Beredar Isu Timnas Thailand Curang dengan Pakai Doping, Apa Itu?

Jumat, 7 Januari 2022 | 00:01:00

Maria Nanda

Penulis : Maria Nanda

Beredar Isu Timnas Thailand Curang Dengan Pakai Doping, Apa Itu?

Timnas Thailand dikabarkan gunakan doping. (Special)

Ladiestory.id - Indonesia kalah melawan Thailand dalam piala AFF 2020 pada 1 Januari lalu. Hal ini menimbulkan desas-desus kalau tim nasional Gajah Putih tersebut menggunakan doping.

Kabar ini disebarluaskan oleh salah satu channel YouTube Jenderal Lebah. Dalam video itu diberi judul "Kabar Baik Timnas Indonesia! Thailand Didiskualifikasi Usai Langgar Aturan AFF".

Sontak, kabar ini membuat warga Indonesia geram. Tidak hanya kekalahan Tim Nasional Indonesia, namun dianggap adanya kecurangan pada pemain Tim Nasional Thailand.

Namun, hingga kini pihak Piala AFF tak memberikan klarifikasi atau komentar terkait doping yang digunakan oleh para pemain Thailand. Tapi taukah Kamu apa itu doping dalam olahrgaa?

Apa itu Doping?

Apa itu doping. (Special)

 

Penggunaan zat terlarang atau zat ilegal dalam olahraga disebut doping. Biasanya para atlet menggunakan doping guna meningkatkan performa atau penampilan mereka ketika berkompetisi olahraga.

Doping berasal dari kata Belanda yakni "dop". Dop sendiri merupakan minuman alkohol yang dibuat dari kulit anggur. Di sana, minuman alkohol ini digunakan oleh Prajurit Zulu ketika bertembur agar mereka lebih kuat. Doping juga memiliki istilah lain yakni Performance Enhancing Drugs (PED).

Sejatinya doping ini sudah digunakan oleh para atlet dari dulu. Namun perbedaannya, pada zaman dulu doping dalam olahraga yang digunakan para atlet dengan diet khusus dan mengonsumsi jenis tanaman tertentu. Sebab cara doping ini dianggap mampu meningkatkan kekuatan fisik para atlet.

Tapi sekarang, para atlet tidak mempraktikan cara doping seperti itu lagi. Melainkan menggunakan obat-obat tertentu untuk meningkatkan performa mereka ketika berdanding.

Biasanya para atlet menggunakan agen androgenik, seperti steroid anabolik. Zat yang paling umum digunakan untuk doping ini dipercaya para atlet untuk dapat latihan dengan keras, pulih cepat, hingga membangun lebih banyak otot.

Doping telah ditemukan sejak tahun 1904 oleh seorang pelari olimpiade. Kala itu, sang atlet lari ini menyuntikan  strychnine untuk membantu kecepatan

Bahaya Doping

Apa itu doping. (Special)

 

Namun rupanya doping juga memberikan efek samping merugikan, salah saunya kematian. Menurut menurut kode anti-doping dunia atau world anti-doping code, yang ditetapkan oleh WADA atau World Anti-Doping Agency pada 2008.

Dilansri dari bebagai sumber, altet yang mengonsumsi doping dapat merusak bagian kariovaskular. Dimana mengakibatkan irama jantung tidak berarut, serangan jantung, tekanan darah tinggi, hingga kematian mendadak.

Tak hanya itu, namun doping juga bisa mengganggtu pernafasan yang biasanya akan membuat seseorang menderita sinusitis dan mimisan.

Terlebih doping akan menganggu sistem sataf pusat, dimana orang tersebut akan mengalami insomnia, kecemasan, depresi, tremor, pusing, sakit kepala, hingga keinginan untuk bunuh diri.

Bahkan perlu perhatian bagi atlet yang sudah memiliki pasangan. Sebab doping ini juga akan mempengaruhi fungsi hormonal. Diantaranya infertilitas, penurutnan ukuran testis, akromegali gairah seks rendah, ginekomastia.

Larangan Menggunakan Doping

Apa itu Doping. (Special)

 

Para atlet kerap menggunakan doping yang ternyata menyebabkan berbagai gangguan kesehatan hingga kematian. Maka pada 1928, Association of Athletics Federation membuat larangan tentang doping ini.

Menurut Kode Anti-Doping Dunia atau World Anti-Doping Code, yang ditetapkan oleh WADA atau World Anti-Doping Agency pada 2008, suatu zat atau pengobatan termasuk doping jika memenuhi dua dari tiga kriteria berikut:

- Dapat meningkatkan performa atlet

- Dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan atlet

- Bertentangan dengan semangat olahraga

Bahkan WADA menetapkan daftar zat terlarang dan metode pengobatan yang diterbitkan setiap tahun yang tidak boleh digunakan oleh atlet.  Berbagai hukuman dapat dijatuhkan kepada atlet yang terbukti melanggar Kode Anti-Doping. Di antaranya pembatalan raihan medali Olimpiade atau gelar olahraga hingga larangan seumur hidup mengikuti kompetisi olahraga.