Kronologi Pelecehan Seksual di Kereta Api, KAI Tindak Lanjuti Kasus

Senin, 20 Juni 2022 | 21:17:00

Muna Alkatiri

Penulis : Muna Alkatiri

Kronologi Pelecehan Seksual Di Kereta Api, Kai Tindak Lanjuti Kasus

Utas pelecehan seksual di kereta (Twitter.com/Selasarabu_)

Ladiestory.id - Sebuah utas tentang aksi pelecehan seksual yang terjadi di kereta Argo Lawu jurusan Solo-Jakarta menjadi viral di Twitter. Korban merupakan seorang perempuan.

Korban mengunggah kejadian tidak mengenakkan tersebut ke akun Twitter dengan username @Selasarabu_ pada Minggu (19/6/2022). Utas diawali dengan sebuah video versi cepat, yang menunjukkan tangan pelaku tengah bergerak di area paha bagian bawah korban.

Utas pelecehan seksual di kereta (Twitter.com/Selasarabu_)

"Itu dia berulang kali kyk begitu, ku videoin juga. Sudah ku tegur tapi masih ttp dilakukan," tulis pemilik akun @Selasarabu_ menjelaskan kronologi.

Kejadian bermula dari pelaku yang naik kereta api dari Yogyakarta. Pelaku duduk di kursi sebelah korban, 9C, padahal seharusnya pelaku duduk di 9B. Berdasarkan keterangan korban, pelaku bertukar tempat duduk dengan temannya.

Kejadian terjadi sekitar pukul 10.32 WIB, di mana saat itu korban mengaku takut dan ingin pindah tempat duduk karena merasa tidak nyaman dengan perilaku pelaku. Korban menyebutkan bahwa pelaku terus memegang bagian intimnya sejak awal naik kereta.

Awalnya, korban mengira tangan pelaku berada di dekat pahanya karena tidak sengaja. Namun, semakin lama tangan pelaku tetap ikut mendekat saat kaki korban sudah berusaha menjauh.

Korban mengaku merasa ketakutan hingga dirinya tak dapat bersuara untuk meminta tolong. Akhirnya, korban melapor ke pihak KAI dan meminta untuk dipindahkan tempat duduk.

Pihak KAI sendiri kemudian merespons keluhan @Selasarabu_ yang dilontarkan di Twitter. Melalui pesan Twitter, pihak KAI menyampaikan bahwa mereka akan menindaklanjuti kejadian tersebut secara kondusif. Namun, tidak diketahui pasti tindakan semacam apa yang dilakukan.

Korban menjelaskan jika dirinya hanya ingin pelaku untuk meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tidak terpujinya itu.

Di akhir utas tersebut, korban juga mengaku ragu akan alasan pelaku yang mengatakan bahwa dirinya bertukar tempat duduk dengan temannya. Hal ini dikarenakan ciri-ciri teman yang disebutkan justru mirip dengan pelaku.

Saat ini, korban sudah mengantongi nama pelaku. Ia menyebut pelaku berinisial MTD. Namun, sampai saat ini korban belum ada tindakan lebih lanjut lagi untuk kasus tersebut.

s