Tak Hanya Tembok Besar Cina, 5 Tembok Ini Juga Terkenal di Dunia

Selasa, 11 Januari 2022 | 14:00:00

Zulfah Ariyani

Penulis : Zulfah Ariyani

Tak Hanya Tembok Besar Cina, 5 Tembok Ini Juga Terkenal Di Dunia

Tembok Besar Cina. (Special)

Ladiestory.id - Kabar tentang runtuhnya bagian dari Tembok Besar Cina tentu sangat mengejutkan. Tembok besar yang telah dibangun secara kokoh sejak zaman Dinasti Ming tersebut mengalami kerusakan. Gempa bumi 6,9 M yang terjadi di Provinsi Qinghai, Cina pada Sabtu (8/1/2022) menyebabkan bangunan tembok runtuh sepanjang dua meter.

Tembok Besar Cina atau yang dikenal dengan The Great Wall of China merupakan peninggalan bersejarah yang dilindungi oleh UNESCO. Tembok ini membentang sepanjang 21.196,18 km. Tembok Besar Cina juga dijadikan destinasi wisata baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Namun, situs bersejarah terkenal dan bersejarah berupa bangunan tembok bukan hanya Tembok Besar Cina saja, Ladies. Ada beberapa bangunan tembok besar yang terkenal dan bersejarah di dunia. 

1. Tembok Berlin, Jerman

Tembok Berlin Jerman. (Special)
Tembok Berlin Jerman. (Special)

Tembok Berlin memiliki panjang 161 km. Tembok Berlin menjadi pemisah antara Berlin Barat dan Berlin Timur. Dibangun pada 13 Agustus 1961 oleh Pemerintah Jerman Timur yang pro Soviet. Tembok ini berfungsi sebagai pelindung bagi warganya agar tidak terkena isu fasis yang menyebabkan Perang Dunia II.

Pada awal pembangunannya, kedua kota tersebut hanya dipisahkan oleh kawat berduri sepanjang 100 mil. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya diganti dengan bangunan beton dengan tinggi 6 meter dan panjang 161 km. Selain itu, dilengkapi juga dengan menara jaga lengkap dengam senapan mesin dan juga lampu sorot.

Kehadiran Tembok Berlin menimbulkan pro dan kontra bagi masyarakat Jerman. Hingga pada 9 November 1989, masyarakat Jerman Timur dan Barat mulai merobohkan dan membongkar tembok tersebut.

2. Tembok Perdamaian Belfast, Irlandia

Tembok Perdamaian Belfast Irlandia. (Special)
Tembok Perdamaian Belfast Irlandia. (Special)

Dinding Perdamaian atau biasa disebut Jalur Perdamaian dibangun pada 1969 di Belfast. Tujuan pembangunan dinding ini adalah untuk memisahkan orang Katolik dan Protestan.

Ketika itu, Irlandia Utara sedang menghadapi konflik kekerasan yang terjadi antara serikat buruh (Protestan) menginginkan menjadi bagian dari Kerajaan Inggris, dan nasionalis (Katolik) yang ingin bergabung dengan Irlandia.

Atas dasar perdamaian dan ingin konflik berakhir, maka pada 2013 pemerintah Irlandia Utara diminta untuk meruntuhkan tembok tersebut. Hanya saja hal tersebut baru terealisasi pada 2016.

3. Tembok Hadrian, Inggris

Tembok Hadrian Inggris. (Special)
Tembok Hadrian Inggris. (Special)

Tembok yang dibangun pada abad kedua kekaisaran Romawi tersebut digunakan sebagai benteng pertahanan kala itu. Tembok Hadrian membentang sepanjang Laut Utara hingga Laut Irlandia. Tembok ini diketahui memiliki panjang 84 mil.

Hingga kini tembok Hadrian masih berdiri dan menjadi warisan dunia yang dilindungi UNESCO. Tembok Hadrian juga menjadi destinasi wisata yang menarik. Pemandangan alam yang disuguhkan mampu menyejukan pandangan para wisatawan.

4. Tembok Aurelia, Italia

Tembok Aurelia Italia. (Special)
Tembok Aurelia Italia. (Special)

Tembok yang dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Aurelias pada abad ke-3 tersebut bertujuan untuk melindungi Roma dari serangan musuh. Tembok Aurelia dibangun sepanjang 19 km yang melintasi tujuh bukit.

Struktur bangunan Tembok Aurelia sangat kokoh karena menggunakan beton berlapis bata. Hingga kini, tembok Aurelia masih tetap berdiri dan dalam kondisi yang sangat baik.

5. Tembok Babylonia, Irak

Tembok Babylonia Irak. (Special)
Tembok Babylonia Irak. (Special)

Tembok Babylonia pernah masuk daftar salah satu keajaiban dunia. Dikenal karena keindahannya, tembok Babylonia memiliki gerbang dan dinding yang mengkilap. Hal ini dikarenakan gerbang dan dindingnya dibangun dengan ubin mengilap. Selain itu, juga terdapat relief yang menarik. Tembok ini merupakan peninggalan sejarah kota tua Mesopotamia pada 575 SM.