Sejarah Kue Puteri Salju, Hidangan Populer Saat Hari Raya Idulfitri

Sabtu, 30 April 2022 | 00:01:00

Devy Felicia

Penulis : Devy Felicia

Sejarah Kue Puteri Salju, Hidangan Populer Saat Hari Raya Idulfitri

Ilustrasi kue putri salju. (Special)

Ladiestory.id - Saat ini umat muslim sudah memasuki bulan puasa atau bulan Ramadan. Yang mana saat ini semua umat muslim menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh. Nah, setelah menjalankan ibadah puasa selama Ramadan, biasanya Kamu akan merayakan hari raya Idulfitri. Saat lebaran, Kamu akan menjumpai banyak makanan, seperti opor, kue, dan makanan lainnya. 

Bicara mengenai makanan, biasanya lebaran identik dengan hidangan kue. Kue lebaran sendiri memiliki banyak macam, seperti kue kacang, kue nastar, kue putri salju, atau kue kastengel. Tidak hanya kue-kue itu saja, namun masih banyak macam kue lainnya dengan ciri khas rasa yang berbeda-beda.

Salah satu kue lebaran yang cukup populer adalah kue putri salju. Ada banyak kisah dibalik munculnya kue yang satu ini. Pemberian nama pada kue ini karena taburan gula halus yang menyelimuti kue tersebut.

Taburan gula tersebut membentuk kue bak salju, oleh karena itu kue ini disebut kue putri salju. Namun tidak hanya itu, ada sejarah singkat mengenai asal usul kue satu ini. Seperti apa sejarahnya? Yuk simak ulasannya berikut ini.

Sejarah Kue Putri Salju

Ilustrasi kue putri salju. (Special)

Menurut sejarahnya, kue putri salju ini tidak memiliki keterkaitan yang khusus dengan hari raya Idulfitri. Jika dilihat dalam sejarah Islam di Arab pada masa lampau, kue putri salju ini tidak disebutkan sebagai bagian tradisi perayaan hari raya tersebut.

Meskipun demikian, di negara-negara Asia Tenggara, khususnya umat muslim tetap menganggap kue putri salju menjadi ikon untuk menyemarakkan perayaan hari raya Idulfitri.

Jika kamu berpikir bahwa putri salju hanya ada pada hari raya Idulfitri, itu salah. Kue yang satu ini ternyata juga ada di berbagai negara dan dalam berbagai perayaan. Kue yang memiliki bentuk bulan sabit dengan balutan gula halus ini ternyata juga ada dalam perayaan agama lain seperti Natal.

Dahulu, kue ini dikenal dalam sebuah tradisi Natal orang-orang Belanda. Namun, ketika hari lebaran tiba, orang Belanda pun juga mengirimkan hantaran ke pada keluarga, kerabat, ataupun orang-orang disekitarnya. Hantaran tersebut bisa berisi kue-kue ataupun makanan lainnya.

Namun biasanya, para priyayi atau orang pribumi yang bekerja pada orang Belanda itu juga mendapatkan hantaran tersebut. Hingga akhirnya, orang-orang tersebut memiliki pandangan bahwa kue-kue tersebut juga dapat digunakan sebagai menu lebaran.

Namun seiring berjalannya waktu, perkembangan budaya mulai lebih beragam. Dengan banyaknya budaya, maka terdapat percampuran diantara budaya-budaya tersebut. Dengan percampuran budaya tersebut, sejarah kue ini memiliki beberapa modifikasi dalam bahan serta bentuk.

Kepopuleran Kue Putri Salju

Ilustrasi kue putri salju. (Special)

Kue putri salju pun  juga populer di benua Eropa terutama di negara Jerman dan Austria dengan nama Vanillekipferl. Namun keduanya memiliki perbedaan, Vanillekipferl biasanya menggunakan rasa vanila, sedangkan kue putri salju tidak menggunakan rasa vanilla. Namun, persamaan dari keduanya terdapat pada rasa di mana keduanya masih sama-sama renyah, unik, dan lezat. 

Seperti yang Kamu tahu, baik di Eropa maupun Asia Tenggara, kue putri salju ini ternyata sama-sama disajikan dalam sebuah perayaan hari besar agama. Meskipun tidak ada agama yang benar-benar mempromosikan kue yang satu ini sebagai bagian dari tradisi pada hari besar keagamaan, namun kehadiran kue ini menjadi salah satu hal yang wajib dan normal.

Bahkan, sebagai orang menganggap bahwa tanpa adanya kue putri salju, rasanya hari besar keagamaan tidak terasa meriah. Mengapa? 

Menyajikan kue putri salju ini bisa terjadi karena sebuah kebiasaan. Secara turun-temurun, seorang anak akan belajar dari kedua orang tuanya mengenai kue ini. Mereka akan belajar dan memahami makna dari kue yang satu ini.

Nah, ketika dia sudah mulai besar, dia akan mengajarkan kembali kepada keturunannya. Sehingga kebiasaan untuk menyajikan kue putri salju saat hari besar keagamaan terutama hari raya Idulfitri sudah menjadi sebuah keharusan dan menjadi sebuah tradisi.

s