Masuk Kuliah di Usia 15 Tahun, Ini Sosok Raja Mahasiswa Filsafat UGM

Kamis, 4 Agustus 2022 | 13:15:00

Tyas Sukma

Penulis : Tyas Sukma

Masuk Kuliah Di Usia 15 Tahun, Ini Sosok Raja Mahasiswa Filsafat Ugm

Raja Muhammad Hayuri Islami. (Special)

Ladiestory.id - Mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM), Raja Muhammad Hayuri Islami menjadi mahasiswa termuda angkatan 2022 ini. Ia masuk kuliah saat usianya masih 15 tahun pada program studi filsafat.

Pria yang kerap disapa Raja ini dipanggil untuk naik ke atas panggung bersama Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG (K), Ph.D., dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru di lapangan Grha Sabha Pramana, UGM.

“Saya bangga dan senang bisa masuk UGM,” ujar Raja, Senin (1/8/2022), dilansir dari laman resmi UGM.

Mahasiswa asal Pekanbaru, Riau itu mengaku dirinya masuk Sekolah Dasar (SD) pada usia lima tahun. Meski begitu, Raja mengatakan, teman SD-nya banyak yang tidak tahu bahwa ia paling muda di kelas saat itu.

“Sejak SD tidak terlalu terganggu, tidak ada yang peduli dengan usia saya yang muda, tidak ada yang terlalu memperhatikan,” ujar Raja.

Raja menyampaikan bahwa selama di bangku Sekolah Dasar, dirinya selalu berada di rangking tiga besar. Namun, saat menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama, ia tidak masuk rangking.  

“Dari SD saya selalu berada di tiga besar,” ujar Raja.

 “Di SMP mungkin lagi masa pubertas, biasa saja, tidak rangking,” lanjutnya.

Menginjak bangku Sekolah Menengah Atas, Raja mendaftar program akselerasi pada semester dua dan ia diterima pada program akselerasi di kelas IPS. Hanya ada tujuh orang yang lolos program akselerasi dan lulus dengan jangka waktu dua tahun saja.

"Karena program akselerasi, kita diharuskan untuk belajar dan memahami lebih cepat dari siswa yang lain. Saya di program itu tidak ikut ekstrakurikuler atau organisasi,” ujar Raja.

Selama menjalani program akselerasi, ia mengaku tidak memikirkan soal rangking. Meski demikian, dirinya berhasil mendapat nilai akademik yang cukup baik.

“Untuk mata pelajaran paling tinggi nilai sosiologi,” ujar Raja.

Raja mengaku bahwa ia sudah tertarik dengan filsafat saat berada di kelas sepuluh SMA lewat buku dan internet.

“Saya mengenal filsafat itu ketika saya di kelas sepuluh. Saya sejak kecil sering menggunakan logika filsafat, berarti selama ini saya menerapkan nilai-nilai filsafat,” kata Raja yang bercita-cita meneruskan kuliah S2 di jurusan yang sama.

s