- Home
- Pencarian
“sampah plastik”
16 artikel ditemukan
Berdasarkan hasil National Kawula Survey dari Kawula17 yang dilaksanakan pada bulan Juli 2024, masyarakat Indonesia menganggap polusi udara (36%), pengelolaan sampah plastik (32%), banjir (30%) dan limbah industri (28%) sebagai masalah lingkungan yang penting. Mayoritas masyarakat yang menganggap isu-isu tersebut adalah wujud dari kinerja pemerintah yang sangat buruk dalam menangani isu-isu tersebut.
Timbunan sampah plastik yang tidak dikelola secara bijak menjadi salah satu masalah utama yang dapat mengancam kehidupan manusia. United Nations Environment Programme (UNEP) mengestimasikan peningkatan volume sampah plastik yang mengalir ke lautan hingga tiga kali lipat dalam 20 tahun ke depan. Artinya, terdapat 23 - 37 juta metrik ton plastik mengalir ke laut setiap tahunnya di 2040.
Isu sampah plastik terus menjadi perhatian serius di Indonesia, sebagaimana yang terungkap dalam hasil Riset Sampah Indonesia 2023 yang dilakukan oleh SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK RI). Menurut riset tersebut, total sampah plastik yang ada saat ini mencapai sekitar 17 juta ton, dimana sekitar 66,8 persen (kurang lebih 11,5 juta ton) telah berhasil diolah. Data ini menjadi indikator penting bahwa upaya pengelolaan sampah plastik terus berjalan, namun masih memerlukan perhatian lebih intensif dan pengelolaanyang efektif.
Masalah sampah plastik di lautan merupakan masalah global yang sangat serius.Jutaan ton sampah plastik berakhir di lautan setiap tahunnya. Sampah ini bisa berasal dari aktivitas manusia di daratan, dari sungai-sungai yang membawa sampah ke laut, atau dari aktivitas langsung di laut seperti kapal-kapal. Sampah plastik mencemari lingkungan laut.
Alner, start-up solusi penyedia sistem guna ulang kemasan produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG) atau barang konsumsi dari Indonesia, baru saja mendapatkan pendanaan hibah (grant) dari TRANSFORM untuk menguji opsi isi ulang (refill) yang inovatif pada produk-produk FMCG yang menyasar masyarakat menengah ke bawah.
Super Indo bersama dengan perusahaan FMCG global Procter & Gamble (P&G) Indonesia menandai pengembangan program “Conscious Living” di Jakarta. Conscious Living adalah program edukasi perubahan perilaku masyarakat yang bertujuan untuk mengurangi sampah kemasan plastik yang sering kali berakhir di TPA dan laut. Program berbasis digital melalui aplikasi Octopus ini, menyediakan insentif menarik bagi peserta aktif yang melakukan pemilahan dan penukaran sampah kemasan plastik.
Memperingati Hari Sampah Nasional yang jatuh tiap tanggal 21 Februari tiap tahunnya, PT Blue Bird Tbk berkolaborasi dengan Le Minerale melalui inisiatif pengurangan sampah plastik di wilayah kerja Bluebird. Program kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari kedua belah pihak untuk mempromosikan gaya hidup yang bertanggung jawab dan berkelanjutan demi mencegah sampah plastik yang tidak teratasi di Indonesia.
Australia, India dan Singapura menjadi tuan rumah EAS (East Asia Summit) Hackathon dengan tema “Combating Marine Plastic” yang diadakan pada 13 hingga 16 Desember di Jakarta. Acara ini diresmikan oleh Duta Besar Australia untuk ASEAN Will Nankervis, Duta Besar India untuk ASEAN Jayant Khobragade, dan Wakil Tetap Singapura untuk ASEAN Borg Tsien Tham. Duta besar dan pejabat EAS lain, pejabat senior Sekretariat ASEAN, The ASEAN Foundation, The Asia Foundation, CSIRO, organisasi masyarakat sipil, dan perwakilan sektor swasta juga turut hadir.
Indonesian Packaging Recovery Organization (IPRO) mendapat tambahan anggota baru, yaitu dengan bergabungnya Suntory Garuda Beverage (SGB). Kepastian SGB menjadi anggota IPRO ditandai dengan penandatangan dokumen perjanjian keanggotaan oleh Chief People & Culture and Corporate Affairs SGB, Asep Susilo, dan General Manager IPRO, Zul Martini Indrawati, di Jakarta, (1/08/2022).