Kisah Sukses Capannori Italia dalam Mengelola Limbah Secara Berkelanjutan 

Minggu, 21 April 2024 | 00:00:00

KD Mumpuni

Penulis : KD Mumpuni

Kisah Sukses Capannori Italia Dalam Mengelola Limbah Secara Berkelanjutan 

Ilustrasi Kota Capannori. (Canva)

Ladiestory.id - Italia tidak hanya terkenal dengan sepakbolanya yang banyak menciptakan bintang sepak bola terkenal dan berprestasi,selain itu juga terkenal dengan desa tanpa sampah yaitu Capannori. Capannori adalah salah satu dari sedikit tempat di dunia yang telah mencapai tingkat zero waste, atau tanpa sampah. Ini berarti bahwa desa ini telah berhasil meminimalkan limbahnya dan mengelola sisa-sisa yang dihasilkan secara efisien, sehingga tidak ada sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Keberhasilan Capannori dalam mencapai status zero waste tidak datang secara tiba-tiba, tetapi melalui upaya yang berkelanjutan dan kolaboratif dari seluruh komunitas. Pemerintah lokal, warga, bisnis, dan organisasi non pemerintah bekerja sama untuk mengembangkan program-program dan kebijakan yang mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Sejarah Capannori sebagai kota yang peduli lingkungan dimulai sekitar dua dekade yang lalu, ketika pemerintah setempat dan warga mulai menyadari pentingnya mengurangi dampak limbah terhadap lingkungan

Ilustrasi Kota Capannori. (Canva)

 

Mereka memulai dengan mengadopsi sistem pengelolaan limbah yang terpisah, yang memungkinkan warga untuk memilah limbah mereka menjadi kategori-kategori yang berbeda seperti kertas, plastik, kaca, dan organik. Salah satu langkah penting yang diambil oleh Capannori adalah mengadopsi sistem pengumpulan limbah yang terpisah. Warga diajarkan untuk memilah limbah mereka menjadi kategori-kategori seperti kertas, plastik, kaca, dan organik. Limbah yang telah dipilah kemudian diangkut ke fasilitas daur ulang atau pengolahan yang sesuai.

Selain itu, Capannori juga telah menerapkan program-program untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mendorong penggunaan kembali dan daur ulang barang-barang yang sudah tidak terpakai. Misalnya, mereka memberlakukan larangan penggunaan kantong plastik di toko-toko dan supermarket, serta mengadakan pasar barang bekas yang memungkinkan warga untuk membeli dan menjual barang-barang bekas yang masih layak pakai.

Ilustrasi Kota Capannori. (Canva)

 

Keberhasilan Capannori dalam mencapai status zero waste tidak hanya memberikan manfaat lingkungan yang signifikan, tetapi juga ekonomi dan sosial. Dengan meminimalkan limbah, desa ini menghemat biaya pembuangan sampah dan juga menciptakan peluang baru dalam industri daur ulang dan pengolahan limbah. Selain dari aspek pengelolaan limbah, Capannori juga aktif dalam promosi gaya hidup yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Mereka mengadakan kampanye-kampanye penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengurangi konsumsi, mendaur ulang, dan memilih produk-produk yang ramah lingkungan.

Lebih dari itu, Capannori telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak komunitas di seluruh dunia yang juga ingin mencapai tingkat zero waste. Mereka menunjukkan bahwa dengan komitmen dan kerjasama yang kuat, setiap komunitas dapat mencapai tujuan pengelolaan limbah yang berkelanjutan,seperti dikutip dari laman zerowasteeurope.eu.

Capannori tidak hanya menjadi desa tanpa sampah, tetapi juga menjadi contoh yang menginspirasi bagi dunia dalam upaya untuk menciptakan masyarakat yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Semoga kisah sukses Capannori dapat memotivasi lebih banyak komunitas untuk mengambil tindakan yang serupa dalam menghadapi tantangan lingkungan global yang semakin mendesak. Kalo menurut kamu bagaimana ladies, apakah langkah pemerintah Capannori ini bisa di ikuti oleh pemerintah Indonesia?

Sumber Artikel:

https://zerowasteeurope.eu/2013/09/the-story-of-capannori-a-zero-waste-champion/