Penyebab dan Cara Tepat Mengatasi Anosmia

Senin, 4 Januari 2021 | 13:57:15

LS Health

Penulis : LS Health

Penyebab dan Cara Tepat Mengatasi Anosmia

Ketika kita sedang mengalami flu, biasanya jadi sulit mencium aroma makanan, minuman, atau bau lainnya di sekitar. Mungkin hal ini memang sering terjadi dan terbilang wajar. Namun apa jadinya bila kemampuan mencium bau hilang tanpa adanya gangguan pernapasan? Mungkin hal ini menjadi pertanda penyakit anosmia! Anosmia adalah kondisi di mana seseorang tidak dapat menghidu atau mencium bau apapun.

Keadaan ini dapat bersifat sementara atau permanen di mana penyebabnya bisa karena didapat ataupun bawaan lahir. Indra penciuman yang terganggu dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang terutama saat merasakan makanan, karena sensasi rasa makanan merupakan gabungan antara indra penghidu dan pengecap. Oleh karena itu, pengidap anosmia akan mengalami gangguan selera makan yang dapat berakibat kurang nutrisi. Selain itu, anosmia juga dapat mengakibatkan pengidapnya tidak menyadari tanda-tanda bahaya di sekitarnya, misalnya tidak bisa mengetahui bau makanan basi, bau kebocoran gas, ataupun bau asap kebakaran.

Beragam Penyebab Anosmia

Hidung tersumbat karena flu, alergi, infeksi sinus, atau kualitas udara yang buruk adalah penyebab paling umum dari anosmia. Dalam kasus ini, anosmia hanya bersifat sementara dan akan sembuh dengan sendirinya. Selain itu, anosmia juga bisa terjadi karena adanya sesuatu yang menghalangi masuknya udara ke dalam hidung, seperti polip hidung, tumor, atau bisa juga karena kelainan tulang di dalam hidung.

Gejala Anosmia

Keluhan utama anosmia adalah tidak dapat mencium bau-bauan di sekitarnya, termasuk bau badannya sendiri. Biasanya, pengidap akan menyadari perubahan di penghidunya pada hal-hal yang sebelumnya ia anggap berbau menyengat, tapi kemudian tidak tercium bau apa-apa.

 Faktor Risiko Anosmia

Beberapa hal yang merupakan faktor risiko terjadinya anosmia:

  • Mengidap infeksi hidung atau trauma kepala.
  • Berusia diatas 60 tahun.
  • Mengalami penyakit neurodegeneratif.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang dapat menimbulkan anosmia.
  • Menjalani terapi radiasi di bagian kepala atau leher.

Diagnosis Anosmia

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan bertanya kepada pengidap beberapa hal mengenai hilangnya kemampuan menghidu, seperti:

  • Sejak kapan anosmia terjadi.
  • Apakah kehilangan kemampuan menghidu terjadi secara perlahan-lahan atau tiba-tiba.
  • Apakah memiliki faktor risiko anosmia.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menentukan apakah keluhan dan tanda-tanda yang ada bersifat sementara serta dapat diobati langsung, ataupun memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosis penyebab anosmia. Apabila ada kecurigaan ke arah trauma kepala, gangguan sinus, ataupun keganasan, maka kemungkinan perlu dilakukan pemeriksaan pencitraan, seperti MRI atau CT Scan.