Karena Marvel, Elizabeth Olsen Pemeran Wanda Maximoff Kehilangan Kesempatan Raih Impiannya

Sabtu, 14 Mei 2022 | 17:00:00

Devy Felicia

Penulis : Devy Felicia

Karena Marvel, Elizabeth Olsen Pemeran Wanda Maximoff Kehilangan Kesempatan Raih Impiannya

Elizabeth Olsen Pemeran Wanda Maximoff. (Special)

Ladiestory.id - Elizabeth Olsen selaku pemeran Wanda Maximoff dalam series Marvel mengatakan jika kesempatan untuk menerima pekerjaan yang dia inginkan terampas akibat kontraknya dengan Marvel. Ia juga mengatakan jika perannya dalam "Doctor Strange 2" membuatnya tidak dapat mencoba kemampuannya di film lain.

"Itu membawa saya jauh dari kemampuan fisik untuk melakukan pekerjaan tertentu yang saya pikir lebih selaras dengan hal-hal yang saya nikmati sebagai penonton," ujar Elizabeth Olsen, Jum'at (13/5/2022).

"Dan ini aku yang paling jujur." lanjutnya.

Menurut Variety, Elizabeth bergabung dalam film "Doctor Strange in the Multiverse of Madness" yang berhasil meraup 185 Juta dolar AS atau setara dengan Rp2,7 Triliun di box office domestik selama akhir pekan pembukaannya. Film ini menjadi pembukaan terbesar selama akhir pekan 2022 usai film "The Batman" yang diperankan oleh Robert Pattinson.

Elizabeth mengatakan jika ia terpaksa menolak peran utama dalam komedi gelap "The Lobster" karya sutradara Yorgos Lanthimos demi memerankan Wanda Maximoff atau Scarlet Witch di "Doctor Strange in the Multiverse of Madness".

"Saya mulai merasa frustrasi. Saya memiliki keamanan pekerjaan ini tetapi saya kehilangan bagian-bagian yang saya rasa lebih menjadi bagian dari keberadaan saya. Dan semakin jauh saya menjauh dari itu, semakin saya tidak dipertimbangkan untuk itu," ujarnya.

Penampilannya sebagai Wanda Maximoff atau Scarlet Witch dalam miniseri WandaVision berhasil membuat ia memperoleh nominasi Oscar. Dalam keadaan tertentu, Elizabeth mengatakan jika ia akan mempertimbangkan untuk tampil dalam film solo berdasarkan karakter Wanda Maximoff atau Scarlet Witch.

"Ini benar-benar harus menjadi cerita yang bagus. Saya pikir film-film ini akan menjadi bagus ketika itu bukan hanya tentang membuat konten, tetapi tentang memiliki sudut pandang yang sangat kuat - bukan karena Anda perlu memiliki gambar tiga dimensi," ujarnya.

s