5 Makna Mendalam Riasan Pengantin Adat Sunda

Minggu, 19 September 2021 | 00:01:00

Maria Nanda

Penulis : Maria Nanda

5 Makna Mendalam Riasan Pengantin Adat Sunda

Foto: instagram.com/aldiphoto

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata pengantin adalah kembang pengantin. Arti lainnya dari pengantin adalah orang yang sedang melangsungkan perkawinannya.

Seperti yang diketahui bahwa Indonesia kaya akan budayanya, sehingga banyak pula adat istiadat yang dilakukan dalam menjalankan pernikahan.

Pernikahan sendiri merupakan upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Pernikahan terjadi sekali seumur hidup.

Makna Riasan Pengantin Adat Sunda

Nah, di Indonesia memiliki banyak suku, ras, dan budaya, sehingga terdapat pula banyak adat ketika sepasang kekasih akan melangsungkan pernikahan. Salah satunya adalah adat Sunda. Dan rupanya dibalik cantiknya mempelai wanita, ada makna mendalam dari riasan pengantin adat Sunda.

1. Mahkota Singer

Foto: instagram.com/aldiphoto

Mahkota pengantin wanita dalam adat Sunda disebut dengan siger. Meskipun Lampung juga menggunakan mahkota singer, namun keduanya berbeda. Siger Sunda terbuat dari campuran logam dan memiliki berat 1,5-2 kilogram.

Makna mahkota singer ini adalah sebuah harapan akan rasa hormat, kearifan, dan kebijaksanaan dalam pernikahan. Bentuk siger yang digunakan dalam riasan pengantin adat Sunda menyerupai segitiga ke atas. Hal ini melambangkan hidup yang harus memuncak dan hidup kita akan tetap kembali kepada yang di atas.

Siger sendiri terinspirasi dari tokoh Subardha dan Srikandi yang memiliki sifat pemberani, anggun, cantik, dan disenangi masyarakat.

2. Kembang Tanjung

Foto: instagram.com/aldiphoto

Kembang tanjung ini berada di balik sanggul. Perias akan memasangkan enam kembang tanjung yang berbentuk seperti kupu-kupu kecil dibalik sanggul pengantin Sunda. Hal ini memberikan makna kesetian mempelai perempuan kepada pasangannya.

3. Ngeningan Daun Sirih

Foto: instagram.com/aldiphoto

Kebanyakan riasan pengantin adat Sunda menggunakan daun diri di tengah kening mereka. Daun siri ni dipotong menyerupai bentuk wajik. Makna riasan pengantin ini sebagai penolak bala atau penolakan dari berbagai musibah dan kejahatan yang bersifat magis.

4. Kembang Goyang di Sanggul

Foto: instagram.com/aldiphoto

Kembang goyang ini juga berada di riasan pengantin adat Jawa. Namun riasan pengantin adat Sunda juga menggunakan dengan tujuh buah kembang goyang di sanggul. Dari jumlah tersebut, lima kembang goyang disematkan menghadap ke depan. Sedangkan yang dua lainnya menghadap ke belakang. 

Kembang goyang dalam riasan pengantin adat Sunda ini menyimbolkan bahwa kecantikan perempuan harus terlihat dari arah depan maupun belakang.

5. Untaian Bunga

Foto: instagram.com/aldiphoto

Untaian bunga pada mahkota siger disebut sebagai ronce. Panjang untaian dari bunga ini berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter yang terdiri dari mangle pasung, mangle susun, mangle sisir, mayang sari, dan panetep. Biasanya, mangle disusun dengan bunga melati, kemboja, tanjung, atau sedap malam.

Mayang sari merupakan untaian bunga pendek yang dipasang di belakang telinga sebelah kiri. Mayang sari memiliki makna spiritual yang mendeskripsikan harapan agar tidak ada perselisihan di dalam rumah tangga.

Lalu untaian bunga yang memanjang di belakang telinga sebelah kanan dinamakan mangle susun. Panjangnya mangle susun menyimbolkan rencana pekerjaan rumah tangga yang telah disusun dengan rapi.

Selanjutnya, satu rangkaian bunga panjang yang disematkan pada bagian belakang telinga kanan dan kiri dinamakan ronce bawang sebungkul. Panjangnya ronce bawang sebungkul yang dipasang sama panjang menggambarkan keseimbangan dalam hidup.

Pada intinya, rangkaian bunga yang terpasang dalam adat Sunda memiliki maksa kemurnian dan kesucian pengantin Sunda.

Inilah makna dari riasan pengantin adat Sunda. Pernikahan dengan adat Sunda pun juga digunakan oleh sederet artis dan selebram, seperti Raisa, Hanum Mega,Karina Salim, dan yang terbaru adalah Lesti Kejora dan Rizky Billar.