Siloam Hospitals ASRI Hadirkan Retrograde Intrarenal Surgery Untuk Atasi Batu Ginjal

Rabu, 12 Juni 2024 | 18:30:00

Bulan Maghfira

Penulis : Bulan Maghfira

Siloam Hospitals Asri Hadirkan Retrograde Intrarenal Surgery Untuk Atasi Batu Ginjal

Siloam Hospitals ASRI Hadirkan Retrograde Intrarenal Surgery Untuk Atasi Batu Ginjal. (Dok. Siloam Hospitals Group)

Ladiestory.id - Siloam Hospitals ASRI hari ini melakukan edukasi layanan unggulan di bidang urologi menggunakan Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS) untuk mengatasi kasus batu ginjal yang sulit seperti batu ginjal dengan ukuran besar, batu yang terlalu keras dan yang sulit dijangkau tanpa operasi. Metode RIRS menjadi salah satu inovasi yang memberikan keuntungan, khususnya bagi pasien, karena prosedurnya dilakukan lebih cepat, tidak meninggalkan bekas luka pada tubuh pasien, pemulihan lebih cepat, minim rasa nyeri, dan risiko infeksi lebih rendah dibanding metode bedah terbuka.

RIRS memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi karena dapat mengakses langsung ke ginjal dan menghancurkan batu ginjal menjadi fragmen-fragmen kecil, berbentuk seperti pasir hingga debu.

dr. Grace Frelita Indradjaja, M.M., Medical Managing Director Siloam Hospitals Group dalam sambutannya mengatakan bahwa Siloam Hospitals Group Indonesia telah didirikan 25 tahun yang lalu dan memiliki misi untuk menjadi destinasi pilihan terpercaya untuk layanan kesehatan holistik berkelas dunia, edukasi kesehatan dan penelitian. 

“Terdapat berbagai tantangan dalam pelayanan transplantasi ginjal di Indonesia, antara lain belum ada sistem pencarian donor, kurangnya tenaga ahli di bidang transplantasi, serta belum adanya regulasi tentang donor jenazah (cadaver donor),” jelas dr. Grace.

“Namun Siloam Hospitals ASRI terus berkomitmen meningkatkan pelayanan transplantasi dengan mengembangkan Patient Registry yang diperuntukkan khusus pada pasien transplantasi ginjal, yakni Kidney Transplant Registry yang akan diluncurkan di Siloam ASRI pada kuartal kedua 2024 ini. Selain itu juga menambah fasilitas dengan memperluas gedung, serta melengkapinya dengan alat medis diagnostik dan terapeutik terkini, seperti pemeriksaan HLA typing (Human Leukocyte Antigen), Robotic Transperineal Biopsy dan Laser Thulium,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, SpU-K, Spesialis Urologi Siloam Hospitals ASRI menyatakan penderita batu ginjal sering kali tidak merasakan adanya gejala atau keluhan. Oleh sebab itu, tanpa disadari batu ginjal bisa menjadi besar. Beberapa gejala yang sering dirasakan oleh penderita batu ginjal yaitu nyeri pinggang yang hilang timbul meskipun tidak melakukan gerakan berlebih, kencing berwarna kemerahan atau kencing darah, kencing keruh berpasir atau keluar batu kecil, dan bila terjadi infeksi akan menyebabkan demam serta nyeri saat berkemih.

“Pada dasarnya RIRS adalah prosedur penghancur batu ginjal dengan menggunakan laser. Sebelum dilakukan prosedur RIRS, pasien harus menjalani pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu, dilanjutkan pemeriksaan dengan CT scan. Pemeriksaan menggunakan CT scan saat ini sudah mudah dijangkau dan menjadi standar pemeriksaan batu saluran kemih. Selain mengetahui letak dan ukuran batu, informasi tambahan penting adalah kekerasan batu dengan satuan HU (Hounsefield Unit),” ungkap Prof. Nur Rasyid. 

”Dalam memilih prosedur RIRS, dokter akan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran dan jenis batu, serta kondisi kesehatan umum pasien. Informasi kekerasan batu merubah algoritma dan anjuran dokter spesialis urologi dalam penanganan batu saluran kemih, dimana penggunaan ESWL semakin terbatas, karena batu dengan kekerasan lebih dari 1000 Hounsfield Unit (HU), tidak disarankan lagi meskipun ukurannya tidak besar. RIRS dapat dilakukan pada batu ginjal berukuran kurang dari 3 cm, batu dengan kekerasan tinggi (kekerasan batu lebih dari 1000 HU),” terangnya.