IRRA: Distribusi LINAC Bantu Persempit Kesenjangan Akses Perawatan Kanker

Selasa, 27 Februari 2024 | 14:28:00

Irma Fauzia

Penulis : Irma Fauzia

Irra: Distribusi Linac Bantu Persempit Kesenjangan Akses Perawatan Kanker

Ilustrasi pejuang kanker. (Special)

Ladiestory.id - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat angka kejadian penyakit kanker di Indonesia mencapai 136 orang per 100.000 penduduk. Angka ini menempati urutan ke-8 di Asia Tenggara dan ke-23 di Asia.  Sementara itu, secara global diperkirakan terdapat lebih dari 35 juta kasus kanker baru pada tahun 2050. Di mana, negara-negara dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi, termasuk Indonesia, diperkirakan akan mengalami peningkatan terbesar dengan tambahan 4,8 juta kasus dan angka kematian yang meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 2050. Data tersebut memperlihatkan pentingnya pemerintah hingga pelaku swasta untuk mengatasi tingginya angka kanker yang juga termasuk dalam Non Communicable Disease (NCD).  

Tahun ini, Hari Kanker Sedunia yang jatuh setiap tanggal 4 Februari mengangkat slogan "Together, We Challenge Those in Power" yang merupakan panggilan bagi semua pihak, baik itu pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk berkolaborasi, mendukung, dan menciptakan perubahan positif melalui upaya masif dalam mengoptimalkan pencegahan dan pengedalian kanker. Hal ini guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah, mendeteksi, dan mengobati kanker sebagai upaya mengurangi dampak kanker secara global.

Kanker adalah kelompok penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel tidak terkontrol dan berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain. Penyebaran (metastasis) sel kanker ini dapat melalui pembuluh darah maupun pembuluh getah bening. Penyakit kanker merupakan penyakit silent killer ketiga setelah struk dan penyakit jantung. Pengobatan pada kanker tergantung pada jenis dan stadium penyakit, potensi efek samping, serta pilihan dan kesehatan umum dari pasien. Secara umum, pengobatan kanker terbagi menjadi kemoterapi, radioterapi, dan terapi target.

PT Itama Ranoraya Tbk (“IRRA”), perusahaan yang bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi, terus berkomitmen menjadi penyedia layanan kesehatan yang andal dan berorintasi pelanggan. Dalam mendukung pencegahan dan pengendalian kanker, IRRA akan memulai pendistribusian Linear Accelerator (LINAC) pada bulan Juni 2024 mendatang ke beberapa rumah sakit swasta. IRRA pun berencana untuk mengikuti proses pengadaan distribusi LINAC ke berbagai daerah yang dilakukan oleh pemerintah untuk menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh negeri.

Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) pada 2020, jumlah alat radioterapi di Indonesia berupa LINAC hanya terdapat 55 unit dengan fokus penyebaran paling banyak di pulau Jawa dan Sumatera. Semantara itu, hanya terdapat masing-masing satu unit yang tersedia untuk Pulau Kalimatan dan Papua.

“Sesuai dengan rencana kami untuk melakukan ekspansi pada sejumlah kategori pada tahun ini, termasuk diantaranya adalah durable products yang bersifat jangka panjang untuk meningkatkan sustaibale growth, kini PT Itama Ranoraya Tbk berkesempatan untuk menjadi penyedia dari alat Linear Accelerator atau LINAC. Di samping perluasan portofolio yang dapat berkontribusi dalam menjaga kinerja dan performa positif bagi Perseroan, ini juga menunjukkan komitmen Perseroan dalam mencegah dan mengobati kanker di Indonesia,” pungkas Heru Firdausi Syarif, Presiden Direktur PT Itama Ranoraya Tbk.

LINAC adalah alat yang digunakan ketika radioterapi dengan menghasilkan x-ray (sinar x) berenergi tinggi atau elektron untuk membunuh sel kanker. Dilengkapi dengan tujuh pilihan energi, LINAC dapat membunuh sel kanker dengan berbagai variasi kedalaman dan ukuran secara eksternal. Dengan bantuan komponen Multi-Leaf Collimator (MLC), sinar x yang dibentuk menyerupai jaringan kanker oleh LINAC dapat mengurangi efek samping pada jaringan sehat di sekitarnya.

“Kami memahami peran krusial dari produk LINAC ini dalam pengobatan kanker. Oleh karena itu, dengan mengikuti tender atau pengadaan distribusi LINAC dari pemerintah nantinya, kami berharap dapat memberikan kebermanfaatan bagi lebih banyak orang untuk menekan angka kesenjangan perawatan kanker di Indonesia,” tutup Heru.