Berisiko Jantung Koroner, 7 Dampak Konsumsi Minuman Manis Berlebihan saat Buka Puasa

Sabtu, 23 April 2022 | 14:30:00

Monica Dameria

Penulis : Monica Dameria

Berisiko Jantung Koroner, 7 Dampak Konsumsi Minuman Manis Berlebihan Saat Buka Puasa

Ilustrasi gagal jantung. (Special)

Ladiestory.id - Mengonsumsi minuman manis saat berbuka puasa memang dianjurkan. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan energi tubuh yang hilang saat menahan haus dan lapar dalam menjalani puasa.

Namun, jika Kamu mengonsumsi minuman manis secara berlebihan akan membahayakan tubuh. Meski minuman manis dapat menaikkan kadar gula dalam tubuh, mengonsumsi secara berlebihan akan memiliki dampak bagi kesehatan.

Adanya dampak yang membahayakan bagi kesehatan tubuh, membuat Kamu harus lebih memperhatikan saat ingin mengonsumsi minuman manis. Berikut beberapa dampak mengonsumsi minuman manis saat bulan puasa.

Risiko Diabetes Tipe 2

Ilustrasi cek diabetes. (Special)

Mengonsumsi minuman manis secara berlebihan dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan hormon insulin dalam tubuh. Kondisi ini disebabkan kadar insulin terlalu tinggi dan dapat menyebabkan penumpukan lemak di dalam tubuh.

Hal ini seharusnya lemak dibakar sebagai sumber energi. Oleh sebab itu, salah satu penyebab mengonsumsi minuman manis secara berlebihan yaitu dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Tubuh Mudah Lemas dan Mengantuk

Faktor Pemicu Tubuh Terasa Lelah (Special)

Sebagian masyarakat beranggapan bahwa gula atau minuman manis dapat mengembalikan kadar gula yang sempat menurun selama menjalankan puasa. Hal tersebut memanglah benar, dengan kandungan kalori yang cukup tinggi pada gula.

Akan tetapi, jika hal tersebut tak dibarengi dengan nutrisi lain yang diperlukan dalam tubuh akan menjadk lemas dan mengantuk usai mengonsumsi minuman manis saat berbuka puasa.

Merusak Fungsi Hati

Ilustrasi jaga kesehatan hati. (Special)

Di dalam minuman manis terdapat berbagai senyawa, seperti fruktosa dan glukosa. Asupan fruktosa yang tinggi  dapat meningkatkan risiko perlemakan hati.

Tak seperti glukosa dan jenis gula lainnya, yang diambil oleh banyak sel di seluruh tubuh, fruktosa hampir secara eksklusif dipecah oleh hati.

Dalam hati, fruktosa diubah menjadi energi atau disimpan sebagai glikogen. Sejumlah besar gula dalam bentuk fruktosa akan menyebabkan penyakit hati berlemak non-alkoholik.

Obesitas

Ilustrasi kegemukan. (Special)

Bagi masyarakat yang mengonsumsi minuman manis secara berlebihan dapat meningkatkan risiko penambahan berat badan atau obesitas. Namun, penambahan secara signifikan dari dampak ini akan terlihat setelah empat tahun kemudian.

Kandungan gula yang tinggi di dalam minumam manis akan memberikan asupan kalori dalam jumlah yang besar. Tak hanya itu, minuman manis juga tidak bisa memberikan rada kenyang.

Oleh karena itu, usai mengonsumsi minuman manis Kamu tetap memilih makanan padat dalam jumlah banyak. Kalori secara berlebihan ini yang membuat berat badan menjadi bertambah.

Memicu Masalah Kesehatan Mental

Ilustrasi kesalahan logika berpikir. (Special)

Mengonsumsi minuman manis bisa menyebabkan kadar gula darah di dalam tubuh menjadi meningkat. Kondisi ini dapat memicu berbagai permasalahan kesehatan mental. Tak hanya itu, mengonsumsi minuman dengan kadar gula tinggi juga memiliki risiko terkena depresi.

Risiko Jantung Koroner

Foto: pfimegalife

 

Tak disangka, mengonsumsi gula atau minuman manis dalam jumlah yang banyak dapat mengganggu kesehatan jantung. Perlu diketahui bahwa salah satu pemicu penyaki jantung, yaitu peningkatan kadar HDL serta lemak jahat, dan penurunan kolesterol baik.

Tak hanya itu, mengonsumsi terlalu banyak gula dalam minuman telah dikaitkan dengan aterosklerosis (penyakit yang ditandai dengan lemak, endapan penyumbatan arteri).

Terjadi Kerusakan Gigi

Ilustrasi sakit gigi. (Special)

Minuman manis yang mengandung pemanis buatan sebaiknya perlu diwaspadai. Hal ini dikarenakan pemanis buatan dapat mengikis enamel gigi, sehingga menyebabkan kerusakan.

Meskipun demikian, minuman manis tetap boleh dikonsumsi saat berbuka puasa, asalkan tidak berlebihan. Hal ini juga berlaku bagi jus buah, yaitu dengan porsi 150 ml per hari. 

s