- Home
- Pencarian
“siklus menstruasi”
4 artikel ditemukan
Puasa Intermiten merupakan praktik mengurangi asupan makanan secara signifikan atau berpantangan pada makanan selama jangka waktu tertentu dalam satu hari. Dalam hal lain, praktik yang melibatkan makan dan berpuasa secara teratur. Pola makan mengacu pada periode teratur tanpa atau sangat rendah asupan kalori. Puasa jenis ini biasanya terdiri dari puasa harian selama kurang lebih 16 jam, atau puasa selama 24 jam setiap dua hari sekali. Praktik ini dipercaya efektif dalam menurunkan berat badan.
Siklus menstruasi pada umumnya menyebabkan beberapa gejala, di antaranya adalah kram, kembung, serta perubahan suasana hati yang menyebabkan ketidaknyamanan. Tak hanya itu, menstruasi juga bisa memicu masalah tidur. Hal tersebut disebabkan oleh fluktuasi hormonal, terutama estrogen dan progesteron yang dapat mengganggu pola tidur sehingga menyebabkan insomnia.
Menstruasi terjadi dalam siklus bulanan sepanjang kehidupan reproduksi seorang perempuan. Hal ini terjadi karena adanya pelepasan lapisan rahim (endometrium). Menstruasi dimulai saat pubertas dan berhenti secara permanen saat mengalami menopause.
Menurut World Health Organization (WHO), seorang perempuan dinyatakan sehat jika organ serta fungsi reproduksinya sehat. Hal ini berarti kondisi indung telur, saluran telur, rahim, dan vagina harus sehat secara fisik dan berfungsi dengan baik untuk menghasilkan sel telur, berhubungan seksual, serta memfasilitasi terjadinya pembuahan dan menempelnya embrio dalam rahim.