Logo LadieStory.ID
LADIESTORY.ID | HEALTH | OBESITAS SEBAGAI SEBUAH AWAL PENYAKIT BERBAHAYA

Obesitas Sebagai Sebuah Awal Penyakit Berbahaya

LS Health
Penulis: LS Health
Selasa, 27 April 2021 | 08:52:47
Durasi baca: 2 menit, 6 detik
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp
Bagikan ke Twitter Bagikan ke Facebook Bagikan ke Email Bagikan ke Whatsapp

Obesitas Sebagai Sebuah Awal Penyakit Berbahaya

Kata-kata “hati-hati obesitas,” sering terdengar saat Idul Fitri sebab hari tersebut memperingati hari kemenangan setelah berpuasa satu bulan penuh. Makan sajian nikmat pada hari lebaran, seperti ketupat, rendang, opor, kue kering dan masih banyak lagi adalah hal yang normal. Namun jangan terbuai dengan menu nikmat lebaran ini terlebih lagi apabila pola makan tidak diatur dan dikontrol karena tanpa diduga, berat badan akan bertambah tanpa disadari, dengan kata lain kita bisa menjadi obesitas atau kelebihan berat badan.

Apa itu Obesitas?

Obesitas akhir-akhir ini semakin sering terdengar. Betapa tidak, jika dilihat dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013 jumlah orang gemuk di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Bahkan data mencatat bahwa Indonesia berada pada peringkat 10 negara kelebihan berat badan atau obesitas terbanyak.

Bahaya Obesitas

Kelebihan berat badan sebaiknya dihindari karena bisa membahayakan tubuh. Selain mengarah kepada penampilan, seseorang yang menderita kelebihan berat badan memiliki risiko mudah terkena penyakit lainnya seperti diabetes tipe 2, darah tinggi, kolesterol, asam urat, osteoatritis atau peradangan sendi. Kondisi ini juga bisa memicu terjadinya serangan jantung dan gangguan pernafasan. Tidak hanya itu obesitas bisa megakibatkan serangan stroke, gangguan kesuburan, hingga depresi.

Baca juga: Apakah Benar, Kafein Dapat Melawan Obesitas dan Kardiovaskuler?

Penyebab Obesitas

Pola makan yang tidak benar merupakan penyebab terjadinya obesitas. Apalagi di masa saat ini begitu banyak makanan yang mengandung tinggi lemak dan garam. Begitu pula makanan yang manis-manis dan berkarbohidrat tinggi. Ketika asupan kalori yang kita makan jauh lebih besar daripada yang keluar di situlah berpotensi terjadi obesitas.

Berdasarkan hasil riset kesehatan, Indonesia memang mengalami peningkatan prevalensi kelebihan berat badan hingga hampir 30 persen, tidak jauh berbeda dengan angka prevalansi dunia. Riau merupakan salah satu provinsi dengan angka penderita obesitas yang tinggi.

Deteksi Obesitas

Untuk mengetahui seseorang menderita obesitas atau tidak sebaiknya dengan pemeriksaan komposisi tubuh. Pengukuran komposisi tubuh dapat dilakukan dengan menggunakan timbangan komposisi tubuh. Alat ini bekerja untuk menghitung kadar lemak tubuh, kandungan otot, tulang, kadar air hingga usia sel metabolik.

Ada kalanya diet yang salah mengakibatkan terjadi apa yang dinamakan sebagai sindrom yoyo, ibarat bermain yoyo yang naik dan turun. Seseorang yang memutuskan diet ketat dengan cara mengurangi asupan makanan secara drastis bisa saja  tidak lama kemudian justru berat badannya naik lagi dan akan sulit menurunkannya.

Untuk menghindari obesitas, disarankan untuk tidak berlebihan mengkonsumsi makanan yang manis-manis, makanan berminyak terutama lemak jenuh, sebaliknya tingkatkan asupan makanan kaya serat seperti dari buah, sayur, kacang-kacangan, serta gandum utuh. Jika merasa harus diet, datanglah ke dokter agar dapat konsultasi untuk mengetahui komposisi tubuh, berapa  yang akan dikurangi secara bertahap dan apa saja yang perlu dilakukan untuk mendukung diet tersebut.

Baca juga: 5 Tips Traveling Sehat Agar Terhindar dari Virus Covid 19 dan Berbagai Penyakit


Sumber Foto Utama: istockphoto.com

Deteksi Obesitas Obesitas Penyebab Obesitas

RESPONSES

Give your comment here COMMENT

Related Posts

Trending On Health