Sempat Merajai Industri Musik, Kini J-Pop Redup Akibat K-Pop?

Rabu, 22 September 2021 | 13:15:00

Maria Nanda

Penulis : Maria Nanda

Sempat Merajai Industri Musik, Kini J-Pop Redup Akibat K-Pop?

Foto: japantimes

Sekarang Industri musik besar tidak hanya berasal dari Amerika saja tetapi juga dari Asia, seperti contoh, industri musik yang sedang banyak digandrungi adalah industri musik Korea atau yang dikenal dengan K-Pop.

Namun, sebelum K-Pop mampu eksis seperti sekarang, ada J-Pop yang sebenarnya terlebih dahulu merajai industri musik dunia selain Amerika.

Apa itu J-Pop?

Foto: japantimes

J-Pop atau Japanese Pop adalah sebutan aliran musik yang berasal dari Jepang. Istilah J-Pop sendiri berasal dari frasa, musik populer Jepang. Menurut Wade (2005: 45), musik populer dapat dipahami sebagai musik yang mudah diterima di kalangan masyarakat yang lebih luas. 

Istilah J-Pop pertama kali dipakai oleh J-Wave, sebuah radio FM di Tokyo. Sebelum J-Pop muncul, pada tahun 80-an musik jenis ini bernama city pop, istilah ini mengacu kepada musik-musik yang bertemakan kota-kota besar di Jepang seperti Tokyo.

Awalnya, J-Pop dikategorikan hanya musik-musik bergenre pop, namun seiring berjalannya waktu, istilah ini digunakan untuk melabeli semua musik yang menduduki tangga lagu Jepang, Oricon.

Adanya Japanese Pop dikarenakan adanya keinginan dari musisi Jepang untuk bersaing dengan musisi barat. Bahkan, Japanese Pop sempat menjadi industri musik terbesar di dunia ke-2 setelah musik Amerika.

Sejarah J-Pop

Foto: sbs.com.au

Sejarah musik Jepang diawali dengan adanya dua pelopor Ichiro Fujiyama dan Ryukoka yang meluncurkan lagu dengan suara tenor. Kemudian, Ryoichi Hattori menyusul dengan lagu jazz-nya yang berjudul wakare no blues (farewell blues).

Pada tahun 1950-1960-an, musik Jepang mulai banyak didengar oleh masyarakat.

Kemajuan Japanese Pop semakin mencolok di tahun 1980-an, dimana musisi Jepang Ryuichi Sakamoto berhasil memenangkan Grammy Award. Sejak itulah Japanese Pop semakin mendunia dan banyak band rock di Jepang yang bermunculan.

Di era yang lebih baru, Japanese Pop bergeser ke penyanyi solo wanita yang memiliki suara merdu.

Karakter Musik J-Pop

Foto: billboard

Japanese Pop memiliki ciri khas tersendiri, baik dari sisi nada, lirik, ritme, dan lain-lain. Dengan begitu, penyanyi Japanese Pop terdengar jelas memiliki ciri suara yang khas sehingga suara yang didengarkan melalui platform dan suara aslinya tidak berbeda.

Hal ini karena Jepang memiliki selera dan aturan tersendiri mengenai hal ini. Selain itu, Japanese Pop juga masih jarang menggunakan musik elektro, meskipun sekarang mulai banyak musisi yang menggunakannya.

Pada mulanya, karakter musik Japanese Pop memiliki tempo yang cepat hasil percampuran komposisi Jepang dan barat. Namun, seiring perkembangan musik Japanese Pop itu sendiri, ada pula musik yang memiliki tempo yang lambat dengan sentuhan khas Jepang. Hingga kini musik Japanese Pop semakin berkembang dan beragam serta mampu memikat banyak pendengar.

J-Pop Redup Akibat K-Pop?

Foto: soompi

Di tengah legasinya di Indonesia antara tahun 2000 hingga 2010-an, J-Pop mengalami redup. Bahkan tahtanya diambil alih oleh K-Pop pada sekitar tahun 2009 hingga sekarang.

Meski demikian, J-Pop pun masih merilis single maupun album dalam beberapa versi demi meningkatkan jumlah penjualan ini lebih banyak. Namun inilah yang membuat para penikmat musik khususnya di luar Jepang kesulitan. Terlebih zaman ini penjualan album tidak sepopuler platform digital dan streaming, membuat menikmati musik pop Jepang jauh lebih rumit.

Berbanding terbalik dengan K-Pop yang justru menandatangani kesepakatan untuk medistribusikan karya mereka di dunia internasional dan tersedia secara luas di berbagai layanan streaming, seperti Apple Music, Spotify dan YouTube.

Namun, agensi dan label J-Pop enggan mengadopsi metode ini. Hal ini dikarenakan undang-undang hak cipta dan penyiaran yang dibatasi, serta fakta bahwa CD masih merupakan format utama untuk konsumsi musik di Jepang. Inilah yang menjadi alasan kurangnya akses J-Pop untuk penggemar internasional.

Sedangkan, Korea Selatan memiliki keinginan besar untuk menyebarkan Hallyu atau Korean Wave di seluruh dunia, dan K-Pop dapat melakukannya dengan cara tersebut.

Demikian ulasan tentang J-Pop yang kini dianggap redup dan tergantikan oleh K-Pop. Apakah kamu setuju dengan hal ini?

Berita Terkait