5 Topik Pembicaraan yang Pantang Dibicarakan saat Silaturahmi Lebaran

Senin, 2 Mei 2022 | 00:01:00

Zulfah Ariyani

Penulis : Zulfah Ariyani

5 Topik Pembicaraan Yang Pantang Dibicarakan Saat Silaturahmi Lebaran

Berbuka Puasa Bersama Keluarga (Special)

Ladiestory.id - Hari raya Idulfitri atau lebaran kerap dijadikan sebagai momen untuk berkumpul dengan sanak saudara. Saling mengunjungi saudara dan kerabat lainnya merupakan hal yang lumrah dilakukan saat lebaran. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk saling bermaaf-maafan dan juga mempererat tali silaturahmi.

Dalam momen tersebut, biasanya digunakan juga untuk menanyakan berbagai hal kepada sanak saudara yang sudah lama tidak bertemu. Mulai dari topik pembicaraan yang biasa-biasa saja hingga yang sensitif pun tak luput dilontarkan. Meskipun Kamu menganggap pertanyaanmu merupakan hal sepele namun ternyata terkadang bisa menyinggung perasaan orang lain loh.

Nah, agar Kamu bisa menjaga lisan dan tidak membuat orang lain tersinggung, sebaiknya ketahui dulu topik pembicaraan yang pantang Kamu bicarakan saat lebaran. Ladiestory.id telah merangkumnya untukmu, simak yuk!

Pernikahan

Hindari Pertengkaran Saat Persiapan Pernikahan (Special)

Topik pertama yang sebaiknya tak Kamu bicarakan adalah tentang pernikahan. Pertanyaan tentang "kapan menikah?" memang sering dilontarkan kepada sanak saudara yang sudah cukup umur namun belum juga menikah. Meskipun tergolong lumrah ditanyakan, namun pertanyaan tersebut tergolong pertanyaan sensitif yang dapat menyinggung perasaan.

Terkadang Kamu tak tahu alasan seseorang belum menikah. Entah itu karena belum bertemu jodohnya, belum siap secara finansial ataupun alasan lainnya. Daripada Kamu menanyakan hal sensitif dan akhirnya menyinggu perasaan, lebih baik doakan saja sanak saudara yang belum menikah tersebut agar segera bertemu jodohnya.

Kehamilan

Ilustrasi hamil. (Special)

Topik selanjutnya yang pantang Kamu tanyakan saat silaturahmi lebaran adalah tentang kabar kehamilan. Pasangan yang telah menikah menjadi sasaran dari pertanyaan tersebut. Mulai dari pengantin baru hingga dari pasangan yang telah memiliki momongan tak luput dari pertanyaan tersebut.

Meskipun terkesan sepele, namun pertanyaan tersebut bisa saja membuat orang lain tersinggung. Bisa saja pasangan tersebut memiliki rencana lain untuk menunda kehamilan.

Atau bisa juga pasangan tersebut memang sedang berusaha untuk melakukan program kehamilan namun belum menampakkan hasilnya. Pertanyaan semacam itu hanya akan membuat mereka menjadi merasa down.

Pekerjaan dan Gaji

Ilustrasi uang THR. (Special)

Sebaiknya Kamu juga menghindari menanyakan seputar pekerjaan dan gaji kepada sanak saudaramu. Terlebih kepada saudara yang baru saja menyelesaikan pendidikan. Kamu perlu tahu bahwa tidak semua orang akan mudah mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah.

Oleh karena itu, jangan menyinggung perasaan mereka dengan menanyakan hal sensitif tersebut. Daripada membuat mereka tersinggung dengan pertanyaanmu, lebih baik Kamu memberikan info lowongan pekerjaan atau mendoakan mereka agar segera mendapatkan pekerjaan.

Pencapaian Seseorang

Ilustrasi flexing. (Special)

Tanpa disadari, terkadang momen silaturahmi saat lebaran menjadi ajang saling pamer. Mulai dari memamerkan harta kekayaan, jabatan, ataupun prestasi lainnyya.

Sebagian orang akan berlomba-lomba memamerkan harta yang dimiliki demi ingin dipandang sebagai anggota keluarga yang paling sukses. Hal ini lantas membuat anggota keluarga lainnya yang kurang beruntung menjadi minder bahkan enggan menjalin silaturahmi kembali.

Bentuk Tubuh

Ilustrasi kegemukan. (Special)

Topik pembicaraan terakhir yang sebaiknya tidak Kamu bicarakan adalah tentang bentuk tubuh seseorang. Mungkin Kamu hanya berniat basa-basi untuk memulai obrolan dengan saudaramu dan mengatakan kalau ia agak gemukan. Namun, ketahuilah tanpa sadar perkataanmu tersebut bisa saja melukai hatinya.

Kamu bisa dianggap melakukan body shaming dengan mengeluarkan pernyataan tersebut. Tidak perlu menilai seseorang dari bentuk fisiknya. Biarkanlah mereka hidup dengan kebahagiannya sendiri dan Kamu tidak perlu menjadi seorang komentator untuk kehidupan seseorang.

Bukan berarti seseorang dengan postur tubuh kurus hidupnya tidak bahagia dan juga orang dengan tubuh berisi tidak memiliki masalah.

s