Ladiestory.id » Parenting » Tips untuk Anak Susah Makan Karena Terlalu Banyak ASI

Tips untuk Anak Susah Makan Karena Terlalu Banyak ASI

Rabu, 14 Agustus 2019 | 03:00:15
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

Tips untuk Anak Susah Makan Karena Terlalu Banyak ASI

MPASI sudah dimulai, tapi ternyata tak seindah foto Instagram para mama sempurna. Anak saya kok tidak mau makan ya? :)

Masalah anak susah makan ini ini sering sekali jadi keluhan ibu-ibu. Karena namanya anak baru 6 bulan, kalau lihat ibunya, apalagi ibunya bekerja pasti maunya nenen melulu. Kenyang deh karena ASI, padahal makanan pendamping ASI juga sudah dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Baca juga: Selamat! Rain dan Kim Tae Hee Dikaruniai Anak Kedua

Kita ulang lagi sedikit ya untuk pengingat kebutuhan jumlah ASI anak saat dari berusia 6 bulan sampai 1 tahun.

Usia 0-6 bulan: 100% ASI
Usia 6-9 bulan: 60-70% ASI
Usia 9-12 bulan: 50-60% ASI
Di atas 1 tahun: 20-30% ASI

Baca juga: 5 Makanan Paling Sehat untuk Anak Usia Bawah 1 Tahun

Terlihat porsi MPASI di usia 6 bulan tentu sudah harus masuk sekitar 30% hingga 40% agar tidak punya masalah makan. Masalah makan itu sesuatu yang serius lho, bisa jadi gangguan pertumbuhan, rentan infeksi, dan berpotensi menyebabkan gangguan kognitif perilaku.

Jadi apa saja yang harus diperhatikan saat memulai MPASI agar tidak menjadi masalah makan karena terlalu banyak minum ASI? Berikut saya rangkum, dikutip dari highlight Instagram Story dr. Meta Hanindita, Sp.A, sudah dengan izin beliau tentunya. :)

Baca juga: FIMELA FEST 2019: Bagian dari Mindful Parenting, Kenali Tanda-Tanda Anak Jadi Tukang Bully

Ketika Salah Memilih MPASI, Bayi yang Menjadi Korban - Mommies Daily
Untuk menyelesaikan masalah anak tak mau makan karena terlalu banyak ASI, yang terpenting adalah jadwal pemberian makanan dan ASI-nya.

Normalnya, pada seorang anak, 50% isi lambung dikosongkan dalam waktu 100 menit untuk makanan padat. Waktu pengosongan lambung ini makin cepat semakin bertambahnya usia anak, papar dr. Meta.

Memberi waktu jeda pada anak diberi MPASI atau ASI juga sekaligus memberi kesempatan anak untuk belajar apa itu lapar dan kenyang. Konsisten dan teratur adalah kuncinya.

Dokter Meta memberi contoh jadwal pemberian MPASI dan ASI untuk anak setahun:

06.00 ASI
08.00 Sarapan
10.00 Snack
12.00 Makan siang
14.00 ASI
16.00 Snack
18.00 makan malam
21.00 ASI

Baca juga: Tuai Pujian, Potret Nikita Willy bersama Anak-Anak di Namibia

Nah yang jadi masalah adalah ketika orangtua tidak sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat sedemikian rupa agar bisa masuk waktu 100 menit pengosongan lambung. Misal jam 5 diberi snack lagi, sudah tentu di jam 6 dia jadi tidak mau makan malam. Logika yang sederhana sebetulnya ya moms ahahahaa.

Dokter Meta juga mengingatkan, untuk membatasi waktu makan anak maksimal 30 menit. Karena penelitian menunjukkan, durasi anak bisa fokus untuk makan itu hanya 30 menit. Kalau tidak dibatasi waktunya, akan menimbulkan masalah seperti memainkan makanan, diemut, dilepeh, dan banyak lagi.

Tapi lalu bagaimana kalau salah satu dari makanan itu tidak habis dalam 30 menit sehingga kita khawatir dia lapar saat menunggu jam selanjutnya?

Ya sudah tunggu sampai waktu snack/ASI selanjutnya. Ingat kita lagi dalam mengajari proses kenyang dan lapar. Namanya belajar harus dikasih kesempatan, kan? Di antara waktu makan hanya boleh konsumsi air putih ujar dr. Meta.

Baca juga: Selamat, Kim Tae Hee dan Rain Dikaruniai Anak Kedua

Jadi begitu mommies, semoga nggak bingung dan khawatir lagi ya!

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

RELATED POSTS

TRENDING ON PARENTING