Cara Mengelola Stres Agar Tidak Berdampak Pada Kesehatan

Kamis, 30 September 2021 | 11:19:00

Bagia A. Saputra

Bagia A. Saputra

Anger & Stress Management Specialist

Certified Meditation Instructor The Golden Space Indonesia

Cara Mengelola Stres Agar Tidak Berdampak Pada Kesehatan

Foto: Ladiestory.id

Ladiestory.id - Tubuh manusia terdiri berbagai macam organ yang penting bagi kesehatan tubuh dan mental. Otak menjadi salah satu bagian terpenting dalam tubuh. Di dalam otak terdapat berbagai macam bagian dengan berbagai fungsi, salah satunya amigdala yang berfungsi untuk merespon stres.

Pengertian Stres

Foto: Ladiestory.id

Menurut American Psychological Association, stres merupakan respon fisik dan psikis terhadap pemicu stres, baik dari dalam diri maupun dari lingkungan. Stres bisa berdampak pada seluruh sistem biologis tubuh, emosi, hingga perilaku Anda.

Sumber Stres

Stres dapat dipicu oleh berbagai sumber, antara lain:

1. Keluarga

Bagi sebagian besar orang, keluarga merupakan tempat berkeluh kesah hingga menjadi tempat bersandar saat susah. Meskipun demikian, keluarga juga dapat menjadi salah satu sumber stres, seperti misalnya konflik dengan orang tua, saudara, anak, dan lain sebagainya.

2. Relationship

Dalam menjalin sebuah hubungan, baik itu hubungan asmara maupun pertemanan, sangat mungkin muncul permasalahan atau konflik yang menjadi pemicu stres.

3. Kesehatan

Kondisi kesehatan juga dapat memengaruhi tingkat stres seseorang, terlebih di masa pandemi seperti ini.

4. Bisnis/Pekerjaan

Bisnis atau pekerjaan  yang kurang lancar atau terlalu berat juga dapat memicu stres. Di masa pandemi seperti ini, tak sedikit orang yang kehilangan pekerjaan atau bisnisnya menjadi terhambat, sehingga tingkat stres pun meningkat.

5. Keuangan

Kondisi finansial seseorang juga dapat memengaruhi tingkat stres.

Dampak Stres pada Otak dan Tubuh

Dikutip dari Medical News Today, saat berhadapan dengan sumber stres, bagian amigdala di otak akan menangkap sinyal stres dan memerintahkan sistem hormon untuk mengeluarkan hormone stres seperti kortisol, adrenalin, dan nor-adrenalin.

Hormon-hormon stres ini kemudian masuk ke dalam darah sehingga membuat jantung berdetak lebih cepat, yang mengakibatkan Anda bernapas lebih cepat sehingga paru-paru bekerja lebih keras yang akan menaikkan tekanan darah dan dapat berujung pada hipertensi, masalah pencernaan, hingga bibir kering atau sariawan.

Setelah itu, barulah tubuh bereaksi terhadap stres tersebut. Reaksi yang diberikan pun beragam, seperti:

  • Fight, yakni menyerang baik terhadap sumber stres.
  • Fright, yakni melarikan diri dari stres, seperti dengan liburan dan berekreasi.
  • Freeze, yakni terlalu terkejut hingga tidak tahu harus berbuat apa.
  • Fool, yakni membodohi diri sendiri dengan mengubur stres dan berujung pada fake positivity atau pikiran positif yang palsu.
Foto: Ladiestory.id

Penyakit Akibat Stres

Menurut Harvard Medical School, stres dapat memicu berbagai penyakit seperti berikut:

  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit jantung
  • Asma
  • Gangguan pencernaan
  • Kanker
  • Penuaaan dini
  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh
  • Penyakit autoimun
  • Rentan terkena flu atau demam
  • Insomnia

Dampak Stres pada Emosi

Stres juga memiliki dampak pada emosi seseorang. Jika merunut sejarahnya, emosi merupakan serapan dari bahasa Latin, Emotere yang artinya adalah energi yang bergerak (Emotion secara harfiah berarti energy in motion).

Menurut Hukum Kekekalan Energi dari James Prescott Joule, energi merupakan sesuatu yang tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan; tetapi bisa berpindah tempat (transfer) dan berubah bentuk (transformasi).

Oleh sebab itu, emosi akibat stres tidak bisa dihilangkan. Namun, emosi tersebut dapat ditransformasi dengan mengubah emosi negatif menjadi positif dan menjadi sebuah kekuatan. Transforming stress into strength!

Cara Mengelola Stres

Foto: Ladiestory.id

Pikiran, jiwa, dan raga manusia itu merupakan satu kesatuan yang saling memengaruhi satu sama lain. Sehingga, saat seseorang stres, bisa memengaruhi kondisi pikiran, perasaan, dan tubuh mereka.

Manajemen stres sama artinya dengan manajemen energi. Untuk itu, meditasi menjadi cara yang tepat untuk mengubah energi negatif menjadi energi yang positif. Jadi, solusi yang tepat bukan dengan mengontrol emosi (yang biasanya dilakukan dengan menekan, melupakan, atau mengubur emosi), tetapi dengan mentransformasi emosi.

Meditasi terbukti memiliki manfaat untuk mengurangi stres. Menurut penelitian Gotink, latihan meditasi atau mindfulness selama delapan minggu berturut-turut terbukti mampu mengubah struktur otak, dimana bagian amigdala mengecil sehingga stres berkurang dan bagian hippocampus yang bertugas memproduksi hormon kebahagiaan membesar sehingga emosi positif bertambah.

Oleh karena itu, mulailah menyadari dan mengelola stres Anda dengan latihan meditasi, karena meditasi itu mudah, praktis, dan terbukti ampuh untuk mengubah stres menjadi kekuatan Anda! Ikuti kelas meditasi Manajemen Stres di The Golden Space Indonesia bersama Bagia.

 

Bagia A. Saputra dapat dihubungi melalui:

Instagram: @thegoldenspaceindonesia

E-mail: tgsi@thegoldenspaceindonesia.com

Website: www.thegoldenspaceindonesia.com

Berita Terkait