Tuai Kontroversi, Tarif Baru Masuk Pulau Komodo Resmi Ditunda hingga Januari 2023

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:45:00

Arfiah Ramadhanti

Penulis : Arfiah Ramadhanti

Tuai Kontroversi, Tarif Baru Masuk Pulau Komodo Resmi Ditunda Hingga Januari 2023

Pulau Komodo. (Special)

Ladiestory.id - Wacana mengenai kenaikan tiket masuk Pulau Komodo beberapa waktu lalu menuai banyak pro dan kontra di sejumlah kalangan masyarakat. Menanggapi banyaknya kontroversi, perwakilan dari pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya memutuskan untuk menunda rencana tersebut hingga 1 Januari 2023 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Zeth Sony Libing, selaku Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, pada Senin (8/8/2022) lalu. Menurutnya, pihak pemerintah akan memberikan lima bulan dispensasi bagi pemberlakuan tarif baru yang nantinya akan diberlakukan sebesar Rp3,75 Juta. 

"Pemerintah Provinsi NTT memberikan dispensasi selama lima bulan ke depan atau tetap berlaku tarif lama masuk Pulau Komodo maupun Pulau Padar. Pemberlakuan tarif baru sebesar Rp3,75 juta mulai berlaku pada 1 Januari 2023," ujar Sony Libing.

Dengan pernyataan tersebut, bisa dipastikan pengunjung Pulau Komodo, masih akan membayar tiket masuk dengan tarif lama, yaitu Rp75 Ribu untuk wisatawan lokal dan Rp150 Ribu untuk wisatawan mancanegara. 

Keputusan ini diakui pihak pemerintah NTT sesuai dengan saran dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dan sejumlah tokoh masyarakat juga tokoh agama setempat. Ia pun menyampaikan, jika lima bulan masa dispensasi tersebut akan turut digunakan oleh Dinas Pariwisata NTT untuk lebih mempersiapkan fasilitas hingga infrastruktur agar sesuai dengan tarif yang diberlakukan. 

Selain itu, pada kesempatan tersebut turut disampaikan jika mulai 1 Januari 2023 tiket masuk Pulau Komodo dan Padar bisa mendaftar melalui aplikasi INISA yang berada di bawah PT Flobamor.

"Para wisatawan yang ingin melakukan pembelian tiket masuk ke Pulau Komodo dan Padar sudah bisa dilakukan saat ini untuk pelaksanaan kunjungan wisata mulai 1 Januari 2023," kata Zeth.

s