- Home
- Pencarian
“kanker serviks”
17 artikel ditemukan
Roche Indonesia, Bio Farma, dan USAID MOMENTUM bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan percontohan skrining kanker leher rahim dengan HPV DNA sebagai inovasi integrasi layanan kesehatan primer di Puskesmas.
Kanker Serviks di Indonesia menempati urutan kedua kejadian kanker pada perempuan di Indonesia dengan kejadian 36.964 kasus baru dan mengakibatkan 20.708 kematian menurut data GLOBOCAN 2022 yang dirilis oleh The International Agency for Research on Cancer (IARC).
Kamu pasti tahu bahwa kanker serviks adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi wanita. Namun, ada banyak langkah yang bisa kamu ambil untuk mencegahnya.
Kanker serviks merupakan salah satu jenis penyakit berbahaya bagi para wanita. Kanker serviks atau leher rahim merupakan kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim.
Kanker serviks merupakan jenis kanker yang terdapat pada sel-sel di leher rahim, jenis kanker ini disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV) yang menyebabkan infeksi pada serviks atau mulut rahim.
Suasana duka tengah menyelimuti keluarga aktor Giorgino Abraham. Sang nenek baru saja meninggal dunia pada hari Sabtu (14/10/2023) di usia 84 tahun usai melawan penyakit kanker serviks stadium 4.
Rahim juga dikenal sebagai uterus, adalah organ penting dalam sistem reproduksi wanita. Ini merupakan organ berongga yang terletak di panggul bagian bawah di antara kandung kemih dan rektum. Fungsinya adalah untuk menampung dan mendukung perkembangan janin selama kehamilan. Rahim memiliki tiga lapisan utama: endometrium (lapisan dalam), miometrium (lapisan otot tengah), dan perimetrium (lapisan luar).
Data Globocan 2020 menunjukkan terdapat 36.633 kasus baru kanker serviks (kanker leher rahim) dengan kematian diperkirakan sebanyak 21.003 orang per tahun di Indoneisa. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat 100 kasus baru dan 57 wanita meninggal akibat kanker leher rahim setiap harinya.
Kutil Kelamin atau genital warts merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh sebuah virus bernama Human Papillomavirus atau HPV. Berdasarkan pemaparan dari dr. Amelia Setiawati Soebyanto, Sp.DV, selaku Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi mengatakan bahwa di dunia ini kasus kutil kelamin ada sebanyak 160-289 kasus per 100.000 penduduk pertahunnya. Untuk penderita pada wanita sendiri, kasus kutil kelamin ada sebanyak 76-191 kasus per 100.000 penduduk pertahun.