- Home
- Pencarian
“kanker ovarium”
7 artikel ditemukan
Kanker ovarium merupakan jenis kanker yang muncul pada bagian ovarium atau indung telur. Kanker ini merupakan jenis kanker terbanyak ketiga yang diderita oleh perempuan di Indonesia.
Ovarium merupakan salah satu organ reproduksi wanita yang berperan penting dalam siklus menstruasi dan kehamilan. Ini adalah tempat sel telur dihasilkan dan berkembang, menghasilkan hormon wanita, dan melepaskan sel telur.
Dalam rangka memperingati Hari Kanker Ovarium Sedunia yang jatuh setiap 8 Mei, AstraZeneca Indonesia, bekerja sama dengan Cancer Information and Support Center (CISC) dan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (P2PTM, Kemenkes RI), menyelenggarakan program edukasi"Kampanye 10 Jari: Jangan Abai, Kenali Gejala Dini dan Faktor Risiko Kanker Ovarium".
AstraZeneca bersama Cancer Information & Support Center (CISC) mengadakan Kampanye 10 Jari sebagai upaya promosi kesehatan dan berharap perempuan Indonesia memiliki pemahaman yang baik tentang faktor risiko dan gejala mengenai kanker ovarium.
Menjadi bagian dari keluarga yang menderita kanker, khususnya kanker payudara, rupanya menjadi sama beratnya dengan pasien. Hal tersebut dibagikan oleh Anez, putri dari Titien Pamudji seorang penyintas atau survivor kanker payudara. Ditemui oleh Ladiestory.id di Maxx Coffee Mal Kuningan City, Jakarta, pada beberapa waktu lalu, Anez menceritakan perjuangannya mendampingi sang ibu. Diketahui, Titien harus mengalami kanker dua kali, yaitu payudara dan ovarium.
Sebuah startup femteh asal Israel, GinaLife, mengembangkan sebuah aplikasi yang dapat mendeteksi kanker ovarium dari sampel lendir keputihan.
“Kampanye 10 Jari: Bersama Kita Bisa Menghadapi Kanker Ovarium” ini, dihadiri oleh komunitas pasien dan masyarakat umum secara online. Shahnaz Haque sebagai survivor kanker ovarium menggambarkan perjalanannya dan berbicara tentang motivasinya untuk menjadi Duta Peduli Kanker Ovarium khususnya pada Kampanye 10 Jari. Angka “10” yang tercantum dalam “Kampanye 10 Jari” merupakan salah satu cara untuk mengedukasi masyarakat tentang enam faktor risiko dan empat tanda kanker ovarium. Yang termasuk ke dalam enam faktor risiko tersebut adalah: (1) memiliki riwayat kista endometrium; (2) memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium dan/atau kanker payudara; (3) mutasi genetik (misalnya BRCA); (4) paritas rendah; (5) gaya hidup yang buruk; (6) dan pertambahan usia. Sedangkan empat tanda kanker ovarium adalah: (1) kembung; (2) nafsu makan berkurang; (3) sering buang air kecil; (4) dan nyeri panggul atau perut.