Penampilannya di GBK Tuai Kritikan, Anang Hermansyah Sampaikan Permohonan Maaf

Kamis, 13 Juni 2024 | 09:55:00

Bulan Maghfira

Penulis : Bulan Maghfira

Penampilannya Di Gbk Tuai Kritikan, Anang Hermansyah Sampaikan Permohonan Maaf

Anang Hermansyah & Ashanty. (Instagram.com/ashanty_ash)

Ladiestory.id - Anang Hermansyah dan Ashanty tengah jadi sorotan publik usai penampilan mereka di laga pertandingan sepak bola Indonesia melawan Filipina, pada Selasa (11/6/2024) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Seperti diketahui, Anang Hermansyah, Ashanty, dan tim berkesempatan untuk menjadi bintang tamu usai laga pertandingan berakhir. Namun, penampilan Anang & Ashanty menimbulkan kekecewaan dari pecinta sepak bola tanah air karena dianggap telah melanggar tradisi sakral usai Tim Nasional Indonesia bertanding.

Usai menyanyikan “Gebyar-Gebyar”, Anang & Ashanty justru membawakan lagunya sendiri, “Rindu Ini”, yang bernuansa romantis. Ribuan penonton yang memadati tribun pun sontak menyanyikan lagu “Padamu Negeri”.

Hal tersebut membuat penampilan dari Anang & Ashanty terhenti, mereka pun menghentikan penampilannya dan walk out karena penampilannya tidak diterima oleh para pecinta sepak bola yang memadati stadion.

Anang Hermansyah pun menyampaikan permohonan maafnya kepada publik, Ia juga memberikan klarifikasinya soal penampilannya tersebut.

"Kami Anang Ashanty beserta manajemen mengungkapkan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada para pendukung sepak bola tanah air," tulis Anang dalam unggahan Instagramnya, Rabu (12/6/2024).

"Sedikit kami luruskan ceritanya agar tidak terjadi kesalahpahaman. Kami di sini bukan menawarkan diri, namun diminta untuk menjadi pengisi acara pada tanggal 11 (Juni)," sambungnya.

Saat mendapatkan tawaran tersebut, tentunya Anang & Ashanty merasa bangga. Namun, Anang menyatakan turut merasa khawatir karena lagu-lagu mereka sangat tidak cocok dengan momen pertandingan Timnas. Hingga akhirnya, Anang menerima tawaran tersebut dan menekankan bahwa mereka akan mengikuti seluruh aturan dan ketentuan panitia penyelenggara, termasuk soal lagu yang akan dibawakan.

Klarifikasi Anang Hermansyah Soal Penampilannya di GBK yang Tuai Kritikan Publik. (Instagram.com/ananghijau)

 

Mertua Atta Halilintar itu kemudian mengaku langsung menjadikan penampilan pada 6 Juni 2024, kala pertandingan Indonesia VS Irak, sebagai rujukannya. Namun, ia mengaku ada perbedaan euforia yang terjadi.

"Kami di sini berpikir akan melakukan yang sama, tapi balik lagi kami tidak mau mengintervensi dan hanya mengikuti arahan. Panitia sudah punya SOP dan menjalankan acara sesuai yang mungkin sudah mereka sepakati," ujar Anang.

Anang menegaskan bahwa pemilihan lagu yang akan dibawakan sudah disepakati bersama panitia penyelenggara. Ia diminta membawakan lagu “Indonesia Pusaka” saat half time, dan diberikan kebebasan untuk memilih satu lagu nasional lainnya dan satu lagu originalnya.

"Terakhir ini yang jujur paling membuat kami galau, sampai berkali-kali kami tanya, 'Yakin bawain lagu kita? Karena lagu kita semua slow dan cinta-cintaan. Akhirnya kami memilih lagu yang beat, Rindu Ini," bebernya.

"Sampai akhirnya semua ini sudah di-approve dan dijadikan rundown. Pada siang hari check sound, kami sempat ragu dengan lagu Rindu Ini, namun rundown tidak bisa diubah karena sudah ditandatangani dan tidak dapat main diubah," lanjut Anang.

Anang pun mengaku tidak ingin merusak momen kemenangan Timnas Indonesia, ia membeberkan situasi sebenarnya yang terjadi hingga akhirnya memilih untuk walk out dari arena lapangan.

"Tidak ada niatan sedikit pun untuk menodai malam kemenangan dengan menyanyikan lagu yang tidak sesuai, apalagi pergi meninggalkan arena. Meluruskan hal yang bilang lagu kami dimatikan, itu tidak benar. Bahkan ketika lagu pertama berakhir Kebyar-kebyar, kami sudah meminta untuk sudah disetop saja lagu kedua,” ucap Anang.

"Jadi, bukan diberhentikan, tetapi kami yang meminta dihentikan karena suasana yang kami lihat sudah tidak sesuai momentum. Kami berharap sekali saat pemain ada di lapangan, kami diinfo atau di-brief, balik lagi ini juga salah kami yang seharusnya mempelajari kultur dan budaya apa yang harus dilakukan saat terjadi hal ini,” pungkasnya.