Ketahui Apa Itu One Love, Aksi Tutup Mulut yang Dilakukan Timnas Jerman

Jumat, 25 November 2022 | 12:00:00

Bulan Maghfira

Penulis : Bulan Maghfira

Ketahui Apa Itu One Love, Aksi Tutup Mulut Yang Dilakukan Timnas Jerman

One Love. (Spesial)

Ladiestory.id - Aksi “One Love” yang baru saja dilakukan oleh Timnas Jerman dalam laganya melawan Jepang pada Selasa (22/11/2022) terus menuai kontroversi. Sebelum laga itu berlangsung, Timnas Jerman melakukan aksi tutup mulut sebagai simbol penolakan dari Timnas Jerman terhadap larangan FIFA soal kampanye “One Love”

Lantas apa itu kampanye "One Love"? Berikut Ladiestory.id merangkum seputar kampanye "One Love".

Apa Itu "One Love"?

One Love ban lengan. (Special)

“One Love” adalah sebuah aksi kampanye untuk memberi dukungan pluralisme, kesetaraan gender, humanisme, bumi hijau, dan semua yang berkaitan dengan HAM, termasuk pengakuan terhadap LGBT.

Gerakan yang berasal dari Jamaika ini merupakan ekspresi persatuan dan inklusi. Gerakan “One Love” pada mulanya dipopulerkan oleh Marcus Garvey, seorang aktivis hak-hak sipil kulit hitam pada awal abad 19.

Pada beberapa pidatonya, Marcus Garvey sering menggunakan beberapa frasa untuk mendukung sekaligus mempopulerkan gerakan tersebut. Ia menggunakan frasa “One Love” atau “One God! One Aim! One Destiny!” dalam pidatonya pada 1924.

Selang beberapa tahun kemudian, kata “One Love” semakin populer ketika The Wailers, salah satu grup reggae merilis lagu dengan judul “One Love” pada 1965. Lagu tersebut menyertakan lirik “one love, one heart, let’s get together and feel okay”

Makna "One Love"

Kampanye One Love. (Special)

Makna “One Love” bagi Marcus Garvey adalah gerakan satu cinta untuk solidaritas orang-orang berkulit hitam di seluruh dunia. Sementara, bagi Bob Marley, “One Love” adalah harmoni di antara orang-orang dari ras yang berbeda.

Dari tahun ke tahun, makna “One Love” semakin bergeser. Dari solidaritas keturunan Amerika, harmoni ras yang berbeda, hingga menjadi identik dengan gerakan LGBT.

Negara yang Dukung Kampanye "One Love"

One Love ban lengan. (The Times)

Banyak negara di Eropa yang diketahui menganut kampanye “One Love”. Belanda menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan pasangan homoseksual. Diikuti oleh Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Islandia, Irlandia, Luxembourg, Norwegia, Portugal, Spanyol, dan Swedia. 

Serta menyusul pada 2017, Malta dan Jerman juga telah melakukan hal yang sama. Satu per satu negara-negara di kawasan barat dan utara Eropa telah memperbolehkan pernikahan sesama jenis.

Ramai Diperbincangkan Saat Piala Dunia 2022

Timnas Jermas Lakukan Aksi One Love. (instagram.com/dfb_team)

Kampanye “One Love” telah menjadi perbincangan hangat saat Piala Dunia 2022 berlangsung. Hal ini terjadi usai Timnas Jerman melakukan aksi tutup mulut sebelum bertanding dengan Jepang. Selain Jerman, beberapa klub anggota pada Piala Dunia 2022 yang menjadi penganut gerakan “One Love” adalah Denmark dan Inggris.

Timnas Jerman telah melakukan konfirmasi bahwa aksi tutup mulut tersebut merupakan bentuk protes mereka kepada FIFA atas larangan memakai ban kapten pelangi “One Love” sebagai kampanye ramah LGBT+ di Piala Dunia 2022.

Sempat Dilarang FIFA

Kampanye One Love. (Special)

Sebelumnya pihak FIFA telah melakukan pelarangan kepada Timnas Jerman untuk tidak memakai ban kapten pelangi “One Love” lagi. FIFA memberi ancaman kartu kuning bagi yang memakai atribut yang tidak sesuai dengan Piala Dunia 2022. Kini, kabarnya FIFA telah mengizinkan atribut berwarna pelangi atau kampanye LGBT+ masuk stadion saat pertandingan Piala Dunia 2022. 

Sebelum berlangsungnya Piala Dunia 2022, pemerintah Qatar telah mewanti-wanti bahwa LGBT merupakan suatu hal yang ilegal di negara mereka. Homoseksualitas akan diberikan ancaman sanksi penjara hingga tiga tahun.

Tuan rumah Piala Dunia 2022 itu telah menetapkan homoseksual atau hubungan sesama jenis adalah sebuah hal yang ilegal dan dilarang di Qatar.