Kurangi Kecemasan dengan Lakukan 6 Hal Ini

Rabu, 10 Januari 2024 | 14:51:00

Aldeta Prasasti

Penulis : Aldeta Prasasti

Kurangi Kecemasan Dengan Lakukan 6 Hal Ini

Ilustrasi Kecemasan. (Pexels.com/RDNE Stock Project)

Ladiestory.id - Stres yang berlebih diketahui akan menimbulkan rasa kecemasan pada setiap individu. Kecemasan adalah respons alami tubuh terhadap stres. Ini adalah perasaan takut atau khawatir yang dapat disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor yang menurut ahli dalam Healthline Online berdasar dari genetika, lingkungan, hingga kimia otak.

Beberapa gejala umum dari kecemasan adalah adanya peningkatan detak jantung, ritme napas yang cepat, kegelisahan dan kesulitan konsentrasi. Kecemasan yang tidak terkendali dapat berdampak besar pada kualitas hidup. Untuk menguranginya kamu bisa lakukan enam hal berikut.

Tetap Aktif

Ilustrasi Tetap Aktif. (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Olahraga teratur bukan hanya tentang kesehatan fisik tetapi juga dapat sangat membantu kesehatan mental. Dalam sebuah studi tahun 2021, disimpulkan bahwa orang dengan gaya hidup aktif secara fisik memiliki risiko lebih rendah terkena gangguan kecemasan.

Efek anti-kecemasan dari olahraga dapat berasal dari berbagai alasan, salah satunya beralihnya perhatian dari sesuatu yang membuat cemas. Adapun jenis olahraga yang bisa dilakukan adalah pilates dan yoga.

Hindari Alkohol

Ilustrasi Hindari Alkohol. (Pexels.com/Mahrael Boutros)

Pada sebuah studi tahun 2019, menunjukkan bahwa mengurangi alkohol dapat memperbaiki kecemasan dan depresi. Bukan tanpa alasan, meminum alkohol dalam jumlah banyak diketahui dapat mengganggu keseimbangan neurotransmitter, yang bertanggung jawab atas kesehatan mental positif.

Dalam studi tahun 2022 juga dibuktikan bahwa alkohol mengganggu kemampuan alami tubuh dalam beristirahat, dan menurunkan kualitas tidur yang dapat meningkatkan risiko timbulnya kecemasan.

Berhenti Merokok

Ilustrasi Merokok. (Pexels.com/cottonbro studio)

Bagi mereka perokok aktif, merokok menjadi aktivitas mereka saat merasakan stres. Saat mereka mencoba untuk berhenti merokok, maka akan memperburuk kecemasan seiring berjalannya waktu.

Dari tinjauan penelitian tahun 2020 terbukti bahwa merokok dan kecemasan sangat berkaitan. Temuan yang konsisten menunjukkan bahwa orang yang mengalami kecemasan lebih cenderung menjadi perokok.

Selain itu, sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa berhenti merokok secara signifikan meningkatkan kecemasan. Jika ingin berhenti, ada baiknya merencanakan terlebih dahulu dengan persiapan yang matang, seperti mulai dari mengurangi jumlah rokok yang dihisap.

Batasi Asupan Kafein

Ilustrasi Batasi Asupan Kafein. (Pexels.com/Vlada Karpovich)

Jika kamu mudah alami kecemasan, maka kafein tidak baik untuk dikonsumsi. Kafein dapat menyebabkan rasa gugup dan gelisah. Kafein dapat menyebabkan atau memperburuk gangguan kecemasan.

Tinjauan penelitian tahun 2022 terhadap 10 penelitian melaporkan bahwa kafein dapat meningkatkan kecemasan dan serangan panik, serta pada orang dewasa yang tidak terpengaruh. Pada beberapa orang, membatasi asupan kafein dapat memperbaiki gejala kecemasan secara signifikan.

Seperti alkohol, kafein juga dikaitkan dengan kecemasan karena kemampuan kafein untuk mengubah kimia otak. Kafein meningkatkan kewaspadaan dengan memblokir zat kimia adenosin di otak yang menimbulkan rasa lelah sekaligus memicu pelepasan adrenalin.

Latihan Pernapasan

Ilustrasi Latihan Pernapasan. (Pexels.com/Oleksndr P)

Napas yang dangkal dan cepat sering terjadi pada rasa cemas. Hal ini dapat menyebabkan detak jantung cepat, sakit kepala ringan, atau bahkan serangan panik.

Latihan pernapasan dalam proses mengambil napas secara perlahan, bahkan dapat membantu memulihkan pola pernapasan normal dan mengurangi kecemasan.