Hidupkan Semangat Kartini, Pentingnya Peran Perempuan dalam Keluarga & Dunia Profesional

Selasa, 30 April 2024 | 00:00:00

Irma Fauzia

Penulis : Irma Fauzia

Hidupkan Semangat Kartini, Pentingnya Peran Perempuan Dalam Keluarga & Dunia Profesional

Hidupkan Semangat Kartini, Pentingnya Peran Perempuan dalam Keluarga & Dunia Profesional. (Special)

Ladiestory.id - Peringatan Hari Kartini di setiap tahunnya bukan hanya sekadar memori akan sejarah, melainkan juga sebuah refleksi terhadap dinamika peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.  Memahami peran perempuan yang cukup penting dalam perusahaan, PT Nawakara Perkasa Nusantara mengapresiasi peran tersebut dengan menggelar sebuah talkshow yang mengusung tema “Perempuan dan Perannya”. Di hadiri para perempuan hebat yang sukses berkarir di lingkungan yang didominasi oleh pria, para pembicara ini mampu memberikan inspirasi terhadap kehidupan modern untuk menginterpretasikan semangat Kartini dalam meraih kesetaraan gender dan eksistensi perempuan di ruang profesional namun tidak mengkesampingan keluarga.

Seperti sosok Ir. Ida Nuryatin Finahari, M.Eng yang mengemban amanat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Republik Indonesia, menjadi saksi hidup akan bagaimana perempuan bisa meniti karir di bidang yang kerap kali dianggap sebagai wilayah pria. Dalam talkshow Hari Kartini kali ini, Ida berbagi kisah, tantangan, serta pemikirannya tentang perempuan dalam memimpin dan berinovasi. 

Hidupkan Semangat Kartini, Pentingnya Peran Perempuan dalam Keluarga & Dunia Profesional. (Special)

 

Selain itu pembicara lain yang juga turut hadir dalam talkshow ini adalah sosok istri dari pendiri Nawakara, yaitu Dra. Hj. Hanako Hindarto, yang kini mengemban amanat sebagai Komisaris PT Nawakara Perkasa Nusantara. Beliau berbagi kisah tentang bagaimana ia menjalani peran multi fungsional yang harus menyeimbangkan diri sebagai sosok seorang ibu rumah tangga yang tangguh sekaligus juga menjadi seorang pekerja profesional yang berdedikasi. Kisah ini mencerminkan bagaimana perempuan, dengan dukungan dan komunikasi yang baik dalam keluarga, dapat membangun karir yang solid tanpa mengesampingkan tanggung jawab sebagai pilar utama keluarga.

"Ibu sebagai tiang utama keluarga memiliki peran penting dalam menghasilkan generasi penerus yang baik, oleh karena itu agama & pendidikan sangatlah penting sebagai fondasi bagi seorang perempuan. Dengan dukungan dan komunikasi yang efektif di dalam keluarga, saya mampu menjalankan peran ganda dengan baik, saya juga memberikan kebebasan kepada anak-anak saya atas apa yang mereka pilih dan inginkan, namun tetap dengan penuh pengawasan dan tanggug jawab atas apa yang mereka lakukan," ucap Hanako.

Menggali lebih dalam, pada diskusi ini juga membahas pentingnya peran organisasi dalam membentuk lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung kesetaraan gender, serta menekankan urgensi untuk meningkatkan representasi perempuan dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan sebagai langkah penting dalam mencapai kesetaraan gender yang sejati di dunia profesional. Dalam paparannya Ida Nuryatin Finahari mengingatkan bahwa perempuan, sebagai pilar keluarga, juga memiliki peranan penting dalam kemajuan bangsa.

“Kita harus menghargai peran setiap individu, saya yakin perempuan mampu menjalankan tugasnya sebagai pekerja profesional pada level strategis, oleh karena itu kesetaraan gender pada setiap organisasi sangatlah penting, agar perempuan mendapatkan porsi yang sama dengan pria. Dalam keluarga Sebagai seorang perempuan profesional, saya menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara karir dan tanggung jawab sebagai ibu. Namun, dengan disiplin dan dukungan keluarga, saya dapat mencapai keseimbangan tersebut,” tutur Ida.

Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang mendukung kesetaraan gender ditandai dengan kesetaraan perempuan dalam jajaran kepemimpinan dan menjadi bagian pengambilan keputusan. Semangat Hari Kartini menjadi simbol perubahan dan kesempatan yang terus berkembang bagi perempuan di Indonesia untuk meraih pendidikan tinggi, karir yang mandiri, dan kesetaraan di tempat kerja.