Agar Tidak Amburadul, Ini Penulisan Judul Yang Benar

Monday, 19 Jul | 16:37:04

LS Lifestyle

Penulis : LS Lifestyle

Agar Tidak Amburadul, Ini Penulisan Judul Yang Benar

Foto: Ladiestory.id

Sebuah tulisan yang menarik tidak terlepas dari pembuatan judul yang menarik. Sebab, judul merupakan kalimat pertama yang sering orang baca sebelum pergi ke isinya.

Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Sering kali judul juga disebut juga kepala tulisan.

Foto: Ladiestory.id

Terkesan sepele, namun judul sangatlah penting bagi suatu tulisan. Bahkan penulis dapat dianggap tidak memiliki kredibilitas dan kemampuan ketika menuliskan judul yang amburadul.

Sebab itu, Ladisestory.id akan merangkumkan tentang penulisan judul yang benar

Penulisan Judul yang Benar

  1. Huruf Kapital

Cara penulisan judul yang benar adalah menulis hutuf kapilan di setiap awal kata, terutama huruf pada kata paling depan perhatikan.

Namun jika itu merupakan suatu kata penghubung yang terletak di tengah judul, maka harus memakai huruf kecil. Sedangkan jika letaknya di depan maka memakai huruf kapital.

Tidak hanya itu, namun juga gunakan huruf kecil untuk preposisi, konjungsi, dan interjeksi.

Preposisi merupakan kata depan yang diikuti oleh kata lainnya dan yang termasuk dalam kata preposisi adalah di, ke, pada, dalam, yaitu, kepada, daripada, untuk, bagi, ala, bak, tentang, mengenai, sebab, secara, terhadap, dst.

Konjungsi merupakan nama lain dari kata sambung yang harus ditulis huruf kecil ketika berada di tengah judul.

Kata-kata yang termasuk konjungsi  yaitu dan, atau, tetapi, ketika, seandainya, supaya, pun, seperti, oleh, karena, sehingga, bahwa, kalau, untuk, kemudian.

Terakhir adalah interjeksi yang merupakan istilah lain untuk kata seru yang mengungkapkan isi hati dari si pembicara. Contoh interjeksi adalah Alhamdulillah, duh, ih, cih, yuk, wah, wow, amboi, ah, lho, dan lain-lain.

Foto: Ladiestory.id
  1. Kaidah Kata Ulang

Sebelum itu, kita harus mengenali bentuk kata ulang. Pada dasarnya, kata ulang didefinisikan sebagai kata yang telah mengalami pengulangan pada kata dasarnya.

Kata ulang murni atau dwilingga dan kata ulang semu harus ditulis dengan huruf kapital di setiap awal kata karena sifatnya yang bisa dibilang tidak mengalami perubahan apapun.

Contoh kata ulang adalah kupu-kupu, biri-biri, sayap-sayap, kecil-kecil. Namun jika ditulis dalam suatu judul menjadi “Hidup Si Kupu-Kupu Malam” atau “Kecil-Kecil Jadi Manten”.

Namun untuk bentuk kata ulang sebagian, kata ulang berimbuhan, kata ulang dwipurwa, dan kata ulang perubahan, semua yang sederhananya sudah mengalami perubahan bentuk, hanya ditulis kapital pada huruf pertama kata ulang.

Seperti gerak-gerik, berjalan-jalan, cera-berai. Ketika ditulis dalam suatu judul maka, “Cerai-berai Negeriku”.

  1. Tidak Memerlukan Tanda Baca

Pada dasarnya menuliskan judul berbeda dengan kalimat, sehingga judul tidak bisa ditulis sebagaimana saat menulis sebuah kalimat.

Artinya adalah penulisan judul tidak perlu menggunakan tanda baca. Sehingga ditulis apa adanya dan berdiri sendiri yang kemudian terdiri dari beberapa kata.

Foto: Ladiestory.id
  1. Logis dan Tidak Boros Kata

Judul harus disusun secara logis dan mudah dipahami. Selain itu dalam membuat judul sebaiknya tidak boros kata. Usahakan membuat judul dengan singkat namun jelas. Sebab jika membuat judul terlalu panjang, maka akan membutuhkan tanda baca.

  1. Kesamaan Bentuk

Menulis judul yang baik dan benar juga perlu memperhatikan bentuk kata yang digunakan, terutama jika dalam judul tersebut menggunakan kata hubung “dan”.

Pasalnya dengan adanya kata hubung ini biasanya berpotensi membuat judul kelewat panjang. Sekalinya dibuat pendek ada kemungkinan maknanya ambigu dan kurang mempresentasikan isi tulisan.

Inilah 5 cara penulisan judul yang benar.