Bangga! 7 Brand Lokal Ini Sering Dianggap Produk Luar Negeri

Jumat, 7 Januari 2022 | 21:00:00

Maria Nanda

Penulis : Maria Nanda

Bangga! 7 Brand Lokal Ini Sering Dianggap Produk Luar Negeri

Brand lokal disangka produk luar negeri. (Special)

Ladiestory.id - Bangga terhadap Indonesia tidak hanya seputar kuliner, wisata alam, ataupun budayanya. Sebab beberapa brand lokal pun banyak yang sudah menembus kancah internasional. Bahkan beberapa brand lokal sering dianggap sebagai produk luar negeri.

Beberapa orang menganggap brand lokal ini adalah produk luar negeri karena nama brand seperti nama asing atau "kebule-bulean". Namun terlepas dari itu, brand lokal memang memiliki kualitas yang bagus sehingga mampu bersaing dengan produk luar negeri.

7 Brand Lokal Indonesia yang Disangka Produk Luar Negeri

Mungkin beberapa brand lokal di bawah kerap kali dianggap sebagai produk luar negeri. Namun nyatanya tujuh brand di bawah ini adalah milik karya anak bangsa!

1. Polytron

Brand lokal disangka produk luar negeri. (Special)

Brand lokal elektronik ini memang berasal dari Indonesia, namun banyak yang mengira bahwa ini merupakan produk luar negeri. Kudus, Jawa Tengah, menjadi tempat yang dipilih untuk melakukan semua aktivitas produksi Polytron.

Tak disangka, sampai detik ini Polytron telah memiliki 3 pabrik yang berlokasi di Sidorekso, Sayung, dan Desa Krapyak. Tak main-main, brand lokal ini memiliki 10 ribu karyawan lebih dan keseluruhan area pabriknya mencapai luas 69 hektare.

2. J.Co Donut & Coffee

Brand lokal disangka produk luar negeri. (Special)

Bagi anak muda, J.Co Donut & Coffee merupakan tempat yang indah untuk penikmat makanan dan minuman manis. Brand yang akrab disebut J.Co. ini merupakan brand lokal yang sering dikira produk luar negeri.

Johnny Andrean merupakan orang dibalik suksesnya J.Co yang memulai mendirikan gerai pada tahun 2015. Berawal dari kecintaannya terhadap donas khas Amerika, maka disadur menjadi J.Co Donut & Coffee.

Hingga kini, produk yang disangka dari luar negeri ini sudah buka diseluruh mall Indonesia. Bahkan J.Co sudah mulai merambah ke luar negeri seperti Singapura, Filipina, Malaysia, dan Tiongkok.

3. Eiger

Brand lokal disangka produk luar negeri. (Special)

Eiger merupakan produk yang menyediakan kebutuhan perlengkapan dan peralatan kegiatan di alam terbuka seperti camping, haiking, dan lain sebagainya. Dikenal memiliki kualitas dan design yang bagus, brand lokal ini sering disangka milik luar negeri.

Eiger Ronny Lukito sudah mendirikan brand Eiger sejak 1979 di Bandung. Berada di bawah naungan PT Eigerindo Multi Produk Industry, kini Eiger memiliki tiga kategori produk utama.

Berawal dari usaha toko tas milik sang ayah, Eiger Ronny Lukito mengembangkannya di sebuah rumah kecil. Hingga kini Eiger sudah merambah ke kancah Internasional.

4. Buccheri

Brand lokal disangka produk luar negeri. (Special)

Kualitas bagus, design modern, dan model yang terlihat mewah membuat Buccheri dikira adalah produk luar negeri. Siapa sangka, produk Indonesia yang berupa fashion ini juga sudah memiliki "nama" di dunia fashion luar negeri.

Lagi-lagi brand yang disangka milik luar negeri ini berawal dari toko kecil di daerah Jakarta Pusat. Pada 1980 di bawah naungan PT. Vigano Cipta Perdana, kini Buccheri sudah memiliki lebih dari 90 cabang.

5. The Executive

Brand lokal disangka produk luar negeri. (Special)

 

The Executive merupakan brand lokal yang menyediakan kemeja, jas, vest, dasi, ikat pinggang, tas hingga sepatu. Brand lokal ini memiliki kualitas yang tak perlu diragukan lagi. Oleh sebab itu banyak yang mengira The Executive merupakan produk luar ngeri.

6. Erigo

Brand lokal disangka produk luar negeri. (Special)

 

Brand fashion ini memang sedang banyak digandrungi terutama di kalangan anak muda. Bahkan brand lokal satu ini dapat menembus pasar internasional di tengah pandemi. Dimana banyak para pelaku usaha yang mengeluh sebab bisnis mereka gonjang-ganjing.

Muhammad Sadad adalah pendiri brand Erigo yang sengaja mengusung semangat anak muda. Bahkan, beberapa waktu yang lalu, Erigo dipamerkan di salah satu ajang fashion terbesar dunia yakni New York Fahion Week.

7. La Fonte

Brand lokal disangka produk luar negeri. (Special)

La Fonte juga sering dikira produk luar negeri, padahal merupakan brand lokal Indonesia. Namun memang, brand pasta ini sudah dikenal dan populer di luar negeri. Misalnya Filipina, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Hongkong, Brunei Darussalam, Singapura, hingga Uni Emirate Arab.

La Fonte berada di bawah naungan PT Bogasari yang didirikan sejak tahun 1991. La Fonte memang memiliki penamaan merek seperti dari Italia. Jenis La Fonte pun beragam dimulai dari spageti, makaroni, cocciolini dan masih banyak lainnya.