5 Pelajaran Branding Dari Menonton Film Dan Drama Korea

Jumat, 1 Oktober 2021 | 20:00:00

Tika Gilang

Tika Gilang

Branding Coach

PhD Candidate, with Research Focuses on Branding

5 Pelajaran Branding Dari Menonton Film Dan Drama Korea

Foto: Katadata

Ladiestory.id - Kemudahan akses internet membuat siapa saja dapat mempelajari sesuatu dari mana saja. Salah satu cara belajar branding paling menyenangkan, adalah dengan menonton film. Ada lima rekomendasi film yang tidak hanya menghibur tetapi di dalamnya juga ada pelajaran tentang branding.

Kelima film tersebut adalah ‘The Social Network’ yang diputar di tahun 2010, kemudian ‘Money Ball’ yang diputar di tahun 2011, lalu ‘No’ yang diputar di tahun 2012, ‘The Founder’ yang diputar di tahun 2016 dan yang terakhir adalah seri drama Korea berjudul ‘Itaewon Class’ yang tayang di tahun 2020 kemarin.

Pelajaran Tentang Branding Melalui Film dan Drama

Dari empat film tersebut dan satu drama korea, kita bisa belajar lima hal penting dalam membangun sebuah brand. Lima hal ini adalah; ‘The Execution’, ‘The disciplined’, ‘The simplest idea’, ‘The big Ego’, dan yang terakhir adalah ‘The creativity’.

1. The Execution

Foto: Dok. JTBC

Pelajaran pertama yang bisa kita ambil dari keempat film dan satu drama Korea yang telah disebutkan sebelumnya adalah tentang bagaimana kita mengeksekusi sebuah ide. Deretan tontonan tersebut mengajarkan kepada kita bahwa ide bisa datang kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Tapi yang membedakan antara ide yang berhasil dengan tidak, adalah bahwa ide yang menarik harus dengan berani dieksekusi dengan baik. Proses seseorang dari hero to zero digambarkan dengan menarik di keempat film dan satu drama Korea tersebut.

Dari yang hanya punya ide, sampai punya pabrik atau sampai punya franchise yang levelnya sudah multinasional. Dari film-film yang telah disebutkan sebelumnya, kita bisa belajar bahwa merealisasikan sebuah ide adalah sebuah cerita perjuangan, pertualangan dan juga pencapaian yang penuh dengan strategi, penelitian, pencarian, dan juga penuhdengan proses pencarian jawaban untuk bisa merealisasikan sebuah ide.

Ide mungkin bisa datang begitu saja dan gratis bagi siapa saja. Namun kadang kala ada juga ide yang datang setelah kita berusaha terus-menerus mencarinya. Ada juga yang harus diperjuangkan. Ide ini kemudian sangat penting untuk bisa direalisasikan dengan cara yang kreatif dan cara yang penuh dengan perhitungan dan kehati-hatian.

2. The Disciplined

Lalu, pelajaran kedua yang bisa kita dapatkan adalah bagaimana kita harus menjadi orang yang disiplin dan konsisten ketika hendak membangun brand. Bahwa ketika kita punya sebuah ide yang menarik, proses merealisasikannya membutuhkan usaha yang disiplin dan konsisten.

Kita harus bisa mencari sebuah sistem yang bisa membantu performa kinerja kita dan untuk membuat proses membangun brand menjadi lebih efektif dan efisien. Dari film-film yang telah disebutkan sebelumnya, kita juga bisa belajar bahwa terkadang dalam proses membangun sebuah brand kita harus sadar bahwa membangun brand butuh waktu dan usaha yang konsisten.

3. The Simplest Idea

Foto: Ladiestory.id

Pelajaran ketiga yang bisa kita ambil dari tontonan yang sudah disebutkan sebelumnya, adalah bahwa dari mulai membangun brand seperti Facebook, menikmati Franchise McDonald, menggunakan statistic untuk membangun tim Baseball Oakland Athletics, menggunakan advertising principal dalam sebuah kampanye politik, sampai membangun rumah makan untuk membalaskan dendam, ide sebuah brand sebenarnya tidak harus rumit.

Sederhana, bermakna, bisa direalisasikan, dan bisa bermanfaat. Maka untuk membangun sebuah brand, Anda harus banyak bertanya alasan Anda untuk membangun brand. Coba mulailah proses membagun brand Anda dengan bertanya “Brand ini dibangun untuk siapa?”, dan “Brand ini apa manfaatnya?”.

4. The Big Ego

Dari kelima tontonan yang telah direkomendasikan, kita bisa belajar bahwa karakter yang ada di film dan satu drama Korea tersebut semua memiliki ego yang besar. Bahwa dalam proses membangun sebuah brand, seseorang harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Mereka harus percaya terlebih dahulu bahwa mereka bisa dan punya kemampuan untuk merealisasikan apa yang mereka inginkan dan cita-citakan. Mereka harus yakin bahwa dengan kemampuan yang mereka miliki brand yang mereka ciptakan bisa dibangun menjadi brand yang bermutu dan bermanfaat bagi masyarakat.

Karakter dari kelima tontonan itu juga mengajarkan kita bahwa dalam membangun sebuah brand, tidak melulu hanya untuk mengejar popularitas dan uang saja.

Tetapi kebanyakan brand sukses di dunia, dibangun oleh mereka yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan juga dibangun karena passion yang kuat dari pendirinya.

Dalam membangun sebuah brand kedua hal ini penting karena kedua hal ini bisa mendorong kita untuk rela bekerja keras agar bisa menjadi yang terbaik.

Kelima karakter kelima tontonan ini mengajarkan kita juga bahwa dalam membangun brand kita harus bisa menjadi orang yang kuat terhadap segala tantangan dan rintangan yang akan terjadi.

Menjadi tahan banting dan tidak mudah menyerah dan menganggap bahwa proses membangun brand sebagai pertualangan juga merupakan hal yang penting untuk dimiliki mereka yang sedang membangun sebuah brand. Karena kita tahu tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat dengan mudah menciptakan dan membangun serta mempertahankan sebuah brand.

5. The Creativity

Foto: Film Nation

Pelajaran terakhir dari kelima tontonan yang sempat drekomendasikan sebelumnya adalah kita akan melihat bagaimana setiap masalah diselesaikan dengan cara yang berbeda-beda dan kreatif.

Para karakter terlihat mengambil cara yang unik dan solutif bagi masalah yang mereka hadapi. Karakter-karakter ini pun dengan berani menyelesaikan masalahnya dengan cara yang menurut banyak orang adalah cara yang tidak benar, tidak efektif, dan tidak akan bisa memberikan mereka solusi. Tapi begitulah serunya membangun sebuah brand.

Terkadang kita harus berhadapan dengan permasalahan yang mendorong kita untuk bisa berpikir kritis dan kreatif. Untuk bisa menemukan cara yang merupakan solusi terbaik untuk memecahkan masalah yang tidak hanya bagi brand dan diri Anda, tapi juga masalah bagi banyak orang. Contohnya seperti bagaimana penemu Facebook.

Semoga Anda menyukai rekomendasi tontonan di atas, dan selamat menikmati. Brand adalah sebuah konsep yang sekarang sering sekali dibicarakan banyak orang. Untuk mengertinya banyak sekali hal menarik yang bisa Anda lakukan. Tidak hanya sebatas mengikuti kelas atau membaca buku tentang brand, tetapi dari sebuah film pun kita bisa mempelajari konsep brand.

 

Gilang Kartika dapat dihubungi melalui:

Instagram: @tikagilang

Berita Terkait