Bikin Kamu Menua Lebih Cepat, Waspadai Sederet Kebiasaan Ini saat Olahraga

Kamis, 21 Juli 2022 | 13:48:00

Bikin Kamu Menua Lebih Cepat, Waspadai Sederet Kebiasaan Ini Saat Olahraga

Ilustrasi olahraga. (Special)

Ladiestory.id - Olahraga memang dibutuhkan untuk menjaga tubuh agar tetap bugar. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya kamu bisa mendapatkan hasil yang maksimal setelah latihan.

Latihannya sendiri ada beberapa jenis, tergantung dari apa yang ingin dicapai. Misalnya, latihan kekuatan untuk membangun dan mempertahankan otot tanpa lemak. Kemudian latihan kardio untuk meningkatkan kesehatan jantung. 

Meski begitu, sejumlah latihan ini justru bisa membuat kamu menua lebih cepat apabila dilakukan secara asal-asalan. Tentu kamu tidak mau hal ini terjadi, kan?

Maka dari itu, berikut Ladiestory.id merangkum sejumlah kebiasaan saat latihan yang dapat meningkatkan risiko kamu mengalami penuaan dini.

Berlatih Terlalu Keras dan Sering

Ilustrasi kelelahan saat olahraga. (Special)

Apa pun yang dilakukan secara berlebihan tidak akan bagus. Mungkin kamu sudah tidak asing dengan pernyataan ini, tetapi faktanya hal tersebut juga berlaku ketika sedang latihan otot.

Tak peduli seberapa sering kamu latihan atau berat volume beban yang diangkat saat latihan, sebaiknya jangan dilakukan secara berlebihan. Pasalnya, serat dan otot motorik kamu bisa mengalami junk volume.

Junk volume merupakan latihan yang dijalani, tetapi melebihi ambang batas kemampuan. Hal ini dapat menyebabkan orang merasa kelelahan setelah berlatih.

Nah, ketika kamu berlatih terlalu keras, tubuh akan menghasilkan lebih banyak kortisol atau hormon stres. Apabila hormon ini diproduksi secara berlebihan, risiko stres akan meningkat.

Tentu jika seseorang lebih banyak atau sering mengalami stres, ia akan berisiko menua lebih cepat.

Oleh karena itu, supaya hal ini tidak terjadi, sebaiknya kamu latihan kekuatan secara teratur 3-4 set. Kemudian jika membutuhkan istirahat, ambillah waktu jeda selama 1-2 hari.

HIIT Berlebihan

Ilustrasi olahraga. (Special)

HIIT atau high intensity interval training merupakan serangkaian latihan intensitas tinggi secara singkat. Biasanya latihan ini membutuhkan durasi 10-30 menit dan diyakini mampu membakar lebih banyak kalori hingga menghilangkan lemak.

Meski begitu, HIIT juga bisa membuat kamu mengalami penuaan lebih cepat jika dilakukan secara berlebihan.

Pasalnya, intensitas tinggi pada HIIT menyebabkan tubuh lama pulih, terutama jika kamu melakukannya dalam beberapa hari dalam seminggu. Oleh sebab itu, latihan jenis ini sebaiknya jangan dilakukan berlebihan supaya kamu tidak terlalu kelelahan.

Kamu bisa melakukan HIIT sebanyak dua kali seminggu supaya tubuh punya waktu yang cukup untuk memulihkan dirinya.

Abai Zone 2 Training

Ilustrasi olahraga. (popsugar.com)

Zone 2 training merupakan latihan yang dilakukan untuk mempertahankan detak jantung tertentu untuk waktu yang lebih lama. Latihan ini bisa dilakukan selama 45-50 menit sebanyak 2-3 kali seminggu dengan berjalan, berenang, atau rowing.

Melakukan latihan aerobik memang penting untuk meningkatkan kesehatan metabolisme, umur panjang, fungsi mitokondria, dan saat detak jantung beristirahat.

Namun, apabila kamu tidak memasukkan zone 2 training dalam rutinitas, kamu akan kehilangan banyak manfaat kesehatan utama. Hal ini juga dapat mempercepat risiko proses penuaan.

Maka dari itu, kamu bisa menerapkan 2-3 sesi zone 2 training selama 30-45 menit untuk mendapatkan hasil yang maksimal saat latihan.

Selain sejumlah kebiasaan buruk saat latihan yang dapat meningkatkan risiko penuaan dini seperti di atas, kamu juga perlu memperbaiki pola makan agar olahraga yang dilakukan dapat memberikan hasil maksimal.

Nah, salah satu pola makan yang bisa kamu lakukan adalah dengan asupan nutrisi yang seimbang.

“Perlu asupan zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Tentunya harus mengandung zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, lemak dan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral, dan satu yang tidak kalah penting adalah air,” ungkap Nurhati Febriani, Spesialis Gizi Klinik, beberapa waktu lalu.

s