Ladiestory.id » Parenting » Waspada! Bayi juga Bisa Kena Malaria dan Ini Gejalanya

Waspada! Bayi juga Bisa Kena Malaria dan Ini Gejalanya

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 12:00:00
Durasi baca: 4 menit, 4 detik
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

 Waspada! Bayi juga Bisa Kena Malaria dan Ini Gejalanya

Malaria adalah penyakit mematikan yang banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis yang memiliki iklim cukup panas untuk memudahkan perkembangan parasit malaria.

Sampai saat ini, malaria ternyata masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang paling dikhawatirkan di Indonesia. Memiliki gejala dan kejadiannya tidak sebesar dengan demam berdarah dengue   (DBD), tetapi risikonya tidak bisa disepelekan.

Mengapa demikian? Malaria dapat berkembang dengan cepat saat mulai menginfeksi tubuh manusia, jika tidak diobati segera mungkin, malaria ternyata bisa mengancam nyawa. Tidak hanya pada orang dewasa, kasusnya sering terjadi juga pada anak-anak.

Baca juga: Sempat Gagal, Naga Lyla dan Istri Akan Coba Bayi Tabung Lagi

Meskipun bukan penyakit yang menular, orangtua harus memiliki pengetahuan tentang gejala malaria pada anak yang perlu diwaspadai. Untuk mengetahui penyebab dan gejala apa saja yang terjadi pada anak ketika terkena malaria, berikut Popmama.com telah merangkumnya buat Mama. Disimak ya, Ma!

1. Penyebab malaria

Freepik/jcomp

Sama seperti DBD, penyakit ini ditularkan oleh gigitan nyamuk. Bedanya, malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium dari gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Ketika nyamuk menggigit tubuh manusia, parasit tersebut akan ditularkan dan masuk ke dalam aliran darah, yang pada ahirnya berkembang biak.

Setelah matang, parasit mulai menginfeksi sel darah merah manusia. Jumlahnya akan terus bertambah seiring berjalannya waktu, biasanya dalam kurun waktu 2 sampai 3 hari terus meningkat.

Penyakit malaria memang penyakit yang bisa mengancam nyawa, namun penyakit ini tidak bisa menular dari orang ke orang, meskipun pada beberapa kasus bisa menyebar tanpa perantara nyamuk. Misalnya virus berpindah dari ibu hamil ke janin, akibat prosedur transfusi darah yang tak sesuai, serta penggunaan jarum suntik yang digunakan secara bergantian.

Ini sebabnya, meski jarang, mungkin sekali bayi mengalami malaria karena tertular dari mama. 

Baca juga: 21 Rangkaian Nama Bayi Laki-Laki Dalam Alquran Beserta Artinya

2. Gejala malaria pada anak

Unsplash/Brytny.com

Setelah terinfeksi gigitan nyamuk, gejala yang biasanya akan muncul sekitar 7 sampai 30 hari kemudian dinamakan masa inkubasi, masa inkubasi ini memiliki masing-masing jenis plasmodium yang berbeda.

Ada banyak jenis Plasmodium yang menyebabkan malaria, namun di Asia Tenggara jenis Plasmodium yang paling banyak ditemukan adalah Plasmodium knowlesi. Perkembangan parasit yang cukup cepat membuat malaria jenis ini dapat menyebabkan kecacatan organ hingga kematian.

Oleh karena itu, Mama perlu mengetahu gejala umum yang biasanya terjadi pada anak ketika terinfeksi gigitan nyamuk. Berikut gejala yang perlu Mama waspadai:

  • Nafsu makan menurun drastis,
  • sakit kepala,
  • mual,
  • mudah   rewel,
  • rasa sakit dan nyeri di seluruh tubuh terutama punggung dan perut,
  • limpa yang membesar,
  • kejang atau hilang kesadaran ketika malaria sudah menjangkit otak,
  • mengalami kesulitan untuk tidur,
  • demam terus menerus atau muncul dan hilang secara bergantian,
  • demam yang terus meningkat dalam 1 hingga 2 hari dan bisa mencapai 40,6° Celcius,
  • badan menggigil tetapi berkeringat,
  • laju napas lebih cepat dari biasanya.

Pada beberapa kasus ditemukan anak bisa mengalami hipotermia, artinya anak memiliki suhu tubuh yang jauh lebih rendah dari biasanya. Umumnya muncul pada anak usia dibawah lima tahun.

3. Faktor terkena malaria

Pixabay/zoosnow

Malaria memang banyak terjadi pada daerah tropis yang memiliki iklim panas, seperti di Indonesia. Ada banyak faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terkena malaria.

Baca juga: Kadar Stres Selama Hamil Bisa Tentukan Jenis Kelamin Bayi, Menurut Studi!

Diantaranya sebagai berikut:

  • Tinggal atau mengunjungi daerah tropis, di mana penyakit malaria umum terjadi, seperti negara Afrika, bagian selatan Gurun Sahara, anak benua Asia, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, dan Haiti.
  • Usia muda, terutama anak-anak dan bayi.
  • Kemiskinan dan kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini.
  • Tidak adanya layanan kesehatan yang dengan sigap membasmi nyamuk penyebar virus malaria.

4. Pertolongan untuk penderita malaria

Pixnio/ Amanda Mills

Fakta bahwa malaria bisa berkembang dalam waktu yang sangat cepat. Oleh karena itu, jika Mama mengalami gejala penyakit yang sudah disebutkan diatas, lebih baik segera mungkin dibawa ke dokter untuk perawatan medis.

Terlebih jika gejala tersebut muncul pada si Kecil, gigitan nyamuk akan lebih cepat menyebar dan berkembang biak dan membuat sakit yang semakin parah.

Dokter biasanya akan meminta si Kecil menjalani tes darah, hal ini berguna untuk mengetahui apakah terdapat parasit untuk menyesuaikan pengobatan yang dijalani. Dengan begitu, Mama bisa mengetahui apakah si Kecil terkena penyakit malaria atau tidak, jika iya, maka dokter akan memberikan penanganan lebih dalam.

5. Penanganan di rumah

Freepik/natchas

Untuk membantu mengatasi penyakit malaria, Mama dan keuarga bisa menerapkan penanganan yang tepat dilakukan di rumah. Diantaranya:

Baca juga: Tanda Bayi Sudah Siap untuk Menerima MPASI

  • Menyemprot dinding rumah dengan insektisida, hal ini ampuh dalam membantu membunuh nyamuk dewasa yang masuk ke dalam rumah.
  • Lakukan fogging secara rutin.
  • Menjaga tempat tetap bersih, kering, dan higienis.
  • Tidur di bawah kelambu untuk terhindar gigitan nyamuk.
  • Menutupi kulit dengan mengenakan celana panjang dan baju berlengan panjang, atau pakaian tertutup, terlebih ketika wabah menyebar di daerah tempat tinggal.
  • Jika anak Mama atau anggota keluarga terkena malaria, berikan makanan cair seperti bubur, setelah masa pemulihan baru berikan sayuran hijau dan buah-buahan.
  • Tidak membiarkan ada genangan air di sekitar rumah.

Fakta bahwa malaria bisa mengancam nyawa seseorang, terlebih pada bayi dan anak-anak tentu membuat orangtua harus lebih waspada dan menjaga kebersihan tempat tinggal.

Segera konsultasikan ke dokter jika si Kecil terkena malaria ya, Ma. Hal ini berguna agar penyakit tersebut tidak semakin berkembang biak dalam sel darahnya serta membuatnya segera pulih dari rasa sakit yang menyerangnya.

Semoga bermanfaat, Ma!

Baca juga: Enak, Ini 10 Makanan Ibu Hamil Supaya Bayi Terlahir Cerdas

baby 7-12-months

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

RELATED POSTS

TRENDING ON PARENTING