Peringati Hari Pengungsi Sedunia, UNIQLO Beri Donasi 10 Ribu Pakaian Layak Pakai

Jumat, 24 Juni 2022 | 21:34:00

Astri Supriyati

Penulis : Astri Supriyati

Peringati Hari Pengungsi Sedunia, Uniqlo Beri Donasi 10 Ribu Pakaian Layak Pakai

UNIQLO World Refugee Day 2022. (Special)

Ladiestory.id - Memperingati Hari Pengungsi Sedunia, UNIQLO Indonesia akan mendonasikan lebih dari 10 ribu pakaian layak pakai. Pakaian tersebut dikumpulkan dari para pelanggan untuk para pengungsi di seluruh Indonesia melalui kemitraan global dengan United Nations High Commissioner for Refugees atau UNHCR.

Diketahui, Indonesia menjadi tuan rumah bagi lebih dari 13 ribu orang yang terdaftar di bawah UNHCR, termasuk 9,7 ribu pengungsi dan 3.391 pencari suaka dan 27 persen dari jumlah total orang yang terdaftar di UNHCR Indonesia adalah anak-anak. Hingga akhir November 2021, kebanyakan pengungsi di Indonesia datang dari Afghanistan, Somalia, dan Myanmar.

Para pengungsi adalah salah satu kelompok masyarakat yang tidak banyak menjadi perhatian masyarakat di Indonesia. Untuk itu, dalam rangka Hari Pengungsi Sedunia yang jatuh pada 20 Juni, UNIQLO Indonesia ingin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut memberikan dukungan kepada mereka," ujar Yogo Shima, Co-Chief Operating Officer PT Fast Retailing Indonesia, dikutip dari press rilis, Kamis (23/6/2022).

Pakaian yang didonasikan akan diberikan kepada UNHCR secara bertahap mulai Juni 2022, yang kemudian akan disalurkan kepada para pengungsi yang terdaftar di seluruh Indonesia. Selaras dengan misi UNIQLO untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pakaian yang nyaman dan berkualitas, harapannya para pengungsi tersebut juga bisa memanfaatkan donasi tersebut saat menjalankan aktivitasnya sehari-hari dengan semangat untuk meraih kehidupan yang lebih baik lagi.

Selain untuk membantu memenuhi kebutuhan para pengungsi melalui koleksi LifeWear layak pakai, UNIQLO Indonesia juga ingin mengajak para pelanggan untuk melihat mereka dengan perspektif yang lebih baik, bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat Indonesia. Para pengungsi ini dengan keberaniannya terpaksa untuk meninggalkan rumah mereka untuk menghindari konflik di negara asalnya ke negara lain dan sangat membutuhkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak hanya untuk bertahan hidup.

s