Logo LadieStory.ID
LADIESTORY.ID | LIFESTYLE | HINDARI GHOSTING, INI 6 CARA BIJAK MENGAKHIRI HUBUNGAN

Hindari Ghosting, Ini 6 Cara Bijak Mengakhiri Hubungan

LS Lifestyle
Kamis, 08 April 2021 | 02:05:25
Durasi baca: 2 menit, 46 detik
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

Hindari Ghosting, Ini 6 Cara Bijak Mengakhiri Hubungan 

Istilah ghosting belakangan ramai diperbincangkan setelah putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, dikabarkan mengakhiri hubungan percintaan dengan Felicia Tissue. Ghosting merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa saat seseorang menghilang secara tiba-tiba ketika menjalani masa pendekatan maupun hubungan asmara atau berpacaran. 

Dilansir dalam laman Live Science, ghosting adalah mengakhiri hubungan dengan memutuskan semua komunikasi tanpa memberikan penjelasan apa pun. Tentu saja hal ini membuat pasangan yang ditinggalkan merasa sangat sedih, bingung, juga tidak dihargai. 

Bahkan dampak ghosting lebih parah dari putus cinta. Lantas, bagaimana cara memutuskan hubungan? Memang tidak ada cara terbaik untuk mengakhiri hubungan. Sebab, setiap hubungan dan orang berbeda. Namun, agar tidak terjebak ghosting, berikut ini cara mengakhiri hubungan dengan tepat dan bijak seperti dilansir dari laman Very Well. 

Baca juga: 5 Cara Keluar dari Hubungan Beracun Tanpa Kehilangan Diri Sendiri

Sadari Bahwa Itu Tidak Mudah

Pahami bahwa tidak ada cara terbebas dari rasa sakit ketika putus cinta. Kita semua berharap bisa mengakhiri hubungan tanpa rasa sakit atau sakit hati. Mengakhiri hubungan tentu akan menimbulkan rasa sakit di kedua pasangan. Namun, begitu menyadari hal itu, kamu sudah bersiap mengatasinya. 

Lakukan Secara Tatap Muka 

Tentu kamu pernah merasakan bagaimana dicampakkan melalui chat atau e-mail. Tentu saja hal ini membuat kecewa dan marah. Begitu pun mengakhiri hubungan secara tidak langsung tak hanya membuat marah dan sedih, tapi juga tidak etis. 

Bagaimana pun pasangan kamu berhak atas percakapan tatap muka. Ia perlu mengetahui secara langasung alasan kamu memutuskan hubungan asmara dengannya. Bila kamu khawatir pasangan tidak bisa menerima serta melakukan tindakan kekerasan, kamu bisa membicarakan di tempat umum atau keramaian. 

Jujur, tapi Tidak Terlalu Detail

Secara umum, orang ingin mengetahui alasan mereka diputus atau dicampakkan. Kamu bisa menjelaskan alasan tersebut. Itu jauh lebih baik dan adil daripada menghilang tanpa kejelasan alias ghosting. Kamu bisa menjelaskan secara jujur, tapi tidak terlalu detail. Selain itu, menggunakan kalimat refleksi, bukan kalimat klise. 

Misalnya, "Aku merasa kita tidak cocok secara pemikiran" atau "Menurutku tujuan jangka panjang kita tidak selaras lagi". Jangan memberikan alasan "Kamu tidak salah apa pun, saya yang salah". Kalimat klise itu membuat pasangan bingung dan merasa bahwa kamu memang ingin meninggalkannya. 

Baca juga: Perilaku Yang Dapat Merusak Hubungan, Yes Or No?


Tunjukkan Simpati

Putus cinta memang meninggalkan kesedihan dan kekecewaan. Tak perlu malu mengekspresikan kesedihan kamu saat putus serta menceritakan beberapa hal baik atau momen indah ketika bersama pasangan. 

Katakan sesuatu seperti, "Kamu mengajari saya banyak hal tentang memasak dan saya menjadi juru masak yang lebih baik sekarang, terima kasih". Atau sampaikan pengaruh positif yang sudah dibuat dalam hidup kamu. Hal ini menunjukkan bahwa kamu berbagi perasaan terluka atau rasa simpati terhadap kandasnya hubungan kalian. 

Hindari Menyalahkan atau Mempermalukan

Tidak ada seorang pun yang sempurna. Setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan, termasuk kamu. Karena itu, ketika mengakhiri hubungan, berhenti menyalahkan atau mempermalukan pasangan sebagai penyebab dari kandasnya hubungan. 

Pasangan mungkin telah melakukan beberapa hal buruk selama menjalin asmara seperti tidak jujur dan egois. Namun, ingat mereka adalah manusia yang tak lepas dari salah. Lebih baik fokus pada permasalahan yang dihadapi, bukan siapa yang melakukan. 

Jangan Menyerah pada Argumen Protes

Putus cinta kerap menjadi kejutan bagi mereka yang diputuskan. Tak heran, bila mereka mungkin mencoba membantah, memprotes, atau memberikan argumen untuk tetap bersama dan mencoba sekali lagi memperbaiki hubungan. 

Baca juga: 5 Cara Santuy dan Elegan Hadapi Orang Ketiga dalam Hubungan Asmara

Jika kamu sudah yakin ingin putus, teruslah berpegang pada keyakinanmu. Jangan menyerah pada argumen protes tersebut. Sebab, menyerah hanya akan menunda hal yang tak terhindarkan. 



Cara mengakhiri hubungan Cara menjaga hubungan Istilah ghosting Mengenal arti ghosting

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

Related Posts

Trending On Lifestyle