- Home
- Pencarian
“gangguan kesehatan”
20 artikel ditemukan
Kehidupan rumah tangga Virgoun kini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, beberapa waktu lalu, sang istri, Inara Rusli, membongkar kabar perselingkuhan Virgoun yang dilakukan sejak 2021. Selain itu, Inara juga menyebutkan bahwa Virgoun memiliki gangguan kepribadian, yaitu Narcissistic Personality Disorder atau NPD. NPD merupakan salah satu gangguan kepribadian dimana seseorang memiliki perasaan yang berpusat hanya pada kepentingan dirinya sendiri. NPD berbeda dengan sifat narsis, namun jika seseorang memiliki sifat narsis yang berlebihan bisa jadi hal tersebut merupakan gejala NPD.
Kabar kurang mengenakan datang dari Yang Hong-seok atau yang lebih dikenal dengan sapaan Hongseok. Salah satu anggota Pentagon tersebut dikabarkan dibebaskan dari tugas wajib militernya usai mengalami gangguan kesehatan mental. Hal ini disampaikan oleh agensinya, Cube Entertainment, dalam sebuah pernyataan resmi. Dilansir dari Soompi, Hongseok yang sebelumnya memulai wamilnya pada Mei 2022 itu kini telah menerima perawatan dan konseling untuk gejala depresi dan gangguan panik yang dialaminya.
Tak sedikit orang yang berpikir untuk berhenti, menghilang hingga melakukan bunuh diri. Di Indonesia, angka underreporting suicide mencapai 300% yang berarti paling tinggi di dunia. Angka ini juga menjadi bukti bahwa banyak orang berusaha mengakhiri hidup mereka yang disebabkan oleh banyak faktor. Ungkapan ingin mengakhiri hidup, seringkali dilontarkan dengan cara bercanda ketika seseorang mengalami masalah kesehatan jiwa seperti stres. Lantas, bagaimana kita harus menanggapinya?
Perilaku bunuh diri masih membayangi masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Dalam data yang diungkap Sandersan Onie, seorang doktor psikologi klinis, angka underreporting suicide di Indonesia mencapai 300%. Angka ini ternyata menjadi yang tertinggi di dunia. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat harus turut andil melakukan upaya pencegahan bunuh diri.
Gangguan kesehatan jiwa masih menjadi isu yang simpang siur di masyarakat. Meski kesadaran akan gangguan kesehatan jiwa terus meningkat, namun masih banyak stigma yang membuat seseorang takut menghadapi para pengidapnya. Salah satunya, tak sedikit masyarakat yang takut 'tertular' bila menjalin hubungan dengan orang yang mengidap gangguan kesehatan jiwa. Padahal, Sandersan Onie, seorang doktor psikologi klinis, menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.
Doktor psikologi klinis, Sandersan (Sandy) Onie, Project Leader & Founder EHFA dan President Indonesian Association for Suicide Prevention mengungkapkan bahwa orang yang berupaya atau melakukan bunuh diri belum tentu menderita gangguan kesehatan jiwa. Dalam press conference "Indonesia Mental Health Movement: It Starts and Ends with Us" beberapa waktu lalu, Sandy menerangkan bahwa ada perbedaan antara masalah kesehatan jiwa dan gangguan kesehatan jiwa.
Perilaku bunuh diri masih terus menghantui masyarakat. Hal ini membuat berbagai pihak harus turut andil melakukan upaya pencegahan bunuh diri. Dalam press conference "Indonesia Mental Health Movement: It Starts and Ends with Us" yang digelar di The Kasablanka pada Kamis (20/10/2022), Sandersan Onie, seorang Psikologi Klinis bergelar doktor, mengungkapkan bahwa angka underreporting kasus bunuh diri di Indonesia menjadi yang tertinggi di dunia.
Salah satu dampak dari masalah kesehatan mental yang juga perlu diperhatikan, selain bunuh diri, adalah tindakan self harm atau perilaku menyakiti diri sendiri. Diungkapkan oleh Sandersan Onie, Psikologi Klinis yang menyandar gelar doktor, self harm terbagi menjadi dua.
Gejala gangguan mental yang harus diwaspadai 1. Sering merasa cemas 2. Insomnia 3. Sering menyendiri 4. Mudah stres 5. Mudah depresi.