | 12:29:00
Durasi baca: 2 menit, 11 detik
Dibaca: 3 kali
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

Tips Mudah Mengajarkan Anak Ikutan Berpuasa

Mengajarkan anak untuk berpuasa bukanlah perkara yang mudah, terlebih lagi Puasa membatasi waktu makan dan minum. Nah, untuk melatih anak agar mau berpuasa, beberapa cara di bawah ini diharapkan dapat membantu kamu.

Saat menjelaskan makna puasa, pastikan kamu menggunakan bahasa yang anak mudah mengerti. Kamu juga bisa menjelaskannya dengan bahasa yang menyenangkan.  Selain itu, kamu bisa menjelaskan tentang manfaat puasa dari segi kesehatan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh si kecil. Ceritakan pada mereka manfaat apa yang didapatkan dengan menjalankan puasa. Lalu bagaimana orangtua mengajarkan anaknya untuk berpuasa? Coba cek tips di bawah ini. 

Bagi tahapan berpuasa sesuai kondisi anak

Puasa bukan berarti tidak boleh makan selama seharian penuh, tetapi hanya menunda waktu makan siang mereka saja. Pada tahap awal latihan anak puasa Ramadhan, balita biasanya sarapan sekitar pukul 07.00, kamu dapat memberitahu balita kamu untuk menunda sarapan mereka dan menunggu hingga pukul 09.00 atau 10.00. Bagi anak-anak usia sekolah, mereka sudah relatif lebih kuat, tapi coba perhatikan jam biologisnya. Biasanya sampai pukul 12.00, mereka masih bertahan namun lewat tengah hari, mereka akan terlihat lemas.

Baca juga: Manfaat Tak Terduga dari Kebiasaan Menonton di Bioskop Bersama Anak

Ada istilah untuk anak puasa sampai waktu dhuhur dengan sebutan 'puasa dhuhur', yakni puasa yang dilakukan setengah hari dengan waktu berbuka saat Dzuhur. Jika memang mereka sudah tidak kuat, biarkan mereka berbuka. Tetapi jika mereka masih terlihat segar, ajak mereka menghabiskan waktu hingga ashar dan lebih bagus lagi jika bertahan hingga adzan Maghrib tiba.

Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein

Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks tidak akan membuat anak mudah lapar, sebab karbohidrat kompleks akan melepaskan energi dengan perlahan. Sedangkan makanan yang mengandung protein diperlukan anak untuk perkembangan dan pertumbuhannya. Sebaiknya makanan anak saat sahur yaitu keju, telur, roti gandum, sayuran. Kamu dapat menambahkan sayuran dan buah-buahan pada menu berbuka dan sahur sebagai sumber mineral dan vitamin.

Cukupi kebutuhan cairan

Pastikan kebutuhan cairan anak terpenuhi. Minum air yang banyak diperlukan ketika sahur atau berbuka puasa. Jika kebutuhan cairan anak terpenuhi maka tubuh si kecil akan terhidrasi, sehingga ia akan terhindar dari masalah dehidrasi saat menjalankan ibadah puasa.

Hindari makanan berminyak

Mengonsumsi makanan berminyak atau digoreng saat berbuka puasa rasanya sudah menjadi kebiasaan. Namun, demi kesehatan anak, pastikan menghindari memberinya makanan berminyak atau digoreng. Dibandingkan dengan orang dewasa, kondisi perut anak lebih sensitif. Menghindari makanan berminyak akan membuat anak terhindaridari sakit perut dan muntah ketika sedang berpuasa.

Beri penghargaan pada anak

Beri penghargaan pada setiap pencapaian anak terlepas dari berapa jam anak berpuasa dan berapa hari ia ikut berpuasa. Dengan diberikan penghargaan, anak akan menjadi lebih bersemangat menjalankan ibadah puasa. Katakan padanya bahwa ia adalah anak yang hebat. Dengan pujian seperti itu pun anak-anak akan merasa sangat bahagia.

Baca juga: 5 Hal yang Menyebabkan Anak Rentan Alergi


Sumber foto utama: Shutterstock.com

mengajarkan anak puasa cara mengajarkan anak puasa tips mengajarkan anak puasa kiat mengajarkan anak puasa

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

RELATED POSTS

TRENDING ON PARENTING